Foto: Istimewa


Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menetapkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama dan penistaan simbol negara.

Penetapan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat menggelar konperensi pers di Mapolda Jabar, Senin, 30 Januari 2017. “Hasil gelar perkara ini seluruhnya sudah masuk unsur, alat bukti sudah terpenuhi dan penetapan terhadap Rizieq Syihab dari saksi menjadi tersangka,” ujarnya.

Penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang telah dilakukan sebanyak tiga kali, penyidik menyimpulkan unsur pelanggaran Pasal 154 A KUHP  tentang penistaan simbol negara dan Pasal 320 tentang pencemaran nama baik, telah terpenuhi. “Dalam waktu dekat ini kita akan kumpulkan bukti-bukti lain kalau diperlukan lagi dari tim penyidik,” kata dia.

Penetapan Habib Rizieq Syihab dalam dugaan pencemaran nama dan penistaan simbol negara menuai protes dari sejumlah netizen. Netizen menyampaikan bahwa perjuangan umat Islam tidak akan pernah berkurang selepas penetapannya sebagai tersangka.

Ada juga netizen yang merasa heran dengan penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka. Menurutnya, Zaskia Gotik pernah menghina Pancasila dan tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus ini bermula ketika Habib Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri atas tuduhan telah menghina Presiden pertama RI Soekarno dan Pancasila. Kasus kemudian dilimpahkan ke Polda Jawa Barat. Tuduhan penghinaan itu dilakukan Rizieq saat ia berceramah di Lapangan Gasibu Bandung pada 2011.

http://eveline.co.id/

***

Bantah Sebut Pancasila Pantat, Habib Rizieq: Maksud Saya Sila Buntut

Rizieq Shihab usai diperiksa Polda Jabar. (RRI)

Beritakepo.com. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab membantah menyebut ‘Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala’. Menurut Rizieq, ada salah pemahaman dari pernyataan yang dikatakannya tersebut.

“Saya katakan bahwa Pancasila usulan Soekarno, menempatkan sila ketuhanan pada sila yang terakhir. Kalau orang Betawi bilang sila buntut. Saya orang Betawi nih. Kalau pertama sila kepala terakhir sila buntut. Saya katakan Pancasila piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Pancasila UUD 18 Agustus 1945 menempatkan sila ketuhanan menjadi sila kepala. Nah buntut dipermasalahkan,” kata Rizieq usai merampungkan pemeriksaan di Mapolda Jabar, Kamis (12/1), dilansir Merdeka.com.

Menurut Rizieq, salah pemahaman itu terletak dari arti penggunaan buntut yang diucapkannya hingga dipersoalkan ke kepolisian. Rizieq mengatakan, pemakaian kata buntut dalam warga Betawi memiliki makna terakhir.

“Baiklah, kalau andaikata kata buntut tidak diterima, berarti yang saya kritik baru Pancasila usulannya bukan yang Pancasila dasar negara. Kecuali kalau Pancasila dasar negara. Terus saya nodai, berarti saya nodai lambang negara. Jadi tolong dipahami. Kalau orang Betawi bilang nomor akhir itu buntut. Jangan kaget yah,” ujar Rizieq.

Habib Rizieq juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian karena pemeriksaan berjalan lancar.

“Saya sampaikan kepada penyidik bahwa ceramah yang saya sampaikan adalah tesis ilmiah saya pada saat saya mengambil S2 di University Malaya Malaysia judulnya pengaruh pancasila terhadap penerapan syariat Islam di Indonesia. Setelah saya lulus tesis ilmiah diuji secara akademik saya lulus dengan nilai memuaskan,” jelasnya.

Setelah menyampaikan orasinya, Rizieq kemudian meminta pendukungnya untuk pulang. Dia menitipkan pesan untuk tidak terprovokasi.

“Silakan pulang. Jangan diladeni kalau ada provokasi,” ucapnya.

Kasus dugaan penghinaan Pancasila Rizieq saat ceramah di wilayah Jawa Barat dilaporkan salah satu putri Presiden pertama RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri. Laporan Sukmawati ke kepolisian dilatarbelakangi pernyataan Rizieq yang menyebut ‘Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala’.

http://www.beritakepo.com/

(nahimunkar.com)