Masyarakat Makassar dihebohkan beredarnya pin bergambar wajah Nabi Muhammad SAW. Pin itu dibawa dari Iran oleh Bahanda alumni Pesantren Hausa Al Mahdi Iran. Sumber di jajaran Polresta Makassar Timur menyebutkan, saat pulang ke Indonesia, Bahanda membawa 20 pin sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya di IJABI. Namun tidak semua pin itu bergambar pria yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad. “Ada juga yang bergambar Imam Ali bin Abi Thalib dan ulama Syiah lainnya.

Pin yang beredar berbentuk bundar, berdiameter 5 centimeter. Warna dasar pin hijau tua. Di tengah pin berwarna lebih terang dan tergambar wajah gagah berjanggut lebat.

Dalam pin tersebut juga terdapat tulisan Arab ‘Nabi Muhammad SAW’.

Berita-beritanya sebagai berikut:

Pin Wajah Nabi Muhammad Beredar di Makassar

Di tengah pin terdapat gambar wajah dan bertuliskan ‘Nabi Muhammad SAW’.

Kamis, 15 Oktober 2009, 12:51 WIB

Elin Yunita Kristanti

VIVAnews – Masyarakat Makassar dihebohkan beredarnya pin bergambar wajah Nabi Muhammad SAW.

Pin yang beredar berbentuk bundar, berdiameter 5 centimeter. Warna dasar pin hijau tua. Di tengah pin berwarna lebih terang dan tergambar wajah gagah berjanggut lebat.

Dalam pin tersebut juga terdapat tulisan Arab ‘Nabi Muhammad SAW’.

Mendapat laporan soal penyebaran pin ini, Kepolisian Makassar Timur langsung bertindak dan menangkap dua pemilik pin.

Menurut Kepala Kepolisian Makassar Timur, Ajun Komisaris Besar Mansjur, tadi malam, Rabu 14 Oktober 2009, polisi telah menangkan dua orang pemilik pin bergambar nabi.

“Pertama, Bahanda, warga Kecamatan Samata, Kabupaten Gowa, dan Anto, warga Andi Tonro, Makassar,” kata Mansjur, Kamis 15 Oktober 2009.

Dari rumah Bahanda, polisi menyita 5 buah pin serta stiker bergambar Nabi Muhammad. Selain itu polisi juga menyita komputer jinjing atau laptop serta beberapa fotocopi sesuai dengan gambar pin.

“Saat ini fokus pemeriksaan lebih pada kepemilikan pin bergambar Nabi Muhammad yang dua hari ini beredar di Makassar,” kata Mansjur.

Saat ini dua tersangka masih menjalani pemeriksaan di markas Kepolisian Makassar Timur. “Untuk sementara belum ada dugaan yang dikenakan, termasuk belum diduga menistakan agama,” tambah Mansjur.

Laporan: Rahmat Zeena| Makassar

•VIVAnewshttp://nasional.vivanews.com/news/read/97306-pin_wajah_nabi_muhammad_beredar_di_makassar

Deskripsi Pin Nabi Muhammad yang Beredar di Makassar

Kamis, 15 Oktober 2009 – 11:57 wib
Andi Aisyah – Okezone

MAKASSAR – Warga Makassar dihebohkan dengan kabar beredarnya pin bergambar Nabi Muhammad.Polisi pun telah memeriksa dua orang yang dianggap sebagai penyebar pin itu.

Belum diketahui pasti apakah gambar sosok pria yang ada di pin itu dimaksudkan pembuatnya sebagai Nabi Muhammad.

Sekadar deskripsi, pin berdiameter lima sentimeter itu memiliki warna dasar hijau muda dan terdapat gambar sosok pria tampan berhidung mancung memakai sorban putih bergaris hijau.

Sementara itu bibir pria tersebut digambarkan tidak tipis dan tidak tebal terlihat sedang tersenyum.Alis pria dalam gambar itu digambarkan tebal dan nyaris meruncing di ujung kening.

Di sebelah telinga kanan terlihat gulungan sorban yang menyerupai kembang. Gambar foto yang hanya tampak sampai leher ini dilengkapi dengan tulisan Arab berbunyi Muhammad Rasulallah Salallahu Alaihiwaalihi Wasalam.

