chatib basri

  • Selama ini Chatib Basri dikenal sebagai bagian dari ekonom geng Mafia Barkeley yang berorientasi pada ekonomi liberal.

Jakarta (SI ONLINE) – Muhammad Chatib Basri  lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Dia adalah seorang ekonom liberal yang menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 14 Juni 2012 menggantikan Gita Wirjawan. Kini dia dipilih Presiden SBY untuk menjabat Menteri Keuangan menggantikan Agus Martowidjojo.

Chatib mengenyam pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1992. Kemudian ia melanjutkan studi di Australian National University, Canberra, Australia, untuk mendapatkan gelar masternya. Lima tahun kemudian, Chatib mendapatkan gelar PhD dalam bidang Ilmu Ekonomi dari universitas yang sama.

Tahun 1992, pria berkacamata ini memulai karier sebagai peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI). Ia juga menjadi dosen di FE UI.

Pada periode 1997-2001, Chatib menjabat sebagai asisten peneliti di Departemen Ekonomi Australian National University.

Tahun 2005, Chatib menjadi anggota Advisory Team to The Indonesian National Team on International Trade Negotiation. Ia juga pernah menjadi konsultan di sejumlah lembaga internasional, seperti Bank Dunia, USAID, AUSAID, OECD, hingga UNCTAD.

Sementara pada tahun 2010-2011, Chatib menjadi anggota High Level Trade Expert Group yang dipimpin oleh Jagdish Bhagwati dan Peter Sutherland.

Di dalam negeri, Chatib juga pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani (2006-2010), kemudian anggota Komit Penanaman Modal Bidang Ekonomi di BKPM (2007-2008), Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008), dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010). Chatib juga sempat menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). Ia masih mengajar di FE UI.

Pendiri CReco Research Institute ini juga pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan publik antara lain PT Astra International, PT Semen Gresik Tbk, PT Astra Otoparts, dan PT Indika Energy. Dari 2010-2012, Chatib menjadi Direktur Non Eksekutif Independen Axiata Group Bhd. Ia juga anggota Regional Advisory Board Toyota Motor Asia Pasifik.

Chatib telah menelurkan sejumlah artikel. Salah satu artikelnya adalah “Ideas, Interest, and Oil Price: The Political Economy Trade Reform During Soeharto’s (World Economy)“. Ia pun menjadi salah satu penulis buku Business in Indonesia: New Challanges, Old Problems.

Selama ini Chatib Basri dikenal sebagai bagian dari ekonom geng Mafia Barkeley yang berorientasi pada ekonomi liberal.

red: shodiq ramadhan
sumber: kompas.com

Senin, 20/05/2013 20:05:07 | Shodiq Ramadhan / si online

***

Chatib akan menghadapi tugas-tugas berat, terutama menyangkut masalah fiskal, defisit anggaran, utang, dan isu kenaikan BBM, serta memberesi subsidi yang terus membengkak, dan semakin jauhnya jurang kemiskinan yang sekarang terus menganga. Keputusan pemerintah akan menaikkan BBM, tak urung akan menambah deretan para fakir miskin di Indonesia, tulis voaislam.

 (nahimunkar.com)