Ustadz Aan Chandra Thalib menulis:

.::King Abdullah Dalam Kenangan::.

Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri sejumlah mentri dan ulama beliau mengatakan:

“Bismillahirrahmanirrahim..

Saudara-saudaraku…

Anak-anakku sekalian…

Saya ucapkan terimah kasih kepada kalian semua..

Selanjutnya saya memohon agar Allah selalu memberi taufiq kepada kalian..

“Saudara-saudaraku…

Ada dua hal yang ingin kusampaikan kepada kalian, berhubung para masyaikh hadir.. ini juga kutujukan kepada seluruh rakyatku..

Ada yang mengatakan bahwa aku adalah Malikul qulub (rajanya hati) atau Malikul Insaniyah (raja kemanusiaan)

Aku memohon kepada kalian supaya menghilangkan gelar-gelar itu dariku..

Karena Raja yang hak hanyalah Allah…

Dialah Allah… Dialah Allah…

Adapun kami hanyalah hamba Allah..

Jadi.. hilangkan gelar-gelar itu dariku…

Terimah kasih untuk kalian semua..”

Beliau juga pernah mengatakan:

“Saudara-saudara sekalian…

Sesungguhnya kebiasaan mencium tangan merupakan sesuatu yang asing dalam tatanan nilai dan akhlak kita.

Jiwa yang merdeka tidak akan menerima hal itu.

Ditambah lagi praktek tersebut membuat orang menundukkan kepala, ini sesuatu yang bertentangan dengan syariat Allah.

Karena seorang mukmin tidak akan menundukkan kepalanya kecuali kepada Allah yang Maha Esa.

Oleh karena itu, dari tempatku ini.. aku umumkan penolakanku terhadap kebiasaan tersebut, dan aku meminta kepada kalian semua untuk melaksanakan perintah ini, dan tidak melakukannya kecuali kepada kedua orang tua sebagai tenda penghormatan kepada mereka.

Demikian..

Aku memohon kepada Allah agar memberi kalian bimbingan dan taufiq.

Terimah kasih..

Rahimahullah…

____________

Madinah 07-04-1436 H

ACT El Gaharantaly

Via NHawadaa Chan

(nahimunkar.com)