Anggota Komisi Fatwa MUI, Hamdan Rasyid pada sidang kesembilan Ahok (KiniNews/Ist)


JAKARTA, kini.co.id – Anggota Komisi Fatwa MUI, Hamdan Rasyid dalam kesaksiannya pada sidang kesembilan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok di Auditorium Kementraian Pertanian, Selasa (7/2), mengaku pernah menonton video sambutan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu.

Namun Hamdan mengatakan dirinya tidak mengingat dimenit keberapa Ahok menyinggung surat Al Maidah ayat 51.

“Iya saya pernah (menonton). Tapi saya tidak ngitung semuanya berapa (menit) tapi yang disebutkan Ahok saya tahu,” ujar Hamdan.

Lebih lanjut Hamdan menegaskan tidak mempermasalahkan video berdurasi apapun yang diperdebatkan, apakah yang sudah dipotong pendek atau video asli tanpa diedit yang diunggah oleh Pemprov DKI Jakarta. Baginya, Ahok telah jelas menistakan agama.

“Versi manapun enggak ada bedanya, udah ngaku dia. Apa bedanya sih, kan sudah ngaku dia bahwa itu omongan dia bahwa dia menistakan agama. Jangan dibohongi pakai almaidah 51.”

“Sama saja saya bilang jangan dipukul pakai kayu, kayu kan alat pukul kan. Kalau begitu Al Maidah alat kebohongan. Kalau anda sebagai muslim ragu pada Alquran, murtad dia!,” pungkasnya.

Reporter : Yudi Andriansyah

Editor: Rakisa/nasional.kini.co.id

(nahimunkar.com)