Flu Babi Baru di Bekas Republik Soviet Lebih Mematikan

…لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا ، بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ ، الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا…

“…Tidaklah perbuatan keji (zina) yang dilakukan secara nampak hingga terang-terangan di suatu kaum kecuali akan tersebar wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang terdahulu mereka yang telah lalu…. “ (HR Ibnu Majah no 4019, hasan menurut Al-Albani dalam As-Silisilah As-Shohihah 106/ 4009).

Kehidupan sehari-hari di bekas republik Sovyet sudah beberapa pekan lumpuh akibat merebaknya virus influenza yang sejauh ini menelan 189 jiwa. Semua pertemuan umum dilarang. Sekolah dan universitas tutup. Demikian pula sejumlah pos perbatasan dengan Chechnya dan Rusia.

Inilah beritanya:

Ukraina Lumpuh Akibat Flu Baru Yang Lebih Mematikan Dari Flu Mexico

Posted on by erensdh

Pemerintah Ukraina mengumumkan siaga tiga. Menurut dinas kesehatan negeri itu dilanda virus influenza baru yang lebih berbahaya daripada flu Meksiko.
Kabarnya ini adalah varian baru yang terdiri dari flu Kalifornia dan dua virus flu musiman. Namun Organisasi Kesehatan Dunia WHO menegaskan ini adalah flu Meksiko ‘biasa’.

Sehitam batu bara

Tim dokter Ukraina yang memeriksa dua korban, melaporkan ‘paru-paru pasien sehitam batu bara’. Deskripsi itu sama seperti laporan sebelumnya rumah sakit di Ukraina barat. Jumlah besar orang dirawat di rumah sakit karena mengidap infeksi saluran pernafasan sangat parah.

Kebanyakan pasien terlalu lambat mengunjungi dokter dan meninggal akibat infeksi.
Kehidupan sehari-hari di bekas republik Sovyet sudah beberapa pekan lumpuh akibat merebaknya virus influenza yang sejauh ini menelan 189 jiwa. Semua pertemuan umum dilarang. Sekolah dan universitas tutup. Demikian pula sejumlah pos perbatasan dengan Chechnya dan Rusia.

Tidak bermutasi

Organisasi Kesehatan Dunia WHO berupaya meredam pemberitaan bahaya dari Ukraina. Hasil-hasil pertama penelitian WHO terhadap virus ini tidak menunjukkan adanya situasi tidak normal. Analisa genetik menunjukkan, virus H1N1 adalah penyebabnya.
Selain itu virus tidak bermutasi, kata WHO. Vaksin pandemik yang sekarang cukup memadai.
Namun masalahnya adalah bahwa Ukraina tidak mempunyai vaksin. Pemerintah tidak peduli semua peringatan. Mereka tidak memesan vaksin dan cadangan obat-obatan antivirus sangat sedikit.
Masyarakat tidak diberi informasi.

Habis terjual

Warga biasa hampir tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan bagus. Bahkan obat tradisonal terlalu mahal atau habis terjual.

Oposisi menuduh Presiden Yuschenko menyalahgunakan wabah flu. Kabarnya, dengan menebar kebingungan dan ketakutan, ia ingin mengalihkan perhatian masyarakat dari situasi perekonomian yang buruk. Januari mendatang rakyat memilih presiden baru. Namun pertemuan politik dilarang lantaran flu.

Sumber: http://erensdh.wordpress.com/2009/11/19/ukraina-lumpuh-akibat-flu-baru-yang-lebih-mematikan-dari-flu-mexico/

Tidak ingat Allah

Di dunia ini penanganan bencana, penyakit, dan aneka musibah ratarata hanya mengandalkan duga-duga dari rekaan orang. Tidak merujuk kepada wahyu Allah Ta’ala yakni Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal kalau mau merujuknya, maka sumber bencana itu tidak lain adalah tangan-tangan manusia itu serta dosa-dosanya. Sedang yang mendatangkan bencana itu adalah Allah Ta’ala akibat dosa manusia itu.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴿٤١﴾

041. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Ruum/30: 41).

Seharusnya manusia ini terutama yang bertanggung jawab memimpin masyarakat memperbaiki keyakinan dan akhlaq rakyatnya, agar sesuai dengan perintah Allah Ta’ala hingga mendapatkan ridhoNya.

Apabila masyarakat dibimbing dan diperbaiki agamanya hingga jadi orang-orang beriman yang beramal shalih, maka tidak mungkin dituruni adzab.

Allah Ta’ala tidak akan menurunkan adzab kepada para manusia apabila masyarakat manusia itu bersyukur, yakni taat dan beriman dengan keimanan yang benar sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirfam:

مَّا يَفْعَلُ اللّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ وَكَانَ اللّهُ شَاكِراً عَلِيماً ﴿١٤٧﴾

147. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS An-Nisaa’/ 4: 147).

Di samping tidak mengingat Allah dan tak merujuk kepada wahyu Allah Ta’ala dan menghadapi masalah, hingga hamper tak pernah memberantas penyebabya yakni banyaknya maksiat, dosa-dosa bahkan kemusyrikan, kadang masih lebih buruk lagi, yakni dengan menjadikan bencana ataupun penyakit itu sebagai alat.

Bagaimana pula bila virus yang membuat takut dan resahnya masyarakat ini justru kemudian dijadikan alat untuk kepentingan tertentu, sebagaimana selama ini penyakit di dalam Ummat Islam berupa aneka aliran dan faham sesat seakan seperti dipiara kemudian tempo-tempo dimunculkan?

Allah Maha Tahu untuk mengadzab mereka yang dhalim. (nahimunkar.com).