Gejala Impor Artis Porno Ditolak MUI dan Menteri NPP

Rekayasa para perusak moral bangsa tidak henti-hentinya. Baru saja Ummat Islam merayakan Iedul Fithri 1430H dan sebagian siap-siap untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah, tahu-tahu ada gejala impor artis porno. Para pengusung porno mau mendatangkan artis porno asal Jepang Maria Ozawa alias Miyabi 14 Oktober 2009. Pemain film yang dikenal ratu porno itu akan main film berjudul ‘Menculik Miyabi’ di Indonesia.

Keruan saja MUI (Majelis Ulama Indonesia) menolak rencana itu karena di samping akan mempengaruhi kerusakan moral, masih pula mengakibatkan citra buruk Indonesia di mata Negara lain dengan mengimpor bintang film porno itu. Penolakan MUI terhadap bintang film porno asal Jepang itu dinilai tepat oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Meuthia Hatta, dan ia mendukung MUI.

Impor bintang film porno itu bila berhasil maka bukan sekadar merusak moral bangsa namun juga mengakibatkan tumbuhnya trend menjamurnya persaingan artis porno di negeri yang jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini. Tidak patut bila MUI dan pejabat yang masih punya moral membiarkan gejala impor artis porno itu. Maka buka suaralah MUI untuk menolaknya.

Berita-beritanya sebagai berikut:

Miyabi Tak Akan Pernah Main Film di Indonesia

Jumat 18 September 2009

Jakarta – Langkah bintang film porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, untuk datang ke Indonesia diprediksi bakal terganjal izin.

Belum apa-apa, Si Ratu Porno di dunia maya itu yang katanya mau datang ke Jakarta usai Lebaran atau tepatnya tanggal 14 Oktober nanti mendapat tantangan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lembaga yang menjadi benteng terakhir moral bangsa itu, dengan tegas akan menolak Miyabi. Jangankan untuk main film datang ke Jakarta saja, dia belum tentu diperbolehkan.

Menurut Ketua MUI, Ma’ruf Amin, meski Miyabi tidak akan main film porno tapi  citra Miyabi sebagai bintang film porno yang sudah begitu kuat bisa memunculkan dampak negatif pada bangsa Indonesia. krosceknews.com

Sumber: http://krosceknews.com/id/news/9134/miyabi-tak-akan-pernah-main-film-di-indonesia

MUI Tolak Miyabi Main Film di Indonesia

Jum’at, 18 Sep 2009

Jakarta (voa-islam) Rencana mendatangkan bintang film porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, untuk bermain film di Indonesia mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tampilnya Miyabi dinilai akan merusak citra Indonesia di mata negara lain.

“Sebaiknya janganlah menggunakan bintang porno itu. Walaupun filmnya tidak porno tapi kan bintangnya porno. Kecuali kalau sudah berhenti jadi bintang porno,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin.

Menurut Ma’ruf, meski film yang akan dibintangi Miyabi itu bukan film porno, tapi citra di masyarakat sudah terbentuk bahwa Miyabi adalah bintang porno. Masyarakat akan punya kesan kurang baik terhadap film tersebut.

Selain itu, tampilnya Miyabi dalam film Indonesia berjudul ‘Menculik Miyabi’ itu juga berpotensi mencemarkan nama Indonesia di mata negara lain.

“Bisa saja Indonesia dapat kesan buruk karena mengimpor bintang porno. Kayak kurang bintang dalam negeri saja,” ucapnya.

Sumber: http://www.voa-islam.com/news/print/2009/09/18/1161/mui-tolak-miyabi-main-film-di-indonesia

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/09/18/093916/1206260/10/mui-tolak-miyabi-main-film-di-indonesia

Menneg PP: Penolakan MUI pada Miyabi Tepat
Indra Subagja

– detikNews

Kamis, 24/09/2009 09:06 WIB

Jakarta – Belum juga tiba di Indonesia, bintang porno Jepang Maria Ozawa alias Miyabi telah menuai kontroversi. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Meuthia Hatta mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak Miyabi.

“Saya kira penolakan MUI sangat tepat,” kata Meuthia di Jakarta, Kamis (24/9/2009).

Miyabi dijadwalkan akan bermain dalam film komedi berjudul ‘Menculik Miyabi’ di Indonesia. Film yang dibuat berdasarkan buku Raditya Dika itu rilis pada Desember 2009.
(ndr/nrl)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/09/24/090631/1208307/10/menneg-pp-penolakan-mui-pada-miyabi-tepat

Sumber: http://id.news.yahoo.com/dtik/20090924/tpl-menneg-pp-penolakan-mui-pada-miyabi-51911aa.html

Porno diancam siksa

Kelakuan bintang film biasanya ditiru masyarakat lebih-lebih para penggemarnya. Kalau sampai masyarakat terpengaruh oleh bintang film porno yang diimpor itu, maka resikonya bukan hanya masyarakat yang rusak, tetapi kalangan artis pun kemungkinan akan lebih berlomba untuk tampil porno. Padahal Ummat Islam, apalagi berbuat porno dan dipertontonkan, sedangkan berpakaian ketat atau tidak menutupi aurat dengan benar saja sudah diancam siksa yang amat dahsyat. Jadi MUI mengingatkan bahkan menolak impor bintang film porno itu hanya untuk menyelamatkan manusia Indonesia ini.

Ulama Islam, di antaranya Syaikh Muhammad Ibnu Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

Memakai pakaian-pakaian yang ketat yang memperlihatkan tonjolan kecantikan wanita dan menampakkan keindahan tubuhnya adalah perbuatan haram, karena Nabi r bersabda :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا بَعْدُ : رِجَالٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ – يَعْنِيْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا – وَ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ …

Dua golongan orang yang merupakan calon pengisi neraka yang belum saya lihat mereka itu : Laki-laki yang memiliki cemeti/ cambuk bagaikan ekor sapi yang dengannya mereka memukuli orang, dan wanita-wanita yang kasiyat ‘ariyat (berpakaian tetapi telanjang) mailat mumilat (menyimpang dari kebenaran dan mengajak orang lain untuk menyimpang) (HR Muslim dan lainnya).

Sabdanya,” kasiyat ‘ariyat,” telah ditafsirkan:

1. Bahwa mereka itu berpakaian dengan pakaian pendek yang tidak menutupi aurat yang harus ditutup,

2. dan ditafsirkan bahwa mereka mengenakan pakaian tipis yang tidak menutupi kulitnya dari pandangan di baliknya,

3. dan ditafsirkan juga bahwa mereka mengenakan pakaian ketat yang memang menutupi kulit dari pandangan namun tetap menampakan lekuk dan bentuk kemolekan tubuh wanita.

Oleh sebab itu tidak boleh bagi wanita mengenakan pakaian-pakaian ketat/sempit ini kecuali hanya di hadapan suaminya saja, karena di antara suami isteri tidak ada aurat, berdasarkan firman-Nya U :

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حَافِظُوْنَ إِلاَّ عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ ) المؤمنون 5-6(

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (Al Mu’minun 5-6).

Di samping siksa sudah menghadang di hari pembalasan kelak bagi para pelaku porno yang dipertontonkan, masih pula kematian tragis dan buruk telah terbukti menimpa para bintang porno di dunia.

(Redaksi nahimunkar.com).