Genderang Perang Amerika Serikat Terhadap Teroris Berlanjut

Dengan terbunuhnya pemimpin al-Qaidah Usamah bin Laden, tak serta merta mengakhiri kebijakan Amerika Serikat memerangi terorisme secara global. Amerika Serikat akan semakin meningkatkan kebijakannya memerangi terorisme.

Langkah-langkah kebijakan yang akan diambil semakin bertambah, sampai seluruh tujuannya itu berhasil, hapusnya di muka bumi ini, orang-orang yang menginginkan tegaknya nilai-nilai Islam atau syariat Islam.

Perang yang sekarang digelorakan oleh Amerika Serikat itu, bukan hanya melawan terorisme, yang dalam pengertian konvensional. Perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat bukan hanya terhadap mereka yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya, atau  melawan musuh-musuhnya dengan kekerasan, tetapi Amerika Serikat akan “menghabisi” mereka yang dituduh radikal, ekstrim, dan fundamentalis.

Mereka yang dituduh  radikal, ekstrim, dan fundamentalis, adalah mereka yang menginginkan tegaknya prinsip-prinsip Islam, dan ingin menjadikan Islam sebagai pedoman hidup (minhajul hayah). Amerika Serikat tidak menginginkan nilai-nilai Islam menjadi tegak dalam kehidupan kaum Muslimin. Negara adidaya yang sudah “loyo” itu, mempunyai alasan-alasan sendiri mengapa menolak prinsip-prinsip Islam dan mereka yang ingin menjadikan Islam sebagai pedoman hidup mereka?

Prinsip-prinsip yang dianut kaum Muslimin bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah, yang mewajibkan hidup dengan bersih, menjauhi segala bentuk kemungkaran, dan kejahiliyahan, serta melarang hal-hal yang haram. Sedangkan Amerika Serikat negara “Pagan”, yang menganut prinsip-prinsip paganisme dan materialisme, kehidupan rakyatnya dan pemerintahannya menganut sistem kufur jahiliyah. Amerika Serikat menjadi pusat kesesatan. Seperti rakyatnya melakukan seks bebas, minum-minuman keras, makan-makanan yang haram, yang sangat bertolak belakang dengan kehidupan kaum Muslimin.

Karena itu, seperti dikatakan oleh Samuel Huntington, dua peradaban ini, yang satu peradaban yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah, dan yang satu bersumber dari syahwat manusia yang tanpa batas. Maka, tidak mungkin akan bertemu antara peradaban yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah dengan peradaban jahilyah itu.

Sekarang Amerika Serikat melakukan perang terhadap terorisme, dan diperlebar lagi, perang melawan terhadap kaum radikal, ektrimis, dan fundamentalis. Karena, menurut Amerika Serikat, sumber ancaman itu, tidak pernah akan habis, dan akan terus berlanjut.

Maka, Amerika Serikat selain berperang melawan terorisme global, sekarang ada proyek baru, yaitu proyek : “deradikalisasi”. Menurut Ameika Serikat, kaum radikal sudah menjadi ancaman global. Kaum radikal menjadi sumber ancaman, karena dari mereka muncul bibit-bibit terorisme itu. Inilah yang akan terus menciptakan “Perang Dingin” antara Dunia Islam dengan Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Seperti dikatakan oleh Kepala Penasehat Keamanan Presiden Barack Obama, Tom Donilon, yang mengatakan, bahwan dengan kematian Usamah bin Laden, belum berarti ancaman akan berakhir. Amerika Serikat akan membersihkan semuan elemen-elemen dan unsur-unsur yang mengancam terhadap kekuasaan kufur global, yaitu Amerika Serikat. Amerika Serikat terus melakukan perang kaum “Radikal” di seluruh dunia Islam, dan bukan hanya perang melawan terorisme belaka.

Amerika memaksa setiap pemimpin negara-negara Islam, agar melaksanakan prinsip-prinsip plularisme, dan meniadakan kemutlakan agama Islam. Amerika Serikat menginginkan bahwa seluruh penganut dan pemeluk Islam, menganut ajaran pluralisme, dan dapat membenarkan ajaran “Pagan”, yang sekarang terus dikampanyekan kepada pemeluk Islam di seluruh dunia Islam.

Bersamaan dengan kematian Usamah bin Laden, kehidupan dunia akan memasuki phase baru, semakin melebarnya konflik antara kaum Muslimin melawan Barat. Karena, terminologi yang menurut Amerika Serikat, mereka yang dianggap radikal, ekstrim, dan fundamentalis, sudah masuk kategori ancaman keamanan global.

Sekarang di setiap negara Muslim berlangsung kebijakan yang dijalankan pemerintah masing-masing proyek : “deradikalisasi”, dan yang menjadi objek adalah mereka yang ingin hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, dan menolak budaya Barat (Amerika Serikat), budaya hedonisme, yang jahiliyah dan sangat merusak. Wallahu a’lam.

Eramuslim.com, editorial, Senin, 09/05/2011 10:18 WIB

(nahimunkar.com)