Hak Angket Bank Century untuk Usut Dugaan Konspirasi Cukong, Koruptor dan Pejabat

“Hak Angket ini diajukan untuk usut tuntas kasus ‘perampokan’ uang negara Rp 6,77 triliun”

Hak Angket Bank Century yang diusulkan delapan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) –tanpa keikutsertaan Fraksi Partai Demokrat– memiliki lima fokus penyelidikan yang akan diungkap.

Salah satunya, pengusul akan mengusut dugaan keterlibatan Komjen Pol Susno Duadji, yang selama ini ramai diberitakan, disebut-sebut membantu pencairan dana deposan Budi Sampoerna. Susno dalam berbagai kesempatan, mengaku sudah melakukan semuanya sesuai prosedur.

Pengusul angket akan mengurai secara transparan komplikasi yang menyertai kasus ini. Termasuk mengapa bisa terjadi perubahan peraturan Bank Indonesia secara mendadak, keterlibatan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duaji dalam pencairan dana nasabah Bank Century sebesar Rp2 triliun dan kemungkinan terjadinya konspirasi antara para pemegang saham utama Bank Century dan otoritas Perbankan dan keuangan pemerintah.

Inilah berita-beritanya:

Skandal Bank Century

24 Politisi Golkar Kawal Usul Angket Century

“Hak Angket ini diajukan untuk usut tuntas kasus ‘perampokan’ uang negara Rp 6,77 triliun”

Kamis, 12 November 2009, 18:00 WIB

Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi

VIVAnews – Seluruh politisi Partai Golkar yang ikut menandatangani usul angket kasus Century berjanji akan mengawal usulan ini sampai disetujui paripurna Dewan Perwakilan Rakyat. Menurut juru bicara 24 politisi itu, Bambang Soesatyo, hak angket ini untuk mengusut tuntas “perampokan” uang negara.

“Pimpinan DPR harus menindaklanjuti usulan Hak Angket Bank Century yang diajukan 139 anggota DPR dari delapan fraksi,” ujar Bambang dalam pernyataan tertulisnya, Kamis 12 November 2009. “Hak Angket ini diajukan untuk mengusut tuntas kasus ‘perampokan’ uang negara sebesar Rp 6,77 triliun.” (vivanews)

Usut dugaan keterlibatan Susno

Pengusul Angket Century Juga Usut Dugaan Keterlibatan Susno Duadji

detikcom – Jumat, 13 November

Pengusul Angket Century Juga Usut Dugaan Keterlibatan Susno Duadji

Meski belum disetujui menjadi panitia khusus, pengusul hak angket skandal Bank Century sudah menyiapkan beberapa fokus penyelidikan yang akan dilakukan.

Salah satunya, pengusul akan mengusut dugaan keterlibatan Komjen Pol Susno Duadji, yang selama ini ramai diberitakan, disebut-sebut membantu pencairan dana deposan Budi Sampoerna. Susno dalam berbagai kesempatan, mengaku sudah melakukan semuanya sesuai prosedur.

“Mengurai secara transparan komplikasi yang menyertai kasus pencairan dana  talangan Bank Century. Termasuk mengapa bisa terjadi perubahan Peraturan Bank Indonesia secara mendadak, keterlibatan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji dalam pencairan dana nasabah Bank Century sebesar Rp 2 triliun, dan kemungkinan terjadinya konspirasi antara para pemegang saham utama Bank Century dan otoritas perbankan dan keuangan pemerintah,” kata wakil pengusul Maruarar Sirait.

Hal itu disampaikan Maruarar saat penyampaian usulan 141 tanda tangan anggota dari 7 fraksi di Ruang Pimpinan DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/11/2009).

1 orang dari F-KB, Effendy Choire menyatakan dukungan namun terkendala teknis untuk tanda tangan. Sementara tidak satupun anggota F-PD meneken.

Hal lain yang menjadi fokus, kata Maruarar, adalah menyelidiki ke mana saja aliran dana talangan Century, mengingat sebagian dana talangan tersebut oleh direksi Century justru ditanamkan dalam bentuk Surat Utang  Negara dan dicairkan lagi bagi nasabah besar. Sementara kepentingan nasabah kecil justru terabaikan.

“Adakah faktor kesengajaan melakukan pembobolan uang negara demi kepentingan tertentu, politik misalnya, melalui skenario bail-out bagi Bank Century?” ujar anggota F-PDIP ini.

