Indra Suheri Tak Pernah Gentar Membela Islam

indra-suheri-tak-pernah-gentar-membela-islam

Foto – Dok, Masjid Al-Ikhlas Medan sebelum dirobohkan paksa Rabu dinihari 04/05 2011.

Sumutdaily.Com | Medan – Tokoh Muda, aktivis dan Pejuang Islam yang dipercaya memegang tongkat komando sebagai ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara Al Mukarrom Indra Suheri, SAg tidak pernah gentar dan surut dalam membela Umat Islam meskipun dalam perjalanan membela kebenaran dan hak-hak umat kerap “dibantai”  dengan serangan-serangan fitnah oleh oknum-oknum yang terganggu kepentingannya.

Hatinya sangat terenyuh dan sedih ketika menghadapi fakta sejak rentang waktu 2009-2011 sejumlah mesjid semakin sering dirobohkan dan sebagian lain dibakari oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Termasuk salah satu diantaranya Mesjid Al Ikhlas Jalan Timor Medan yang sejak Sabtu pagi (5/2/2011) terlihat sudah ada upaya-upaya pihak developer untuk merobohkannya dengan alasan ruislag.

Upaya developer merobohkan rumah ibadah ini menjadi kenyataan pada Selasa malam (3/5/2011) jam 24.55 Wib  tidak berapa lama setelah anggota Laskar Merah Putih Markas Medan yang tergabung dengan jemaah Mesjid Al Ikhlas menggelar pengajian “urgenitas amal sholih sebagai modal menuju alam akhirat” melalui tausiah yang disampaikan Al Ustadz Al Mukarrom Heriansyah , SAg dan dialog Islam “perbedaan adalah rahmat menuju ke ridho’an Allah SWT”  oleh  ustadz kontroversial Awi

Cheng Ho.

Dalam kesedihannya yang dalam Indra Suheri menganggap, bahwa mesjid adalah tempat yang paling mulia di dunia ini. Karena itu semua pihak mesti memuliakannya karena rumah ibadah ini merupakan tempat suci peribadatan Umat Islam . Sejak awal FUI bersama MUI (Majelis Ulama Indonesia), Ormas Islam, tokoh-tokoh Islam, LSM, mahasiswa dan pemuda Islam sudah menentang dan berupaya mempertahankan Mesjid Al Ikhlas Jalan Timor Medan dari upaya-upaya perobohan oleh pihak developer.

Kepada wartawan Senin (9/5/2011) di sekretariat FUI Sumut Jalan Gaharu Medan Indra Suheri menegaskan, mengacu pada fatwa MUI Sumut tahun 1982, fatwa MUI Kota Medan tahun2011, Undang Undang waqaf tahun 2004, Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 dengan jelas dan tegas sudah menyatakan bahwa mesjid dan tanah yang diatasnya telah dibangun sebuah mesjid. Baik yang sudah dilafadzkan maupun yang belum dilafadzkan hukumnya adalah termasuk waqaf.

“Karena berdasarkan hukum masuk ke hukum waqaf, maka mesjid tidak dapat diperjual belikan maupun dipindahkan  dalam bentuk kepentingan apapun. Konon pula penghancuran dan pemindahan mesjid hanya untuk kepentingan segelintir oknum, kepentingan bisnis maupun kepentingan kapitalis. Kecuali apabila perobohan atau pemindahan mesjid dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum secara luas yang mengacu dan sesuai dengan Syari’at Islam,” urai  pejuang Islam ini yang dalam kesehariannya bertugas sebagai pendakwah ke berbagai pelosok daerah Sumut.

(Buya Soraya Nazhira | Foto – Dok).

Sumber: sumutdaily.com, SENIN, 09 MEI 2011 23:050

(nahimunkar.com)