(fit)

http://news.okezone.com/read/2009/10/15/340/265863/340/deskripsi-pin-nabi-muhammad-yang-beredar-di-makassar

Pin Bergambar Nabi Muhammad Dibawa dari Iran
Dua Lelaki Diamankan, MUI Kecam Peredaran Pin

Jum’at, 16 Oktober 2009 , 11:02:00

MAKASSAR – Polisi mengamankan dua lelaki yang diduga sebagai pemilik dan pengedar pin bergambar Nabi Muhammad. Awalnya polisi mengamankan Irianto, warga Jln Andi Andi Tonro, Makassar pada Rabu (14/10) sekitar pukul 20.00 Wita. Irianto diamankan karena memiliki pin yang membuat resah warga Makassar.

Sumber di jajaran Polresta Makassar Timur menyebutkan, kepada petugas, Irianto mengaku mendapatkan pin tersebut dari seorang pria bernama Bahanda. Polisi pun kemudian bergerak ke rumah Bahanda di Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Bonto Marannu, Gowa dan Bahana pun ditangkap. Dan kini, keduanya diamankan di Mapolresta Makassar Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Disebutkan, mulanya pin bergambar Nabi Muhammad ditemukan pengurus salah satu forum komunikasi muslimah di Makassar. Dia memperoleh pin tersebut dari seorang wanita bernama HDY. Saat dikonfirmasi, HDY mengaku mendapatkan pin tersebut dari wanita yang juga rekan bisnisnya, MAR, yang tak lain adalah istri dari Irianto.

Dan secara kebetulan Irianto dan Bahanda bergelut di sebuah organisasi yang sama, yakni Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI). “Irianto dan Bahanda sama-sama aktif di organisasi IJABI,” ujar sumber tersebut. Dijelaskan pula, Bahanda mengaku pin tersebut dibawanya dari Iran kerika dia kulaih di sana. “Dia mengaku mendapatkan pin itu saat kuliah di Iran,” ungkap sumber tadi.

Saat pulang ke Indonesia, sambung sumber itu, Bahanda membawa 20 pin sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya di IJABI. Namun tidak semua pin itu bergambar pria yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad. “Ada juga yang bergambar Imam Ali bin Abi Thalib dan ulama Syiah lainnya. Dia sendiri ragu bahwa gambar tersebut betul-betul Nabi Muhammad. Selain pin dia juga membawa sejumlah stiker,” ujar sumber tersebut.

Kapolres Makassar Timur AKBP Mansur yang dimintai keterangan di ruang kerjanya, Kamis (15/10) kemarin membenarkan, bahwa berdasarkan pengakuan Bahandak dan Irianto, pin itu merupakan souvenir dari Iran saat Bahandak menjadi mahasiswa di sana. “Pin beredar sejak Maret 2009 lalu namun beredar di kalangan komunitas mantan pelajar mahasiswa dari Iran,” jelas Kapolres.

Mansur mengemukakan pihaknya masih akan mengkordinasikan dengan MUI Kota Makassar terkait hal ini, karena menurutnya pemanggilan yang mereka lakukan berdasarkan laporan dari warga dan berita di salah satu media lokal di Makassar Rabu kemarin. Dalam salah satu koran lokal kemarin disebutkan pin bertuliskan Nabi Muhammad disertai foto beredar di beberapa kalangan di Kota Makassar.

Pin itu berbentuk bundar dengan diameter 5 cm Pin memiliki warna dasar hijau muda dilukiskan cukup tampan, berhidung mancung dan tengah tersenyum. Sosok itu juga digambarkan memiliki alis yang terlihat tebal rapih nyaris meruncing hingga ujung kening. Sosok itu juga mengenakan sorban putih bergaris hijau. “Kami masih menginterogasi keduanya dan kami berharap tidak timbul keresahan di Kota Makassar,” jelasnya.

Mansyur mengatakan, Polisi tidak ingin gegabah dalam menangani kasus beredarnya pin bergambar pria yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad. Polisi akan menggandengan MUI dan ormas Islam yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). “Kita harus hati-hati agar masalah ini tidak berkembang menjadi polemik atau ke arah yang tidak kita inginkan,” ujar Mansyur.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam peredaran pin bergambar Nabi Muhammad SAW yang mulai beredar di Sulawesi Selatan. Alasannya, MUI khawatir akan timbul pengkultusan terhadap pin bergambar nabi tersebut. “Kartun Muhammad yang ada di Denmark aja kita tolak, kalau ada disini kita lebih tolak lagi. Karena nabi kita nggak boleh digambarkan, karena bisa ada penyimpangan, pengkultusan, dijadikan jimat.

