Belum Habis Ahok  Terbitlah Hary Tanoe

  1. Bagi saya, spirit 212 itu salah satunya adalah mewaspadai jurus2 maut penjarahan NKRI oleh komunis Cina dan para kolaboratornya. Namanya waspada, ya harus ekstra siaga saat langkah asing makin merangsek ke jantung pertahanan.
  2. Tak ingin terlambat, pagi2 saya sudah proklamirkan takkan sudi menerima bantuan Hary Tanoe. Bahkan saya lantangkan, “Go to hell with your aid !”. Betapa ironisnya duit orang kafir yang tak kenal halal-haram dipakai memajukan pesantren ? Maju menuju ke jurang neraka gitu ?
  3. Saya mafhum jika Said Agil Siroj terlibat di Yayasan Peduli Pesantren milik Hary Tanoe itu. Tapi saya keheranan, kok Kyai Gus Sholah ada di dalamnya juga ? Saya jadi mikir, beranalogi ala tradisi santri saat ngaji fiqih : adakah kiranya madzhab yang menghalalkan daging anjing tidak galak nan manis ?
  4. Belum kesampaian rencana saya dan beberapa kawan untuk sowan ke Jombang, pagi tadi sudah ada kabar klarifikasi. Yang ini berkebalikan dengan klarifikasinya Sari Roti, maka para mujahidin 212 peronda pos perbatasan tak usah memboikot Ponpes Tebuireng, lho. Isok kuwalat sampeyan.
  5. Klarifikasi sudah dinyatakan dalam sebuah pertemuan tertutup, dihadiri beberapa Kyai senior Nusantara. Bahwa Kyai Gus Sholah merasa dijebak (saya ulangi : dijebak !) agar menjadi Ketua Dewan Pengawas di Yayasan Peduli Pesantren Hary Tanoe. Kini beliau pun mundur dari struktur kepengurusan.
  6. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memilih para peserta Aksi 212 menjadi serdadu pembela Al Qur’an dan kehormatan agama-Nya. Maka, janganlah pernah surut ataupun layu hingga ajal datang. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Allohu Akbar !!!

Achmad Fathony
Pengasuh Pondok Pesantren Dakwah Al Kahfi
Tarik, Sidoarjo-Jawa Timur.

Sumber: dakwahmedia.net

(nahimunkar.com)