Gempa Melanda 5 Provinsi di Indonesia

Para pengungsi Makan sahur di Tenda-tenda

Gempa yang berkekuatan 7,3 SR berpusat di Barat Daya Tasikmalaya Jawa Barat, Rabu 12 ramadhan 1430H atau 3 September 2009, memporak porandakan ratusan bangunan rumah, menewaskan ratusan orang, mengubur langsung 60-an warga karena longsor. Ummat Islam yang sedang berpuasa Ramadhan 1430H hari ke 12 itu kemudian sahur di tenda-tenda darurat tempat pengungsian.


gempa011

Seorang pria, di Pengalengan, berdoa di samping istrinya yang sedang dirawat, akibat gempa kemarin (3/9). Gempa yang berkekuatan 7,3 SR tersebut, berpusat di Barat Daya Tasikmalaya. Foto: REUTERS/Supri –tempo interactive

Sepanjang hari kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi lima kali gempa yang tersebar di lima provinsi di Indonesia secara serentak.
Gempa di Mentawai terjadi dua kali sekitar pukul 09.08 WIB, dengan lokasi 60 km tenggara Siberut dengan kekuatan 5,3 Skala Richter (SR) dan gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah, yakni 5,2 SR. Beruntung, dua gempa itu tidak mengakibatkan korban karena pusat gempa ada di wilayah laut.

Selang beberapa jam kemudian gempa yang cukup besar terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat. dengan kekuatan 7,3 SR. Gempa itu terjadi sekitar pukul 14.53 WIB. Pusat gempa berada di 142 km barat daya Tasikmalaya. Gempa ini terasa hampir di seluruh Jawa dan Bali. Dua gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah juga terjadi di kota yang sama. Pusat gempa, yaitu 138 dan 137 barat daya Tasikmalaya dengan kekuatan masing 5,1 SR dan 5,4 SR. (http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=46323, Radar Banten, kamis 4/ 9 2009).

Berita-beritanya sebagai berikut:

Ratusan Pengungsi Sahur di Bawah Tenda

Kamis, 3 September 2009 | 07:19 WIB

CIANJUR, KOMPAS.com-Ratusan pengungsi di Cianjur, Kamis (3/9), menempati ratusan tenda biru yang terbuat dari terpal plastic.

Bahkan untuk kali pertamanya, warga melakukan sahur di bawah tenda itu, menyusul gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di Samudera Hindia sekitar 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (2/9) sore.

Meskipun makan dengan lauk pauk seadanya, ratusan warga yang memilih diam di bawah tenda, tetap melakukan sahur dengan khusyuk. Mereka juga melakukan shalat subuh berjamaah di tempat yang sama. “Ini pertama kali kami dan ratusan warga lainnya, melakukan sahur dan shalat berjamaah di dalam tenda. Kami masih takut untuk diam di dalam rumah dan melakukan ibadah di masjid,” kata Ibu Ipah (58), warga Kampung Cicepuk, Desa Pamoyanan.

Ipah bersama anak cucu dan menantunya, memilih diam di dalam tenda karena rumah permanen miliknya, sebagian besar rusak parah di bagian dinding dan atap. Hal serupa terlihat pula menimpa enam rumah permanen milik warga lainnya di desa tersebut. Sedangkan puluhan rumah milik warga berdinding bambu dan lantai kayu, tidak rusak sedikitpun.

“Hanya rumah permanen yang rusak parah, sedangkan rumah berdinding bambu berlantai kayu, tidak ada yang rusak,” tutur Agus. Bahkan, ungkapnya, masjid yang baru dibangun beberapa bulan yang lalu, mengalami kerusakan cukup parah. Sebagian besar kaca jendela pecah dan bagian kubah retak di beberapa bagian.

“Itulah sebabnya banyak warga memilih melakukan ibadah di bawah tenda karena kondisi masjid di kampung kami rusak parah. Meskipun masjid itu baru dibangun beberapa bulan yang lalu,” katanya.

ONO
Sumber : ANTARA

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/03/07190530/ratusan.pengungsi.sahur.di.bawah.tenda

Korban Gempa 44 Tewas, Pengungsi 5.630 Jiwa

Kamis, 3 September 2009 – 08:31 wib
Irma Yani – Okezone

JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan 7,3 SR di Tasikmalaya, menelan korban tewas sebanyak 44 orang, 120 mengalami luka-luka, dan 5.630 jiwa mengungsi di tenda-tenda ataupun Puskesmas terdekat.

Sementara 42 orang masih dinyatakan hilang, terbanyak berasal dari wilayah Cibinong, Cianjur.

“Pengungsi 5.630 terpencar di beberapa daerah,” ungkap Staf Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI Tia Kurniawan saat dihubungi okezone, Kamis (3/9/2009).

Menurutnya, saat ini belum ada data pasti mengenai jumlah korban akibat gempa yang turut mengguncang sejumlah daerah seperti Kabupaten Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, Garut, Bogor, Sukabumi, dan Ciamis, hingga wilayah Jakarta tersebut.

Meski demikian, paparnya, 150 orang anggota PMI telah diterjunkan ke beberapa wilayah yang terkena bencana, di mana sebelumnya telah diterjunkan sebanyak 30 orang ke masing-masing wilayah.

