Gereja Yasmin Bogor/ foto FUI Bogor

Selama ini yang muncul di berita ialah seolah-olah bahwa pihak Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor Jawa Barat tidak diberikan hak untuk beribadah, namun permasalahan sesungguhnya yang terjadi ialah proses pembangunan GKI yang penuh dengan kebohongan, yaitu adanya pemalsuan surat dan tanda tangan masyarakat setempat untuk persyaratan keluarnya IMB (izin mendirikan bangunan).

Bahkan Pengadilan Negeri Bogor juga sudah membuktikan bahwa telah terjadinya pemalsuan dan tandatangan masyarakat, yaitu dengan dijatuhinya PUTUSAN BERSALAH Majelis Hakim kepada saudara Munir Karta pada hari Kamis 20 Januari 2011 lalu selaku terdakwa kasus pemalsuan surat dan tandatangan masyarakat setempat.

Sebagaimana telah diberitakan sebagai berikut:

Gereja Yasmin Bogor Terbukti Memalsu Surat & Tandatangan Warga

Permasalahan sesungguhnya yang terjadi, proses pembangunan Gereja GKI Yasmin di Bogor penuh dengan kebohongan, yaitu adanya pemalsuan surat dan tanda tangan masyarakat setempat untuk persyaratan keluarnya IMB (Izin Mendirikan bangunan).

Oleh karena itu ulama dan seluruh komponen umat Islam Bogor  yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bogor Raya kembali merapatkan barisan untuk melakukan aksi penolakan terhadap bangunan Gereja GKI Taman Yasmin yang berlokasi di Jl. KH. Abdullah bin Nuh, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Bogor, Ahad (23/1) lalu.

Pengadilan Negeri Bogor juga sudah membuktikan bahwa telah terjadinya pemalsuan dan tandatangan masyarakat, yaitu dengan dijatuhinya PUTUSAN BERSALAH Majelis Hakim kepada saudara Munir Karta pada hari Kamis 20 Januari 2011 lalu selaku terdakwa kasus pemalsuan surat dan tandatangan masyarakat setempat.

Dengan adanya bukti-bukti tersebut sudah sangat jelas bahwa IMB GKI Yasmin statusnya CACAT HUKUM.

Selengkapnya dapat dibaca di nahimunkar.com, January 27, 2011 3:48 am,

https://www.nahimunkar.com/gereja-yasmin-bogor-terbukti-memalsu-surat-tandatangan-warga-2/

Meskipun demikian, tampaknya pihak GKI Yasmin masih ngotot. Maka Ummat Islam Bogor pun kembali bersikap.

Inilah berita selengkapnya:

GKI Yasmin masih ngotot melawan hukum

BOGOR– Ba’da Jumat kemarin (16/11 2011) sejumlah tokoh umat Islam Bogor dan masyarakat setempat berkumpul di depan bangunan milik Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin untuk mengadakan aksi damai dengan tujuan mengingatkan kembali bahwa masalah GKI Yasmin adalah murni pelanggaran hukum.

Tokoh umat Islam Bogor yang turut hadir antara lain KH. Muhidin junaedi (MUI Pusat), KH. Adam Ibrahim (MUI Bogor), Ust. Iyus Khaerunnas (FUI Bogor), Ust. Fahrudin Soekarno (KMB), Ust. Amirudin Abu Fikri (HTI), Ust. Mulyadi (UIKA), Ust Abdul Halim (DDII), Ust. Ahmad Iman (Forkami), Ust. Hasyim (FPI), Ust. Dani (Forsila) dll.

Selama ini yang muncul di berita ialah seolah-olah bahwa pihak GKI Yasmin tidak diberikan hak untuk beribadah, namun permasalahan sesungguhnya yang terjadi ialah proses pembangunan GKI yang penuh dengan kebohongan, yaitu adanya pemalsuan surat dan tanda tangan masyarakat setempat untuk persyaratan keluarnya IMB.

Bahkan Pengadilan Negeri Bogor juga sudah membuktikan bahwa telah terjadinya pemalsuan dan tandatangan masyarakat, yaitu dengan dijatuhinya PUTUSAN BERSALAH Majelis Hakim kepada saudara Munir Karta pada hari Kamis 20 Januari 2011 lalu selaku terdakwa kasus pemalsuan surat dan tandatangan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, selama ini pihak GKI selalu memprovokasi dengan mengadakan kebaktian-kebaktian di trotoar/bahu jalan yang jelas-jelas melanggar Instruksi Gubernur Jawa Barat No.28 Tahun 1990 pasal 11 tentang Kerukunan Kehidupan Beragama, butir 2(g) bahwa “Tidak mengalih fungsikan suatu tempat atau dan bangunan untuk digunakan tempat ibadah”.  Dan Perda Kota Bogor No. 8/Thn 2006  Tentang Ketertiban Umum Pasal 6 (k): “Setiap orang dan/atau Badan, dilarang mempergunakan jalan, trotoar, jalur hijau, dan taman selain untuk peruntukannya tanpa mendapat ijin Walikota”.

Padahal saat ini jemaat GKI sudah punya rumah ibadah di Jl. Pengadilan Bogor sehingga tidak perlu membuat provokasi dan mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat setempat dengan mengadakan ibadah di trotoar/bahu jalan tersebut.

