• Toni (korban) ada luka tembak di kepala, mata hilang, wajah hancur tidak bisa dikenali lagi.
  • ISAC menduga kuat terdapat korelasi antara operasi Densus 88 dengan sumber dana, intervensi asing, kepentingan politik, kepentingan idiologis serta pelanggaran HAM di Indonesia, khususnya terhadap umat Islam. densus 88 anti islam

Ilustrasi/ berita-konspirasi

 SOLO– The Islamic Study and Action Centre (ISAC) menilai operasi penangkapan para aktivis Islam yang diduga teroris oleh Densus 88 di Kebumen, Jawa Tengah perlu dicermati. Pasalnya, ada beberapa kejanggalan yang ditemukan ISAC atas terbunuhnya ketiga orang yang dituduh sebagai teroris tersebut.

Aktivis Islam yang terbunuh di Kebumen sebagaimana diberitakan media massa pada umumnya adalah jenazah Basari Rahman alias Ahmad Basari, Bayu alias Ustadz Harun dan Zaenuri alias Toni. Menurut ISAC, kejanggalan yang paling nampak nyata yaitu tidak adanya bekas luka tembak pada jasad Basari dan Bayu.

Padahal sebelumnya, dalam pers rilisnya polisi menyebutkan bahwa para terduga teroris yang meninggal di Kebumen lantaran terkena peluru setelah terjadi baku tembak dengan Densus 88. Namun saat keluarga memandikan jenazah aktivis Islam tersebut tidak ditemukan satupun bekas luka tembak.

Dan diantara kejanggalan lain menurut ISAC atas kematian Basari, Bayu maupun Toni yang ditemukan beberapa fakta adalah :

  1. Basari dan Bayu  tidak ada luka tembak, wajah rusak bekas pukulan.
  2. Abu Roban ditembak mati meskipun tidak melakukan perlawanan.
  3. Toni ada luka tembak dikepala, mata hilang, wajah hancur tidak bisa dikenali lagi.
  4. Status hukum mereka baru terduga, belum jelas peran dan serta keterlibatannya. Namun sudah diperlakukan seperti penjahat kelas kakap.

ISAC Pertanyakan Motif  Penganiayaan dan Tembak Ditempat Hingga Mati

Terkait Operasi Densus 88 di Bandung, Kebumen, dan Batang maka ISAC menilai :

  1. Adanya target operasi hingga mati dengan bekas luka yang mengerikan pada wajah di Kebumen merupakan cara-cara Densus 88 yang jauh dari sifat manusiawi, mengabaikan amanat Polri yang semestinya melayani, mengayomi dan melindungi masyarkat.
  2. Operasi Densus 88 di Bandung, Kebumen, Batang, Solo relatif sama. Sejak itu, ada kecendurungan bahwa terduga ada yang ditembak mati dan ada yang ditangkap hidup.
  3. Operasi di Bandung, Kebumen dan Batang menunjukkan intelijen Densus 88 yang lemah, kemampuan melumpuhkan terduga rendah, serta kategori tindakan gegabah.
  4. Di Kebumen terdapat 3 meninggal dari 7 orang yang ditangkap, di Batang ada 1 orang meninggal dari 2 orang yang ditangkap, di Bandung 3 orang meninggal dari 4 orang yang ditangkap. Jika di prosentase terdapat 53 % lebih orang meninggal di 3 tempat dalam waktu yang relatif sama. Hal ini jelas tidak efektif dan tidak efisien.

“Angka kematian ini terlalu besar untuk sebuah penegakan hukum, eksekusi mati sebelum putusan pengadilan,” kata sekretaris ISAC, Endro Sudarsono kepada voa-islam.com pada Minggu (2/6/2013) di Solo, Jawa Tengah.

ISAC menduga kuat terdapat korelasi antara operasi Densus 88 dengan sumber dana, intervensi asing, kepentingan politik, kepentingan idiologis serta pelanggaran HAM di Indonesia, khususnya terhadap umat Islam. [Khalid Khalifah] (voa-islam.com) Senin, 03 Jun 2013

***

DI DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS  SUDAH ADA PETUNJUK NYATA.

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS AL-MAAIDAH/ 5:82)

{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ } [التوبة: 67، 68]

67. orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[berlaku kikir]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS At-Taubah/ 9 : 67-68).

Dalam hal dibunuhnya Umat Islam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( Hr. An-Nasa-I (Vii/82), Dari ‘Abdullah Bin ‘Amr Radhiyallahu Anhu. Diriwayatkan Juga Oleh At-Tirmidzi (No. 1395). Hadits Ini Dishahihkan Oleh Syaikh Al-Albani Dalam Shahiih Sunan An-Nasa-I Dan Lihat Ghaayatul Maraam Fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal Wal Haraam (No. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

Senjata  Umat Islam di antaranya adalah doa. Sedang doa yang paling mustajab adalah doa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berdoa untuk manusia-manusia semacam itu:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْوَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عنعائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

(nahimunkar.com)