“Kita mash menunggu rincian data, tapi  PMI sudah menerjukan ke sana dari masing-masing cabang 30 orang, dan ada 150 orang yang standby 24 jam,” tuturnya.

Para anggota PMI, tambahnya, kini tengah melakukan pengkajian data dan pertolongan pertama.  Untuk pertolongan selanjutnya, PMI pusat masih menunggu informasi pasti dari masing-masing anggota yang berada di lokasi guna menentukan tindakan selanjutnya.

“Karena data masih simpang siur, jika sudah jelas maka kita bisa tentukan kebutuhannya apa,” tegasnya.

Hingga saat ini, PMI telah mengirimkan bantuan selimut ke wilayah Bandung, dan tenda pleton ke daerah Pangalengan. Selain itu, sebanyak 500 terpal untuk penampungan sementara dan 500 paket perlengkapan kebersihan (hygiene kit), perlengkapan keluarga (family kit), dan 100 body bag telah di kirimkan ke sejumlah lokasi.

(lam)

http://news.okezone.com/read/2009/09/03/1/253954/korban-gempa-44-tewas-pengungsi-5-630-jiwa

1.500 Rumah di Tasikmalaya Rata dengan Tanah

Kamis, 3 September 2009 – 08:20 wib
Fitra Iskandar – Okezone

TASIKMALAYA – Gempa yang mengguncang Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kekuatan 7,3 skala Richter, menyebabkan ribuan rumah warga runtuh, sebagian rata dengan tanah.

Sementara itu, ratusan rumah juga hancur di beberapa bagian bangunan.

Menurut Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim, rumah yang amblas rata dengan tanah tersebut mencapai 1.500unit, sedangkan yang hancur sekurang-kurangnya 900 rumah. Hingga kini, warga masih mengungsi di tenda-tenda darurat dan Puskesmas terdekat.

“Sekitar 450 orang diungsikan di tenda-tenda darurat dan ada juga yang di puskesmas,” ungkapnya, Kamis (3/9/2009).

Dikatakan Tatang, kondisi rumah terparah berada di Cigalontang, Tasikmalaya. Namun, hingga kini para pengungsi yang rumahnya hancur belum mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah.

“Saat  ini yang dibutuhkan tempat tinggal secepatnya, dan obat-obatan, serta air bersih,” katanya.

Tak hanya itu, tambahnya, di wilayah Cigalontang tersebut, terdapat pula Puskesmas yang hancur, rata dengan tanah. “Ada juga Puskesmas dalam kondisi parah, hancur berat, rata dengan tanah, padahal ada pasien yang sedang di rawat,” tutupnya.

(lam)

http://news.okezone.com/read/2009/09/03/1/253949/1/1-500-rumah-di-tasikmalaya-rata-dengan-tanah

60 Warga Cianjur Masih Tertimbun Longsor

Rabu, 2 September 2009 – 18:45 wib

gempa021

KOMPAS/ AGUSTINUS HANDOKO

Proses evakuasi korban yang tertimbun longsor paska gempa di Desa Cicangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Kamis (3/9). Evakuasi sulit dilakukan karena material longsoran berupa batu-batuan.

CIANJUR – Sekira 60 warga Kampung Gunung Hanafi, RT 01/04, Cikangkareng, Cibinong, Cianjur, Jawa Barat, masih tertimbun longsor.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Cikangkareng, Sulaiman, 60 warga yang tertimbun longsor tersebut terdiri dari 12 keluarga. Mereka tertimbun karena tinggal di bawah tebing yang rubuh akibat gempa berkekuatan 7,3 skala richter.

“Evakuasi korban terbilang sulit, karena mereka tertimbun hingga kedalaman 100 meter,” ujar Sulaiman saat dikonfirmasi per telepon, Rabu (2/9/2009).

Saat ini, kata dia, seratusan warga sekitar dibantu aparat kepolisian dan TNI masih berusaha mencari korban yang belum ditemukan. Para korban yang berhasil ditemukan langsung dibawa ke posko darurat yang berada di Kantor Desa Cikangkareng.

“Kondisi jenazah sangat mengenaskan. Bahkan, salah satu jenazah ada yang tangannya terputus,” pungkas Sulaiman. (Ricky Susan/Koran SI/teb)

http://news.okezone.com/read/2009/09/02/1/253885/60-warga-cianjur-masih-tertimbun-longsor

Lokasi Gempa TasikMalaya

Posted at September 2, 2009

Lokasi Gempa yang berkekuatan 7,3 SR, terjadi di Tasik Malaya Jawa Barat, berikut peta lokasi nya :

Lokasi : 7.770°S, 107.324°E

Sumber Gempa :

95 km (60 miles) SSW of Bandung, Java, Indonesia

10 km (65 miles) SSE of Sukabumi, Java, Indonesia

15 km (70 miles) WSW of Tasikmalaya, Java, Indonesia

90 km (120 miles) SSE of JAKARTA, Java, Indonesia

http://www.ihsanfirdaus.com/lokasi-gempa-tasikmalaya/

(Redaksi nahimunkar.com).