Haram itu!” ujar Ketua MUI Amidhan. Menurut Amidhan, masyarakat harus diberikan pengertian secara persuasif bahwa pin tersebut tidak benar. Selain itu aparat keamanan diminta untuk segera bertindak guna menghindari kemungkinan masalah yang lebih luas. “Polisi harus cepat melarang jangan sampai jauh,” imbuh Amidhan.(fit/djo/iy/ddt/lrn)

http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=24591

Jebolan Iran Jual Pin Gambar Nabi

Jumat, 16 Oktober 2009 | 8:17 WIB

MAKASSAR – SURYA- Dua alumnus sekolah Iran ditangkap Polresta Makassar Timur karena diduga mengedarkan pin dan stiker bergambar wajah nabi Muhammad SAW di Makassar, Kamis (15/10).

“Status mereka masih saksi dan kasus ini belum bisa dikategorikan sebagai kegiatan penistaan agama,” kata Kepala Polisi Resor Kota (Polresta) Makassar Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mansyur, di Makassar.

Mereka adalah Bhd, 31, warga Gowa dan Her, 35, warga Makassar dan dijemput di rumah masing-masing berserta sejumlah benda berbentuk pin yang bergambar wajah pria, yang diduga sebagai Nabi Muhammad SAW, Rabu (14/10) malam.

Menurut Mansyur, pin dan stiker itu dibawa dari Iran. Sekitar 100 jumlahnya dan tidak hanya bergambar wajah Nabi Muhammad, tapi juga Imam Ali Bin Abi Thalib. “Pin dan stiker ini hanya akan dijual kepada anggota-anggota komunitas,” ujarnya. Pin dan stiker itu akan dijual seharga Rp 10.000 per satuan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan KH Sanusi Baco LC dengan tegas mengharamkan pengedaran pin dan stiker tersebut. “MUI Sulsel mengeluarkan fatwa haram terhadap usaha untuk mengedarkan gambar dan foto yang dianggap sebagai Nabi Muhammad SAW,” kata KH Sanusi Baco di Makassar, Kamis (15/10).

Menurutnya, foto ataupun gambar Nabi Muhammad SAW sudah tidak ada sejak 15 abad yang lalu. Jadi mustahil jika sekarang ini ada sekelompok orang menganggap pin dan stiker yang beredar adalah benar wajah Nabi Muhammad SAW. “Perbuatan ini adalah bentuk dari penistaan agama,” ujarnya. kcm/ant

http://www.surya.co.id/2009/10/16/jebolan-iran-jual-pin-gambar-nabi.html

http://news.makassarterkini.com/

Ditulis oleh saduran Kamis, 15 Oktober 2009 08:08

PDF

Cetak

E-mail

Pengedar Gambar ‘Nabi Muhammad’ Diamankan

MAKASSAR – Dua pria yang ditengarai sebagai pengedar gambar ‘Nabi Muhammad’ diamankan oleh petugas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Makassar Timur, tadi malam.

Bahanda, 31,warga Dusun Romang Polong Kec Samata Kab Gowa dan Anto,35,warga Jalan Andi Tonro III Kec Tamalate diamankan di rumahnya masing-masing dengan sejumlah benda berbentuk pin yang bergambar pria yang diduga sebagai Nabi Muhammad. Kapolresta Makassar Timur AKBP Mansjur yang dikonfirmasi tadi malam menyebutkan, pihaknya masih menyelidiki mengenai beredarnya gambar yang dipercayai oleh pihak tertentu sebagai tokoh panutan umat muslim ini di Kota Makassar.

”Anggota sampai sekarang masih di lapangan untuk menyelidiki itu. Khawatirnya, kalau gambar ini beredar luas, bisa membuat keresahan di tengah masyarakat,”ujarnya saat dihubungi tadi malam. Informasi yang dihimpun harian Seputar Indonesia,penangkapan terhadap kedua pria tersebut berawal diamankannya Anto dengan barang bukti beberapa buah pin bergambar pria tampan yang disebut sebagai nabi.

Dari keterangannya, petugas Sat Intelkam Polresta Makassar Timur kemudian bergerak menuju Kab Gowa, tepatnya di Kec Samata menggerebek rumah Bahanda yang dicurigai sebagai pengedar pin tersebut. Dari tangan alumnus UNM ini,polisi menemukan lima lembar pin serta stiker bergambar tokoh Islam. Turut diamankan pula satu unit laptop,serta beberapa kertas fotokopi yang kemungkinan akan dibuat untuk menggandakan gambar nabi tersebut.

