RMOL. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan karena telah menangkap delapan tokoh masyarakat menjelang berlangsungnya aksi damai 212.

Menurut Neta, aksi penangkapan ini adalah wujud arogansi dan kesewenang wenangan Kapolda Metro Jaya yang sangat bertolakbelakang dengan sikap Kapolri yang intens melakukan pendekatan dan dialog dengan tokoh tokoh masyarakat menjelang aksi damai 212.

“Kapolda Metro Jaya tidak punya dasar hukum yang jelas dalam menangkap kedelapan tokoh itu. Apalagi jika Polda Metro Jaya menangkap mereka dengan alasan telah melakukan upaya makar, yang tolok ukurnya tidak jelas secara hukum,” kata Neta melalui siaran elektroniknya, Jumat (2/12).

Neta mengungkapkan, aksi penangkapan itu tindakan berlebihan dari Kapolda Metro Jaya. Seharusnya Kapolda Metro Jaya segera menangkap Ahok sebagai sumber masalah dan bukan menangkap kedelapan tokoh.

Pasalnya secara nyata Ahok sudah melakukan penistaan agama hingga dinyatakan sebagai tersangka. Akibat ulah Ahok sudah terjadi kegaduhan dan kekacauan yang membuat Polri kerepotan. Eskalasi kamtibmas memanas. Tapi kenapa Ahok sebagai sumber masalah tidak ditangkap.

“Kenapa yang ditangkap justru kedelapan tokoh. Tindakan Kapolda Metro Jaya ini terlalu mengada ada dan bisa menimbulkan kegaduhan politik baru,” tegas Neta.[dem]

http://m.rmoljakarta.com/

***

Sejumlah Orang Ditangkap Polisi dengan Tuduhan Makar

borgolfi

Ilustrasi/FIAN/PR


JAKARTA, (PR).- Sejumlah orang dikabarkan ditangkap polisi atas tuduhan makar. Mereka ditangkap ditangkap di beberapa tempat yang berbeda.

Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar kepada media membenarkan adanya delapan orang yang diperiksa oleh Polda Metro Jaya. Namun ia tidak membeberkan siapa saja orang-orang itu.

Beberapa nama yang dikabarkan ditangkap oleh polisi sejak Jumat, 2 Desember 2016 pagi ini antara lain:
1. Ahmad Dhani, dikenakan Pasal 207 KUHPidana ditangkap di Hotel San Pasific  ‪
2. Eko, dikenakan Pasal 107 Jo 110 KUHP Jo 87 KUHP di rumahnya di Perumahan Bekasi Selatan.  ‪
3. Adityawarman, dikenakan Pasal 107 Jo 110 KUHPidana Jo 87 KUHPidana ditangkap di rumahnya. ‪
4. Kivlan Zein, dikenakan Pasal 107 Jo 110 KUHP Jo 87 KUHP ditangkap dirumahnya Komplek Gading Griya Lestari Blok H1-15 jalan Pegangsaan Dua.  ‪
5. Firza Huzein, dikenakan Pasal 107 Jo 110 KUHP jo 87 ditangkap di Hotel San Pasific, pada pukul jam 04.30 WIB. ‪
6. Rachmawati Soekarnoputri ditangkap di kediamannya, pada pukul 05.00 WIB. ‪
7. Ratna Sarumpaet ditangkap di rumahnya, pukul 05.00 WIB. ‪
8. Sri Bintang Pamungkas, ditangkap di rumahnya di kawasan Cibubur. ‪
9. Jamran, dijerat dengan UU ITE, ditangkap di Hotel Bintang Baru Kamar 128 dipimpin oleh AKBP Iman Setiawan Kasubdit Indag.  ‪
10. Rizal Kobar, dijerat dengan UU ITE, ditangkap di dekat Stasiun Gambir, Jakarta, pukul 03.30 WIB.

Sampai saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait penangkapan ini.***

http://www.pikiran-rakyat.com/

***

Yusril: Saya Akan Bela Mereka yang Ditangkap Diduga Makar

Yusril Ihza Mahendra. (Liputan6.com/Yoppy Renato)


Liputan6.com, Jakarta – Delapan orang ditangkap polisi diduga terkait tindak pidana makar. Mereka yang ditangkap antara lain Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, dan Ratna Sarumpaet.

Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan membela mereka yang kini diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua.

“Benar, saya akan bela mereka karena saya yakin mereka memperjuangkan sesuatu yang mereka anggap benar, sah, dan konstitusional,” kata Yusril saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Jumat (2/12/2016).

“Saya sudah di Kelapa Dua,” tutur Yusril.

Ia mengaku telah bicara dengan Ratna Sarumpaet. Dalam pembicaraan itu, Ratna mengatakan telah dijemput polisi di Hotel Sari Pacific dan dibawa ke markas Brimob Kelapa Dua.

“Bu Ratna bilang beliau akan dimintai keterangan karena ada bukti beliau dan kawan-kawan mau melakukan makar. Saya katakan kepada Bu Ratna saya dampingi beliau sebagai lawyer, begitu juga tokoh-tokoh lain yang diambil polisi pagi ini,” ungkap Yusril.

Selain berbicara dengan Ratna, Yusril mengaku belum dapat berkomunikasi dengan pihak lain yang diduga ikut ditangkap karena diduga merencanakan makar. “Seperti Kivlan Zen, Adityawarman Taha, Jamran, Hatta Taliwang, Sri Bintang Pamungkas, dan lainnya,” ujar Yusril.

“Mereka semua termasuk Bu Rachmawati Soekarnoputri dikabarkan dijemput polisi dini hari tadi,” Yusril menjelaskan.

http://news.liputan6.com/

(nahimunkar.com)