Perlu diingat, tokoh terdakwa penista agama (penghina Al-Qur’an) pun dibawa-bawa untuk menyambut bahkan salaman dengan Raja Salman dari Saudi Arabia saat kehadiran beliau di Jakarta.

Kemudian tokoh atau bahkan petinggi pembela aliran sesat syiah (hingga memberi kata pengantar buku orang syiah), dan pernah menghadiri acara penghargaan terhadap LGBT (lesbiangaybiseksual, dan transgender, lihat: Hadiri Acara Penghargaan Dan Mendukung LGBT, MUI: Menag Lukman Wajib Bertobat Posted on 1 September 2016 by Nahimunkar.com)  pun bahkan dialah yang jadi penentu ormas-ormas Islam (36 tokoh) yang diundang ke istana itu. Makanya firqah sesat yang juga tercantum dalam daftar yang diundang ke Istana itu, perlu kita fahami bahwa itu tidak otomatis sesatnya (firqah atau tokoh itu) terhapus.

Jangan sampai Umat Islam nanti terkelabuhi, bila ada orang bilang, “kalau memang sesat, kenapa firqah kami diundang ke Istana dalam pertemuan dengan Raja Salman. Berarti firqah kami tidak sesat dong”.  Kepada yang nyinyir seperti itu (kalau memang ada, misalnya) maka cukup ditanya, dalam Islam, sang tokoh yang diikutkan juga dalam menyambut Raja Salman, bahkan bersalaman dengan beliau, padahal sudah jelas dia itu terdakwa penista agama (menghina Al-Qur’an) dan bukan Muslim alias kafir, apakah terhapus kekafirannya dan tingkah menghinanya terhadap Al-Qur’an itu hanya karena acara tersebut?

Tentu saja tidak. Makanya, yang firqah sesat atau tokoh sesat ya tidak otomatis terhapus kesesatannya dengan acara itu.

***

Daftar tokoh Ormas Islam yang diundang dalam pertemuan dengan Raja Salman

Sebagaimana telah beredar, ada 36 tokoh dan Ulama yang diundang ke Istana di Jakarta untuk pertemuan dengan Raja Salman dari Saudi Arabia, Kamis 2 Maret 2017.

Berikut daftar tokoh Ormas Islam yang diundang dalam pertemuan dengan Raja Salman antara lain:

‎1. Pimpinan Pesantren Moderen Gontor Ponorogo, KH Hasan Abdullah Sahal
2. Pimpinan Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo, KH Azzaim Ibrahimy
3. Pimpinan Pesantren Al Amin Sumenep, KH Ahmad Mohammad Tidjani
4. Pimpinan Pesantren Darurrahman Jakarta, KH Syukron Ma’mun
5. Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta, KH Mahrus Amin
6. Pimpinan Pondok Pesantren PP Walisongo Asembagus Situbondo, KH Kholil As’ad
7. Ustaz Arifin Ilham
8. Ustaz Yusuf Mansur
9.  Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin
10. Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Din Syamsuddin
11. Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar
12. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj
13. Ketua Umum PP Muhammadiyah, KH Haedar Nasir sebagai
14. Ketua Umum Persis, Aceng Zakaria
15. Ketua Umum DDII Muhammad Siddik
16. Ketua Umum Al-Irsyad al-Islamiyah, Abdullah Jaidi
17. Ketua Umum Jamiyyatul Washliyah, Yusnar Yusuf
18. Ketua Umum Ikadi, Ahmad Satori Ismail
19. Ketua Umum Mathla’ul Anwar, Sadeli Karim
20. Ketua Umum Perti, Basri Barmanda
21. Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva
22. Ketua Umum DMI Masdar F Masdu’i
23. Ketua Umum LDII Abdillah Syam
24. Ketua Umum Rabitah Alalawiyah, Habib Zain bin Umar bin Smith
25. Ketua Majelis Syuro Majelis Rasulullah Habib Nabil al Musawa
26. Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie
27. Direktur The Wahid Institute, Zannuba Arifah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid)
28. Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini sebagai
29. Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa
30. Ketua Umum DPP Wanita Islam, Atifah Thaha
31.  Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Syifa Fauzia
32. Ketua Umum Majelis Nurul Musthofa, Habib Hasan bin Ja’far Assegaf
33. Wantimpres Hasyim Muzadi
34. Mantan Menteri Agama Prof Quraish Shihab
35. Ketua Baznas Prof Bambang Sudibyo
36. Ketua MUI Jateng ‎Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

(dam)

Sumber : nasional.sindonews.com

(nahimunkar.com)