Gara-gara menggelar shalat Dzuhur seusai  shalat Jum’at  di Masjid Nabawi

 

JAKARTA– Gara-gara menggelar shalat Dzuhur seusai  shalat Jum’at  di Masjid Nabawi, Madinah seorang imam  asal Indonesia diinterogasi polisi Kerajaan Arab Saudi.

Seorang imam yang memimpin shalat berjama’ah bersama 30 jamaah calon haji asal Jawa Barat tersebut usai Shalat Jum’at tersebut langsung dibawa Polisi Kerajaan Arab Saudi usai memimpin shalat jama’ah.

Pasalnya, shalat jama’ah usai shalat Jum’at dianggap tidak lazim karena shalat Jum’at berjamaah sama saja dengan menunaikan Shalat Dzuhur.

Kasi Pengamanan Kantor Misi Haji Indonesia di Madinah, M Yahdi mengakui adanya berita penangkapan tersebut. Bahkan dia mengaku langsung meminta anggota pengamanan khusus Republik untuk mendampingi imam tersebut.

“Di Arab Saudi apa yang dilakukan jama’ah calon haji asal Indonesia tersebut tidak lazim sehingga mereka ‘dimintai keterangan’,  Setelah mendapat penjelasan akhirnya imam tersebut dilepas kembali,” kata Yahdi.

Menurut Yahdi ada  dua kemungkinan adanya shalat berjama’ah usai Shalat Jum’at yang dilakukan jama’ah calon haji asal  Jawa Barat tersebut. Alasan pertama, ada segolongan umat Islam di Indonesia yang menilai  shalat Jum’at bukan pengganti Shalat Dzuhur sehingga  tetap perlu Shalat Dzuhur seusai shalat Jum’at.

Alasan kedua, ada calhaj yang menilai shalat Jum’at tidak masuk dalam shalat 40 waktu berjamaah (shalat arbain) di Masjid Nabawi, sehingga mereka menggelar Shalat Dzuhur untuk menyempurnakan arbain tersebut.

Yahdi berharap, para  ketua bimbingan ibadah haji harus memberikan penjelasan bahwa shalat Jum’at merupakan bagian dari arbain juga. Ini perlu dijelaskan  kepada jama’ah calon haji yang akan berangkat. (faisal/dms) Minggu, 16 Oktober 2011 – 5:42 WIB/ poskota.co.id (Pos Kota)

(nahimunkar.com)