Namun Bahanda yang ditemui di Ruang Sat Intelkam pukul 22.00 Wita,mengaku jika benda tersebut dibelinya saat bersekolah di Iran. Menurut anggota Pencinta Ahlulbaid (keluarga nabi) ini, pin miliknya dijual bebas di Iran dan tidak dilarang sama sekali. ”Saya kaget setelah ada polisi yang datang ke rumah dan mencari gambar-gambar itu. Padahal ini hanyalah oleh-oleh dari Iran yang saya berikan kepada orang tertentu saja,” akunya kepada wartawan.

Bapak dari dua anak menyebutkan, saat itu dia membelinya di sebuah pasar saat mengikuti beasiswa bersekolah di Pesantren Hausa Al Mahdi Iran. ”Saat akan kembali sekitar 7 bulan lalu, saya membeli 50 pin bergambar nabi sekitar 50 buah, stiker, dan gambar lainnya,” pungkas dia. Sesampainya di Makassar, Bahanda kemudian menjualnya kepada Pencinta Ahlulbaid seharga Rp10.000 setiap pinnya.

Hingga akhirnya pin yang dijualnya sisa berjumlah 5 buah.Inilah yang diamankan polisi sebagai barang bukti. ”Di Iran,barang seperti ini hanyalah sebagai ekspresi kecintaan ulama Islam kepada Rasulullah. Ini juga sebagai karya seni dan diperjual belikan secara bebas.

Saya kaget kok di Makassar dipermasalahkan,” aku warga asal Kab Bulukumba ini. Meski demikian, hingga malam tadi, suami dari Arfiani ini dan Anto masih diperiksa intensif sebagai saksi di Polresta Makassar Timur. Tidak menutup kemungkinan, jika terbukti,mereka dijerat dengan Undang-Undang Penistaan Agama. (SI-wahyudi)

http://news.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1024:pengedar-gambar-nabi-muhammad-diamankan&catid=34:info-terkini

Pelakunya saja mengaku bahwa Pin bergambar Nabi, Ali, dan Ulama Syi’ah itu dibawa dari Iran sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya di IJABI. Namun anehnya, petinggi IJABI di Bandung dan Makassar kipo-kipo dan cuci tangan. Saking semangatnya dalam bercuci tangan, Jalal di Bandung yang berbicara selaku orang IJABI diberitakan:

Kang Jalal juga menambahkan, di Iran, jangankan Rasulullah, gambar Imam Husain saja dilarang oleh ulama Iran.

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=71489 Sabtu, 17-10-09 | 00:22 | 5766 View)

Bandingkan ungkapan Jalal itu dengan perkataan dan berita pelaku yakni Bahanda yang membaw pin itu dari Iran:

”Di Iran, barang seperti ini hanyalah sebagai ekspresi kecintaan ulama Islam kepada Rasulullah. Ini juga sebagai karya seni dan diperjual belikan secara bebas.

Saya kaget kok di Makassar dipermasalahkan,” aku warga asal Kab Bulukumba ini. (news.makassarterkini.com, Kamis, 15 Oktober 2009).

Bagaimana ini, sesama orang yang dekat dengan Syi’ah, dekat dengan Iran, dan juga berkaitan dengan IJABI tetapi saling ngalor-ngidul bicaranya? Padahal barangnya jelas ada, kasat mata, dan saatnya saat ini juga. Pantaslah Imam Ibnu Taimiyyah dalam kitabya, Minhajus Sunnah, menegaskan bahwa Yahudi dan Nasrani relative masih lebih jujur dibanding orang Syi’ah. Orang Yahudi ditanya, siapakah yang agamanya terbaik, maka dijawab: sahabat-sahabat Nabi Musa. Orang Nasrani ditanya, siapa yang terbaik agamanya, dijawab: hawariyyun (sahabat-sahabat Nabi Isa). Sedang orang Syi’ah ditanya, siapakah yang agamanya terjelek, dijawab: sahabat-sahabat Nabi Muhammad.

(Lihat juga artikel-artikel di nahimunkar.com tentang Ahmadinejad Presiden Iran mencaci Sahabat Rasul).

Dalam kasus pin bergambar Nabi dibawa dari Iran ini, yang jelas, sumber di Polresta Makassar Timur mengakan, Tidak menutup kemungkinan, jika terbukti, mereka dijerat dengan Undang-Undang Penistaan Agama. (Redaksi nahimunkar.com).