Jakarta, Aktual.com – Salah satu pelapor Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Habib Novel Bamukmin menceritakan sedikit bagaimana jalan persidangan kasus dugaan penistaan agama, yang digelar di Hall D Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Kata Novel, dalam persidangan tadi terbongkar bahwa Ahok memang sejak dulu kerap menyinggung soal surat Al Maidah ayat 51. Khususnya, bagaimana pernyataan Ahok dalam bukunya yang berjudul ‘Merubah Indonesia’ pada halaman 40 dengan subjudul ‘Berlindung Di Balik Ayat Suci’ paragraf 1 dan 2.

“Jadi Ahok terbongkar, yang tadi Ahok katakan sudah terbantahkan. Jadi dari e-book halaman 40 Ahok sudah menantang Al Maidah,” tegas Novel usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Bahkan pandangan Novel, ada pertanyaan dari penasihat hukum yang seolah mengakui bahwa Ahok memang ‘suka’ menistakan agama Islam, dengan menanyakan mengapa pihak pelapor tidak meminta klarifikasi Ahok.

“Ternyata Ahok ini bukan baru sekali (menistakan Islam). Adapun yang pengacara tanyakan mengapa nggak dinasehati? Kalau cuma sekali saya nasihati, tapi ini berkali-kali,” bebernya.

Secara bijak, Novel mengaku menjawab pertanyaan pengacara. Bisa saja, sambung dia, para pelapor meminta klarifikasi ke Ahok, namun menurutnya hal tersebut tidak dapat dilakukan lantaran Ahok sudah berkali-kali melakukan penistaan.

“Saya katakan bahwa kita ini bisa tabayun, tapi bukan untuk berkali-kali. Tentang hati (niat), hati dan pikiran manusia tidak bisa diungkapkan,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal FPI DKI ini pun di depan majelis mengklaim siap membeberkan bukti-bukti penistaan agama oleh Ahok. Kata dia ada 38 bukti. Tapi tidak dizinkan oleh untuk diungkap.

“Sebenarnya Ahok dan pengacara siap, tapi nggak tahu alasan hakim menolak. Mungkin bukti itu membuat hakim tidak bisa mengelak untuk menahan (Ahok),” tandasnya.

Laporan: Zhacky

(Karel Stefanus Ratulangi)

http://www.aktual.com/

***

Habib Novel Paparkan Bukti Penistaan Agama oleh Ahok di Sidang

Gubenur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersiap menjalani persidangan lanjutan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1).


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama alias Ahok memasuki sesi keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Habib Novel menjadi saksi pertama yang diperiksa dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1).

Dalam kesaksiannya, Habib Novel memaparkan sejumlah bukti -bukti bahwa Ahok secara meyakinkan telah melakukan tindakan penistaan agama. ”Terbongkar, bahwa unsur ketidaksengajaan yang Ahok sebut itu terbantahkan dengan data -data yang saya sampaikan,” kata dia.

Bukti -bukti tersebut, lanjut dia, adalah E-book berjudul Merubah Indonesia dalam halaman 40 dari paragraf satu, dua, ketiga sampai keempat tentang Al -Maidah. Selain itu, Habib Novel menyatakan Ahok telah menyerang Islam sejak masih menjadi calon wakil gubernur pada 2012.

”Contohnya, ayat suci no, ayat konstitusi Yes, atau ayat -ayat konstitusi di atas ayat -ayat suci. Itu yang saya sampaikan,” ucapnya.

Sehingga, ia meyakini bahwa Ahok bukan hanya sekali melakukan penistaan terhadap Islam. Sehingga itulah yang membuatnya membahtah pertanyaan kuasa hukum Ahok mengapa kliennya tidak dinasehati saja.

”Saya bilang tidak perlu dinasehati. Kalau Ahok mengucapkan sekali, maka saya perlu nasehati. Tapu Ahok ini berkali -kali. saat di pulau pramuka dan 21 September di partai Nasdem, 30 Maret juga. Tetapi saya melihat dzohir, bahwa Ahok terbukti tidak pernah kapok,” tegasnya.

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Bilal Ramadhan

http://nasional.republika.co.id/

(nahimunkar.com)