Gejala Murid Madrasah “Tidak Doyan” Agama Mau Jadi Politisi Kutu Loncat?

Murid Madrasah Aliyah se-Indonesia yang ikut Ujian Nasional (UN) 2011, sebanyak 307.456

siswa. Dari jumlah itu yang program keagamaan (Islam) hanya 11.298 siswa. Lainnya adalah IPA sebanyak 87.367 siswa, IPS 196.983 siswa, program bahasa 11.808 siswa.

Dengan kenyataan paling minimnya murid Madrasah Aliyah yang mengambil program agama, berarti merupakan gejala masyarakat kini sudah “tidak doyan” agama? Sehingga mereka yang sekolah di Madrasah pun ramai-ramai menyingkir dari jurusan agama, dan pilih jurusan umum.

Tampaknya bukan hanya politisi kutu loncat yang kini ngetrend pindah partai seperti disinyalir Menteri Agama Surya Dharma Ali, kenyataannya Madrasah Aliyah yang semula sebenarnya adalah sekolah agama itu justru muridnya pada loncat ke jurusan umum. Apakah mereka juga calon politisi kutu loncat? Semoga saja tidak! Tapi kenyataannya, kutu loncat yang kini ramai dibicarakan ada yang memang dari lingkungan madrasah, dan isterinya pun dari madrasah.

***

Berita tentang siswa Madrasah ikut ujian nasional sebagai berikut:

1.566.498 Siswa Madrasah Ikut UN 2011

Jakarta(Pinmas)–Sebanyak 1.566.498 siswa madrasah dari berbagai tingkatan akan ikut Ujian Nasional (UN) 2011 dan diharapkan dari jumlah siswa tersebut tak menemui kendala.

“UN akan segera digelar di seluruh Indonesia dan pada 18-21 April 2011 akan diikuti siswa SLTA, SMK dan Madrasah tingkat Aliyah (MA),” kata Dirjen Pendidikan Islam, Prof Mohammad Ali, di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, siswa madrasah pada 2010/2011 yang ikut UN sebanyak 1.566.498 siswa dengan rincian untuk Madrasah Aliyah sebanyak 307.456 siswa dengan rincian siswa IPA sebanyak 87.367 siswa, IPS 196.983 siswa, program bahasa 11.808 siswa, program keagamaan 11.298 siswa.

Sedangkan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) diikuti 431.957 siswa, Madrasah Tsanawiyah (Mts) sebanyak 827.085 siswa.

Pelaksanaan UN untuk MI pada 10-12 Mei dan ujian susulannya pada 18-20 Mei. Sedangkan Untuk MTs pada 25-28 April dan ujian susulannya pada 3-6 Mei. Sedangkan ujian susulan MA pada 25-28 April mendatang.

Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali berharap para siswa sudah menyiapkan diri menghadapi UN. Ia pun yakin, siswa tak terpengaruh dengan adanya bocoran soal dan hal lain yang dapat merugikan anak didik pada pelaksanaan ujian tersebut.

Soal UN, katanya, proses pembuatan hingga pendistribusiannya menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan Nasional. Karena itu, semua tanggung jawab yang menyangkut pengiriman soal ke berbagai daerah bukan menjadi tanggung jawab Kementerian Agama.

Soal UN MTs/SMP dan MA/SMA dikembangkan dan dikelola oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang Kemendiknas di bawah koordinasi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), katanya.

Soal UN, lanjutnya, juga dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan ujian nasional (SKLUN) yang merupakan irisan (interseksi) dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004 dan stadar Isi 2006.(ant/es)

Sumber koranmuslim.com, Thursday, 14 April 2011. 00:55

(nahimunkar.com)