Selain itu, lanjut Maruarar, pengusul juga akan menyelidiki dasar hukum apa yang dipakai pemerintah untuk mencairkan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun itu.

http://id.news.yahoo.com/dtik/20091112/tpl-pengusul-angket-century-juga-usut-du-b28636a.html

Lima Fokus Penyelidikan Hak Angket Bank Century

Inilah Lima Fokus Penyelidikan Hak Angket Bank Century

Kamis, 12 November 2009 – 16:57 wib
Maria Ulfa Eleven Safa-Iman Rosidi – Okezone

JAKARTA – Hak Angket Bank Century yang diusulkan delapan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memiliki lima fokus penyelidikan yang akan diungkap.

Pertama, mengetahui sejauhmana pemerintah melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait keputusannya untuk mencairkan dana talangan Rp6,7 triliun untuk Bank Century. Adakah indikasi pelanggaran peraturan perundang-undangan baik bersifat pidana maupun perdata?

Kedua, mengurai secara transparan komplikasi yang menyertai kasus ini. Termasuk mengapa bisa terjadi perubahan peraturan Bank Indonesia secara mendadak, keterlibatan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duaji dalam pencairan dana nasabah Bank Century sebesar Rp2 triliun dan kemungkinan terjadinya konspirasi antara para pemegang saham utama Bank Century dan otoritas Perbankan dan keuangan pemerintah.

Ketiga, menyelidiki ke mana saja aliran dana talangan Bank Century, mengingat sebagian dana talangan tersebut oleh direksi Century justru ditanamkan dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) dan dicairkan bagi nasabah besar seperti Budi Sampoerna. Sementara kepentingan nasabah kecil justru terabaikan. Adakah faktor kesengajaan melakukan pembobolan uang negara demi kepentingan tertentu. Kepentingan politik misalnya, melalui skenario bail-out bagi Bank Century.

Keempat, menyelidiki kenapa bisa terjadi pembengkakan dana talangan menjadi Rp6,7 triliun bagi Bank Century tanpa persetujuan DPR? Sementara Bank Century hanya Bank swasta kecil yang sejak awal bermasalah bahkan saat menerima bail out Bank ini sedang dalam pengawasan khusus. Rasionalkah alasan pemerintah bahwa Bank Century patut diselamatkan karena mempunyai dampak sistemik bagi Perbankan nasional secara keseluruhan.

Kelima, mengetahui seberapa besar kerugian negara sebenarnya yang ditimbulkan oleh kasus bail out Bank Century. Sejauhmana kemungkinan penyelamatan uang negara bisa dilakukan. Sebab selain penegakan hukum, ditengah berbagai kesulitan hidup yang dialami masyarakat, aspek penyelamatan uang negara ini sangat penting untuk dijadikan prioritas demi memenuhi rasa keadilan rakyat. Selanjutnya uang negara yang didapatkan dan diselamatkan bisa digunakan untuk kepentingan meningkatkan kesejahteraan rakyat. (css)

http://economy.okezone.com/read/2009/11/12/20/274973/20/inilah-lima-fokus-penyelidikan-hak-angket-bank-century

Tengok berita akhir September, Boediono dan Sri Mulyani demi Bank Century:

Demi Bank Century, Boediono dan Sri Mulyani Rapat Sampai Subuh

Rabu, 30 September 2009 | 10:13 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Suhartono

JAKARTA, KOMPAS.com – Demi menyelamatkan Bank Century, Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan rela rapat maraton hingga subuh. Hal tersebut dapat diketahui dari salinan laporan sementara audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap dana penyehatan Bank Century yang diterima Kompas, Rabu (30/9) pagi.

Dari laporan tersebut dijelaskan bahwa persoalan Bank Century sudah dibahas dalam rapat konsultasi antara pihak Bank Indonesia, Departemen Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selama empat kali yakni tanggal 14, 17, 18, dan 19 November 2008.

Begitu keluar surat Gubernur Bank Indonesia yang saat itu dijabat Boediono nomor 10/232/GBI/Rahasia pada tanggal 20 November 2008, rapat digelar secara maraton. Rapat tanggal 20 diketahui mulai dilakukan pukul 23.00 namun tak berhasil memutuskan kata sepakat.

Karenanya, rapat pun dilanjukan pagi harinya pukul 04.25-06.00. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), Gubernur Bank Indonesia Boediono selaku anggota KSSK, dan Sekretaris KSSK Raden Pardede. Inti rapat tersebut memutuskan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik sebagaimana analisis Bank Indonesia.

Namun, rapat Jumat pagi subuh itu belum memutuskan cara penyelematan Bank Century. KSSK baru memutuskan persoalan Bank Century diserahkan kepada LPS pada pertemuan lanjutan sore harinya. (kompas.com)

Apakah perjalanan hak angket ini akan mampu mengungkap sejatinya konspirasi atau akan kandas, wallahu a’lam. (nahimunkar.com)