Bebasnya eks Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, dinilai sebagai tragedi hukum yang menciderai perasaan jutaan umat Islam di Indonesia. Komisi Yudisial (KY) didesak untuk memeriksa Harifin Tumpa yang dianggap sebagai orang paling bertanggung-jawab atas bebasanya Erwin.
***

Jakarta (SI ONLINE) – Laskar Front Pembela Islam membakar gambar Erwin Arnanda eks Pimred Playboy Indonesia,  dan Ketua MA, Harifin Tumpa. Keduanya dianggap ikut serta menyebarkan pornografi dan pornoaksi. Erwin pembuat majalah Playboy, sementara Harifin menjadi ketua majelis hakim yang memutus bebas kasasi Erwin.

“Tujuan kami ke sini sekali lagi ingin meminta MA untuk bisa memenjarakan teroris moral, Erwin Arnada. Ada indikasi MA mendukung teroris moral untuk dibebaskan,” kata salah satu pimpinan FPI, Habib Mu’min usai diterima Humas MA di gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (1/7/2011).

Aksi sekitar 30 menit tersebut berjalan damai. FPI berjanji akan datang seminggu lagi dengan massa lebih besar. Sebab, pertemuan dengan MA dinilai tidak memuaskan, hanya diterima bagian Humas saja.

“Tadi diterima Humas MA Pak Edi. Kita perlu bertemu dengan orang yang berkompeten langsung, paniteranya kalau perlu langsung hakimnya, Harifin Tumpa. Dijanjikan seminggu lagi akan bisa. Kita akan datang lagi dengan massa lebih besar,” tandas Mu’min.

“Kita perlu ketemu dengan Harifin untuk menanyakan kenapa teroris moral dibebaskan,” tandas Mu’min.

Usai membakar gambar, massa membubarkan diri. Tidak ada penjagaan berarti dari pihak kepolisian.

 

Red: Jaka
Sumber: detik

Suaraislam online, Friday, 01 July 2011 19:16 | Written by Jaka |

***

Habib Rizieq: Sejak Kapan MA Menjadi Mahkamah Asusila ?

Jakarta (SI ONLINE) – Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab mengecam atas bebasnya eks Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada. FPI menilai bebasnya Erwin, sebagai tragedi hukum yang menciderai perasaan jutaan umat Islam di Indonesia. Habib Rizieq juga mendesak Komisi Yudisial (KY) untuk memeriksa Harifin Tumpa yang dianggap sebagai orang paling bertanggung-jawab atas bebasanya Erwin.

“Pengabulan PK Pemred Playboy oleh Mahkamah Agung adalah tragedi hukum, karena MA membela dan melindungi teroris moral. Sejak kapan MA berubah menjadi mahkamah asusila?!”, kata Ketua Umum FPI Habib Rizieq, Jumat (24/6/2011).

“FPI akan mendatangi MA untuk meminta pertanggung jawaban Harifin Tumpa selaku Ketua Majelis Hakim PK kasus Playboy. FPI juga akan mendesak Presiden dan DPR RI agar ikut peduli dengan tingkah laku hakim yang mencederai rasa keadilan jutaan umat Islam Indonesia. FPI akan meminta KY untuk memeriksa Harifin Tumpa bahkan kita akan dorong KPK untuk memeriksa Harifin Tumpa karena putusan tersebut kontroversial dan sangat mencurigakan serta patut diduga ada permainan mafia peradilan.” kata Ketua Umum FPI Habib Rizieq, Jumat (24/6/2011).

“Harifin Tumpa keblinger menjadikan Playboy sebagai produk pers, padahal orang awam pun tahu bahwa Playboy adalah produk pornografi. Aneh, Hakim porno bisa jadi pentolan MA,” kata Habib.

“FPI juga akan mengajak seluruh ormas Islam dan seluruh elemen bangsa untuk membersihkan MA dari hakim-hakim porno yang merusak moral anak bangsa,” tegasnya lagi.

Erwin Arnada menghirup udara bebas setelah MA mengabulkan Kasasi kasusnya. Erwin keluar dari LP Cipinang sekira pukul 15.30 WIB. Dia didampingi pengacaranya Todung Mulya Lubis serta artis Luna Maya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis dua tahun penjara pada Pemimpin Redaksi Majalah Playboy, Erwin Arnada pada 29 Juli tahun lalu. Erwin adalah Editor in Chief PT Velvet Silver Media, perusahaan payung Majalah Playboy. Majalah Playboy dinilai melanggar pasal 282 KUHP yang mengatur penyiaran tentang susila.

Red: Jaka
Sumber: FPI

Suaraislam online, Friday, 01 July 2011 19:07 | Written by Jaka

(nahimunkar.com)

Foto: Detik.com