Dengan terbuktinya pelanggaran hukum itulah maka Walikota Bogor mencabut IMB GKI Yasmin melalui SK Walikota no 645.45-137 tahun 2011 tgl 11 Maret 2011 lalu. Namun ternyata pihak GKI yasmin masih ngotot untuk melawan keputusan ini dengan dalih pelarangan ibadah.

Oleh karena itulah dalam aksi damai kemarin kaum muslim Bogor menyatakan:

1.    Mendukung Walikota Bogor untuk tetap terus menegakkan kebenaran dan tidak gentar menghadapi berbagai upaya dari pihak GKI Yasmin untuk melawan hukum.

2.    Meminta kepada walikota Bogor untuk mengeluarkan surat peringatan kepada GKI Yasmin untuk membongkar/memindahkan bangunannya ke tempat yang ada jamaahnya. Dan apabila peringatan itu diabaikan maka pihak aparat harus membongkar secara paksa.

3.    Meminta kepada aparat keamanan untuk mengantisipasi adanya provokator baik dari dalam maupun dari luar wilayah Bogor yang ingin mengadudomba dan memanfaatkan situasi sehingga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

4.    Menyeru kepada seluruh kaum muslimin, khususnya di wilayah Bogor untuk merapatkan barisan, bersatu untuk mengawal keputusan walikota tentang pencabutan IMB GKI Yasmin.

5.    Menyeru kepada seluruh kaum muslimin, khususnya di wilayah Bogor untuk tidak terprovokasi terhadap upaya adu domba untuk memecah belah umat.

6.    Mengingatkan kepada media agar adil dalam pemberitaan, karena permasalahan kasus GKI Yasmin adalah murni pelanggaran hukum bukan pelarangan ibadah.

(Syaifulfalah)/ Arrahmah.com, Ukasyah, Ahad, 18 September 2011 05:18:03

***

SABTU, 01 JANUARI 2011

Pernyataan FUI Bogor Terhadap Kasus Gereja Yasmin

PERNYATAAN SIKAP FUI BOGOR RAYA TERHADAP KASUS GEREJA YASMIN
Berkenaan kasus keberadaan GKI Yasmin yang masih tersangkut permasalahan hukum yang sedang berjalan di pengadilan, kami seluruh komponen umat Islam di wilayah Kota Bogor dan Bogor Raya dengan ini menyatakan:

 

1.       Akan terus mengawal aparat keamanan dan pemerintah kota Bogor untuk menindak segala kegiatan melanggar hukum.

2.       Kepada Seluruh Aparat Kota Bogor, kami meminta agar oknum-oknum pihak GKI yang masih selalu memprovokasi Umat Islam dengan tetap melaksanakan aktifitas keagamaan di area tersebut, segera ditangkap dan diamankan, sehingga tidak memancing kemarahan umat Islam. Kami seluruh komponen umat Islam tidak pernah rela sedikitpun kepada mereka, untuk melakukan kegiatan peribadatan di area tersebut. Oleh karena itu, kami meminta agar tidak sekali-kali memberi ijin kepada mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan peribadatan di area tersebut karena mengganggu ketertiban umum.

3.       Mengingat IMB GKI tersebut cacat hukum, kami meminta kepada Pemerintah Kota Bogor, untuk mencabut SK IMB tersbut. Karena dalam proses pengajuannya tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah (cq. PBM dua Menteri) dan dilakukan dengan penuh kebohongan-kebohongan serta mengelabuhi warga masyarakat.

4.       Kepada aparat kepolisian dan pihak yang berwajib, kami meminta dengan segala hormat agar oknum yang bernama Bondan Gunawan dan kawan-kawannya yang telah melakukan tindakan kriminal (Pasal 232 KUHP Pasal 1 ayat 1) dengan membuka paksa segel pelarangan operasi/pelaksanaan kegiatan-kegiatan peribadatan GKI di tempat tersebut segera ditangkap, dan diadili sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

5.       Kepada aparat Pemerintah Kota Bogor, dan aparat keamanan, baik dari unsur SatPol PP maupun dari unsur Kepolisian Republik Indonesia, kami meminta agar selalu membela kepentingan umat yang berdiri dalam kebenaran, berani bertindak tegas, tidak takut kepada siapapun dan tidak ragu-ragu dalam menindak tegas terhadap segala bentuk perbuatan kriminal dan melanggur hukum dari pihak GKI maupun para pendukungnya. Kami seluruh komponen umat Islam akan selalu berjuang untuk menegakkan kebenaran, memberantas kedustaan dan kemungkaran.

Demikian pernyataan sikap ini, Allah Swt dengan tegas menjelaskan dalam firmannya:
 “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Ali Imran 54)

Semoga Allah selalu mempersatukan kita semua dalam barisan orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran dan memberantas kemungkaran, serta melindungi kita semua dari kejahatan orang-orang munafik, orang-orang yang murtad dan orang-orang yang kafir. Amiin

Bogor, 20 Muharram 1432 H / 26 Desember 2010

Hormat kami,

Ketua,

Drs. Iyus Khaerunnas Malik

Sekretaris,

H.Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, S.Pd.

Diposkan oleh FUI BOGOR RAYA / http://fui-bogor.blogspot.com/

(nahimunkar.com)