Indonesia Minta Tambah Kuota Haji

Senin, 12 April 20105:33 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Calon jemaah haji (calhaj)  tahun ini akan menempati pemondokan yang berjarak 4.000 meter dari Mesjidil Haram. Jarak ini lebih dekat dibandingkan musim haji tahun 2009 calhaj yang menempati pemondokan 7.000 meter dari Mesjidil Haram.

“Ini kabar gembira untuk calhaj yang akan berangkat haji tahun ini,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta,  usai mengadakan kunjungan ke Arab Saudi.

Kepastian calhaj akan tinggal berjarak 4.000 meter dari Mesjidil Haram, menurut Suryadharma setelah dirinya mengadakan pembicaraan dengan Kementerian Haji Arab Saudi Fuad Abdul Salam Al-Faizi, bahwa akan ada peningkatan pelayanan kepada calhaj khususnya jarak tinggalnya.

Dijelaskan dia, jika tahun 2009 jarak terjauh pemondokan dari Mesjidil Haram mencapai 7.000 meter, tahun 2010 berjarak 4.000 meter. Tahun 2009 ada 27 % berada di Ring I dan 63 % di Ring II. “Tahun  2010  lebih dari 50 persen dan dibawah 40 persen di Ring II,” imbuhnya.

Saat ditanya apaka adanya perubahan jarak akan berdampak kepada kenaikan ongkos haji ?,

Suryadharma menganalogkan, biaya menjadi naik bila ada peningkatan kenikmatan. “Kalau kita biasa nginap di hotel melati lalu ke pindah ke hotel bintang lima pasti ada kenaikan biaya karena ada kenikmatan lebih yang didapat,” tutur Suryadharma.

Namun demikian, sambung Suryadharma, masih akan mempelajari mengenai ongkos haji tahun ini mungkin ada komponen haji lainnya yang dapat dikurangi, sehingga tidak harus menaikan komponen biaya pemondokan.

Menag juga mengusulkan kepada pemerintah Arab Saudi agar menambah kuota jemaah haji Indonesia menjadi 235 ribu. “Kami minta penyesuaian kuota kalau sekarang kuotanya 210 ribu orang, maka harus ditambah menjadi 235 ribu orang  karena penduduk Indonesia 235 juta orang.

Menurut dia, penambahan kuota itu dapat mengurangi antrian calhaj menjadi lebih pendek. Karena sekarang setiap bulannya jumlah calhaj yang mendaftar mencapai 60 ribu orang, maka setiap tahunnya bisa mencapai 720 ribu orang sehingga calhaj harus menanti dua sampai tiga untuk bisa berangkat haji.

Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Menag didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Dr Ratna Rosita dan sejumlah pejabat Kementerian Agama yakni, Sekretaris Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Slamet Riyanto. (johara/B) sumber: poskota