Heboh RUU Perkawinan:

Suryadharma Ali Mungkin Bertarung dengan Nasaruddin Umar

RUU (Rancangan Undang-undang) Perkawinan –yang mengancam pidana bagi yang nikah siri dan poligami– kemungkinan akan ada pertarungan antara Suryadharma Ali (Menteri Agama) dan Nasaruddin Umar (Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementrian Agama).

Nasaruddin Umar penulis kata pengantar dengan memuji-muji buku sesatnya Anand Kreshna yang berjudul Surah-Surah Terakhir Al-Quranul Karim bagi Orang Modern, sebuah apresiasi, ini sejak setahun lalu sudah menegas-negaskan bahwa nikah siri dan poligami akan dipidanakan. Saking semangatnya untuk memidanakan orang yang nikah siri dan berpoligami, Nasaruddin mengemukakan harapannya, setahun lalu, Februari 2009:

Menurut Nasaruddin, RUU diharapkan akan segera dibawa ke DPR, karena pembasannya sudah dilakukan sejak setahun lalu. Ia juga berharap proses legislasi RUU itu segera tuntas dan bisa diberlakukan. “Saya juga nggak tahu terakhir perkembangannya,” imbuh Nasaruddin.

Nasaruddin menjelaskan, isi RUU itu juga akan memperketat tentang nikah siri, kawin kontrak dan poligami. Namun RUU itu tidak membahas soal ahli waris dalam perkawinan Islam. Dalam RUU tersebut, nikah siri dianggap ilegal sehingga pasangan yang menjalani pernikahan model itu akan dipidanakan. “Ada kurungan maksimal 3 bulan dan denda maksimal Rp 5 juta,” ujar Nasaruddin. (Harian Surya, RUU Peradilan Agama Tentang Perkawinan, Nikah Siri Didenda Rp 5 Juta, Sabtu, 28 Februari 2009 | 7:49 WIB

Di kesempatan lian, Nasaruddin Umar juga dalam semangat yang sama:

Menurut Nasaruddin, rancangan ini mengatur sejumlah perkara yang belum ada  dalam Undang-Undang  Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Diantaranya hukum perkawinan bawah tangan atau nikah siri, perkawinan kontrak, hukum waris untuk ahli kaum perempuan.

Tentang perkawinan bawah tangan, Nasaruddin menjelaskan, siapapun yang menikahkan atau menikah tanpa dicatatkan  dikenai sanksi pidana 3 bulan penjara dan denda Rp 5 juta. Penghulu yang menikahkan perkawinan ini mendapat sanksi pidana 1 tahun penjara. Pegawai Kantor Urusan Agama yang menikahkan mempelai tanpa syarat lengkap juga diancam denda Rp 6 juta dan 1 tahun penjara. (TEMPO Interaktif, Jakarta, Selasa, 03 Februari 2009 | 16:24 WIB. Lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Pangkal Kekelituan Golongan Sesat, Pustaka Nahi Munkar, Jakarta, cetakan 1, November 2009, halaman 479).

Setahun kemudian, ada dua peristiwa besar yang bisa dikaitkan dengan Nasaruddin Umar, walau bukan dia pelakunya. Tahun 2010 di bulan Februari, hari Jum’at 12 Februari 2010, Anand Kreshna, orang kafir yang mengacak-acak isi Al-Qur’an semaunya namun diberi kata pengantar dan dipuji oleh Nasaruddin Umar, dia (Anand Kreshna) diadukan oleh 7 wanita ke Komisi Nasional Perempuan dalam kasus pelecehan seksual. Itulah orang yang kesesatannya dipuji oleh Nasaruddin Umar, lakonnya pun diduga bejat.

Sementara itu pada hari itu pula (Jum’at 10 Februari 2010/ 27 Shafar 1431H), atasan Nasaruddin Umar yakni Menteri Agama Suryadharma Ali tidak setuju nikah siri dipidanakan. Suryadharma Ali tidak setuju nikah siri disamakan dengan zina.

