Ternyata, “Halaqoh Penangggulangan Terorisme” yang diselenggarakan oleh BNPT di seluruh Indonesia yang mencantumkan nama MUI Pusat, adalah acara ilegal. MUI Pusat tidak tahu-menahu, karena acara itu murni pencatutan nama MUI Pusat.

Hal itu terungkap dalam bedah buku “Kritik, Evaluasi dan Dekonstruksi Gerakan Deradikalisasi Aqidah Muslimin di Indonesia” yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo di Masjid Baitul Makmur Solo Baru Sukoharjo, Ahad (31/7/2011).

Di hadapan lima ribuan peserta bedah buku itu, MUI Solo mengungkap penyelewengan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam acara bertajuk “Halaqoh Penangggulangan Terorisme.” Dalam publikasinya, acara besar-besaran yang digelar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, mencantumkan nama MUI Pusat sebagai mitra kerjasama.

MUI Solo menjelaskan, setelah pihaknya melakukan investigasi dan klarifikasi kepada MUI Pusat di Jakarta, ternyata acara yang tersebut tidak didukung MUI Pusat.

Berdasarkan penjelasan Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin, MUI Pusat tidak tahu-menahu tentang acara yang diadakan oleh BNPT tersebut. Pencatutan nama MUI Pusat dalam acara deradikalisasi BNPT itu adalah ulah oknum yang ada di MUI Pusat tanpa minta ijin kepada MUI Pusat secara lembaga, tapi mengatasnamakan lembaga resmi yaitu MUI Pusat.

Dengan penjelasan itu, MUI Solo menyimpulkan bahwa acara yang diadakan oleh BNPT pada bulan lalu di berbagai kota merupakan acara ‘ilegal’, dikarenakan acara tersebut hanya mengambil oknum.

Buku  “Kritik, Evaluasi dan Dekonstruksi Gerakan Deradikalisasi Aqidah Muslimin di Indonesia” ditulis MUI Solo itu untuk meluruskan pemahaman kaum muslimin tentang istilah-istilah dan nilai-nilai Islam yang diselewengkan dan disalahtafsirkan oleh BNPT.

Tiga narasumber yang hadir dalam bedah buku Ahad pagi tersebut adalah dr. Joze Rizal dari MER-C Jakarta, Ustadz Abu Rusydan dan Munarman SH, Ketua An-Nashr Institute yang juga Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pusat.

Dalam sambutannya, MUI Solo yang diwakili Ustadz Dahlan menjelaskan, MUI Solo sudah mencetak buku ini sebanyak 30.000 eksemplar. Rencananya MUI Solo akan menggelar acara bedah buku dan ‘Road Show’ di setiap kota yang sudah dijadikan BNPT sebagai tempat penyelenggarakan acara “HalaqohPenangggulangan Terorisme”, beberapa bulan lalu. Tentunya kegiatan seperti ini tetap bekerjasama dengan MUI  dan Ormas Islam setempat untuk menjalin kekuatan disetiapliniummatIslam.

Sebelumnya, acara serupa diadakan oleh MUI Solo bekerjasama dengan Fakultas Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), di kampus UMS Solo, Sabtu (16/7/2011). Acara terbatas ini dihadiri dua narasumber: Muinudinillah Basri MA, Direktur Program Pasca Sarjana UMS dan Munarman SH. Kepala BNPT Ansyad Mbai yang dijadwalkan hadir, mangkir dalam acara tersebut, hanya mengutus perwakilannya. [taz/bekti sejati]

 


Voice of Al Islam on South East Asia
Page : http://www.voa-islam.com/news/print/2011/08/04/15720/halaqoh-deradikalisasi-terorisme-bnpt-adalah-proyek-ilegal-mencatut-mui

SUKOHARJO (voa-islam.com) – Kamis, 04 Aug 2011

***

Densus Dikritik Keras, Hobinya Main Bunuh

Arogansi Densus 88 yang hobinya main bunuh tersangka teroris, mendapat kritikan keras dari politisi kawakan, mantan anggota DPR PPP dan anggota MUI, Hj Aisyah Amini SH. Dikatakannya, seharusnya terhadap tersangka teroris, Densus jangan hanya main tembak dan bunuh di tempat. Sebab belum tentu mereka itu teroris dan akan sangat tragis jika mereka ternyata bukan teroris.

“Saya sangat menyayangkan arogansi Densus 88 yang suka main tembak dan bunuh terhadap tersangka teroris, padahal mereka belum tentu teroris. Densus tidak pernah mengedepankan asas praduga tak bersalah. Padahal kalau tersangka teroris itu dibiarkan hidup, niscaya mereka akan bisa dimintai keterangan.”  

Hal itu dikatakan Aisyah Amini pada acara Halaqah Penanggulangan Terorisme, yang diadakan di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi, Jakarta, Sabtu (6/11 2010). Halaqah menghadirkan para pembicara Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai (Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme/BNPT), Kombes Pol Herwan Chaidir (Kabid Pencegahan Mabes Polri, Perwira Densus 88), KH Ma’ruf Amin (Ketua MUI) dan Dr Hamka Hazan (Anggota BNPT). Setelah Jakarta, Halaqoh Penanggulangan Terorisme juga akan diadakan di Bandung, Surabaya, Solo, Palu dan Medan.

Menanggapi hal itu, Herwan Chadir menegaskan, sesuai dengan instruksi Kapolri Timur Pradopo, kedepannya Densus akan lebih menekannya pada tindakan persuasif, bukan represif.

“Polri nantinya terpaksa menggunakan cara-cara persuasif dalam menangani terorisme, seperti de radikalisasi. Densus tidak akan lagi menggunakan cara represif yang bisa dianggap sebagai pelanggaran HAM untuk mengorek keterangan dari tersangka teroris,” 
ujar perwira menengah Densus tersebut.

Sementara itu Ansyaad Mbai menegaskan, setelah menjadi BNPT dimana sebelumnya hanya Desk Anti Teror di Kementerian Polhukam, ternyata pihaknya masih kesulitan dalam keuangannya, sehingga sulit mendanai kampanye anti terorisme di Indonesia.

Kenapa Densus 88 memilih lambang yang sudah jelas merupakan salah satu lambang Illuminati???
Adakah hubungannya dengan asal usul dana yang menyokong Densus 88??? 
(http://supercicak.blogspot.com)

“Saya minta bantuan Ibu Aisyah Amini yang masih mempunyai pengaruh di DPR, agar bisa melobi para anggota DPR untuk memberi dana yang cukup pada BNPT. Kalau dananya cukup, maka pemberantasan terorisme akan semakin terkoordinasi dengan lancar,”
 ungkap Ansyaad Mbai yang mengaku selama 8 tahun ini menfokuskan diri pada pemberantasan terorisme.

Sedangkan KH Ma’ruf mengakui, untuk mencegah tangkal terhadap terorisme, MUI telah mengeluarkan fatwa tentang terorisme haram, bom bunuh diri haram.

“Ingin mati syahid melalui tindakan teror dan bom bunuh diri merupakan perbuatan sia-sia. Indonesia bukan wilayah perang (harbi) seperti Afghanistan, Irak dan Palestina. Bom bunuh diri dan perampokan untuk merebut harta orang lain dengan dalih jihad, sama sekali tidak menggambarkan perilaku yang diajarkan Islam,” tegasnya. (Abdul Halim)  

http://www.suara-islam.com , Sunday, 07 November 2010 20:46 | Written by syaiful |