PM Kanada Justin Trudeau menyebut hati 36 juta orang hancur akibat penembakan masjid (Foto: Reuters)


OTTAWA – Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, terus menunjukkan solidaritas kepada warga Islam. Pria berusia 45 tahun itu menyatakan hati 36 juta warga Kanada sama hancurnya dengan keluarga enam orang jamaah yang tewas ditembak saat melaksanakan ibadah Salat Isya di Quebec pada Minggu 29 Januari 2017.

Pernyataan tersebut dilontarkan PM Justin Trudeau di hadapan Parlemen Kanada sebelum mengunjungi lokasi penembakan. Pria asal Ottawa itu berupaya menenangkan sekira 1 juta umat Islam Kanada bahwa jutaan warga lainnya berada di belakang mereka.

 “Kami bersama Anda. Sekira 36 juta hati hancur, sama dengan Anda. Ketahuilah, kami menghargai Anda,” ucap Justin Trudeau, seperti dimuat ITV, Selasa (31/1/2017). Suami Sophie Gregoire Trudeau itu kemudian menghadiri upacara peringatan untuk mengenang para korban di masjid tersebut, Senin 30 Januari 2017 malam waktu setempat.

Sementara itu, polisi menjatuhkan enam dakwaan pembunuhan tingkat pertama (pembunuhan berencana) kepada pelaku bernama Alexandre Bissonnette. Pria berusia 27 tahun itu diketahui sebagai simpatisan supremasi kulit putih dan kalangan konservatif sayap kanan Eropa. Ia ditangkap bersama satu orang terduga pelaku lainnya, tidak lama setelah penembakan tersebut.

Namun, polisi kemudian membebaskan pria bernama Mohamed el Khadir itu. Polisi menurunkan status pria asal Maroko itu dari terduga pelaku menjadi saksi mata. Pihak kepolisian yakin Alexandre Bissonnette yang merupakan warga asli Kanada itu, pelaku tunggal dan menjalankan aksinya tanpa ada perintah dari pihak lain.

Sebagaimana diberitakan, enam orang jamaah tewas ditembak ketika sedang menunaikan Salat Isya di masjid yang berada di lingkungan Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec. Hingga saat ini, masih ada lima orang korban luka-luka yang berada dalam kondisi kritis, sementara 12 orang lainnya menderita luka ringan.

(war)

Sumber : news.okezone.com

(nahimunkar.com)