. “Jadi pribadi saya menyatakan tidak setuju kalau nikah siri dipidanakan. Itulah pendapat pribadi saya bukan pendapat pemerintah,” katanya.

Barangkali ada dua hal yang bisa diduga untuk diperjuangkan Nasaruddin Umar dengan memafaatkan jabatannya (?). Yang satu, membela Anand Kreshna orang kafir yang telah mengacak-acak isi kandungan Al-Qur’an dan telah Nasaruddin puji-puji, yang kini sedang tertimpa pengaduan berupa tuduhan melakukan kebejatan moral yakni pelecehan seksual terhadap 7 wanita. Yang satunya lagi Nasaruddin Umar mau berjuang memidanakan Muslimin yang melakukan nikah siri (tidak dicatatkan ke KUA –Kantor Urusan Agama) dan nikah lebih dari satu alias poligami, lewat RUU peradilan Agama tentang Perkawinan.

Meskipun demikian, alhamdulillah masih ada pejabat yang bersuara mengenakkan Ummat Islam, dan itu adalah atasan Nasaruddin Umar, yakni Suryadharma Ali, Menteri Agama.

Inilah beritanya:

Suryadharma Ali : Nikah Siri Bukan Zina

Sabtu, 13 Februari 2010 – 2:35 WIB

TANAH ABANG  – Menteri Agama Suryadharma Ali tidak setuju nikah siri disamakan dengan zina. Karena nikah siri itu hanya pelanggaran administratif.

“Kalau zina itu pelanggaran syar’i (syariat atau hukum agama). Tapi ini pendapat pribadi saya bukan atas nama menteri agama. Sebab saya harus bahas dahulu isi dari draf Rancangan Undang-Undang-nya,” papar Menag pada Seminar “ Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Hahi dalam Perspektif Media Massa” di Jakarta, Jumat (12/2).

Suryadharma menjelaskan, orang berzina di tempat pelacuran itu melanggar administratif dan syar’i. “Jadi pribadi saya menyatakan tidak setuju kalau nikah siri dipidanakan. Itulah pendapat pribadi saya bukan pendapat pemerintah,” katanya. (johara/us/o) http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/02/13/suryadharma-ali-nikah-siri-bukan-zina

Kemungkinan Nasaruddin Umar ini akan berperan besar dalam RUU Peradilan Agama tentang Perkawinan ini. Maka perlu sedikit diketahui siapa dia, terutama kenapa dia duduk di kepengurusan NU (Nahdlatul Ulama).

Nasaruddin Umar mendapat “berkah” sewotnya Gus Dur

Nasaruddin Umar orang UIN Jakarta yang menyebarkan feminisme dan dipercaya oleh orang JIL –Jaringan Islam Liberal untuk bicara Islam model mereka ke Amerika. Dia diangkat jadi pengurus structural PBNU setelah Muktamar di Donoudan Boyolali Jawa Tengah, Syawal 1425H/ November 2004, yang saat itu pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Panasan/ Adisumarmo Solo hingga di antara tokoh NU, yang duduk di DPR dan akan menghadiri muktamar itu ternyata meninggal. Gus Dur dan Masdar Farid Mas’udi kalah telak oleh pasangan Hasyim Muzadi dan KH Sahal Mhfudz, maka Gus Dur mengancam akan membuat NU tandingan. Akibatnya, Hasyim Muzadi mengakomodasi pihak liberal model Gus Dur dan Masdar F Mas’udi, maka dimasukkanlah Nasaruddin Umar yang liberal dan feminisme itu ke jajaran kepengurusan PBNU. (Hartono Ahmad Jaiz, Ada Pemurtadan di IAIN, Pustaka Al-Kautsar Jakarta, cetakan VII, 2006, halaman 99-100).

Apakah Menteri Agama, DPR, dan Ulama serta Ummat Islam pada umumnya akan mudah saja diperdaya oleh missionaries liberal dan feminis itu? Kita tunggu saja pertarungannya. Walllahu ‘alam bisshowaab. Allah lebih mengetahui yang benar. (haji/ nahimunkar.com).