Isu
Bom Terorisme dan Aroma Rekayasa

a.
Tertangkapnya kameraman
Global TV berinisial IF dalam kasus bom di Serpong serta keterlibatan IF
dalam kelompok teroris baru, hingga saat ini masih menjadi tanda tanya besar.

Berdasarkan informasi, istri IF adalah staf humas di Badan
Narkotika Nasional (BNN) yang dikepalai oleh Komjen Gories Mere.

“Jadi tidak logis, istrinya kerja untuk Polisi kok suaminya
kerja untuk teroris,” ujar Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum
(ICAF) Mustofa B Nahrawardaya, seperti dirilis INILAH.COM, Sabtu (23/4/2011).

b.
Sutradara bom buku dan
Serpong, Mr P, ternyata juga bukan aktivis Islam. Menurut seorang kawannya,
kegemaran P adalah main gaple di malam hari. Perilakunya pun sama sebagaimana
orang pada umumnya.

“Waktu di kampus dia bukan aktivis Islam, bukan aktivis
pergerakan, dia anak gaul biasa. Nggak ada potongan teroris dia itu,” ujar Dede teman satu kampus dengan P di
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, kepada INILAH.COM,
Sabtu (23/4/2011).

***

Berita isu bom itu sebagai berikut:

Makin Ketahuan, Isu Bom dan Terorisme
adalah Rekayasa

Jakarta (SI ONLINE) – Ada aroma rekayasa dalam kasus bom buku
dan Bom Serpong. Bahkan aroma itu terasa menyengat. Setidaknya itulah
kesimpulan yang bisa didapatkan dari sejumlah fakta tersangka pelaku kasus bom
buku dan bom Serpong. Tertangkapnya IF, seorang kameraman Global TV dan
identitas sesungguhnya dari Mr P, setidaknya akan membuka mata seluruh rakyat
Indonesia. Bahwa sesungguhnya isu terorisme adalah rekayasa.

Pertama, tertangkapnya
kameraman Global TV berinisial IF dalam kasus bom di Serpong.
Keterlibatan IF dalam kelompok teroris baru hingga saat ini masih menjadi tanda
tanya besar. Hal ini dikemukakan Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum
(ICAF) Mustofa B Nahrawardaya. Mustafa mencium adanya aroma konspirasi di balik
rencana peledakan pipa gas di Serpong.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, istri IF adalah staf
humas di Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dikepalai oleh Komjen Gories Mere.

“Jadi tidak logis, istrinya kerja untuk Polisi kok suaminya
kerja untuk teroris,” ujar Mustofa, seperti dirilis INILAH.COM, Sabtu
(23/4/2011).

Istri IF tersebut lanjut Mustofa sempat bekerja di sebuah
Production House (PH) infotainmen di wilayah Jakarta Barat. “Sebelum kerja
di BNN, istrinya IF ini kerjadi PH selama tiga tahun,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Polri menetapkan satu tersangka baru yaitu
kamerawan Global TV berinisial IF dalam kasus terorisme. IF ditangkap, Kamis
(21/4/2011) malam di rumahnya. IF sendiri menurut Direktur News Global TV Arya
Mahendra Sinulingga sempat bekerja di infortainmen sebelum bekerja di Global
TV.

“Dia ini 4 tahun di infotainmen dan 1 tahun jadi kameraman
dalam di studio Global TV,” ujar Arya di Jakarta, Sabtu (23/4/2011).

Kedua, sutradara
bom buku dan Serpong, Mr P, ternyata juga bukan aktivis Islam. Menurut seorang
kawannya, kegemaran P adalah main gaple di malam hari. Perilakunya pun sama
sebagaimana orang pada umumnya.

“Waktu di kampus dia bukan aktivis Islam, bukan aktivis
pergerakan, dia anak gaul biasa,” ujar Dede teman satu kampus P di
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, kepada INILAH.COM,
Sabtu (23/4/2011).

Bahkan, menurutnya, saat di tempat kos, P hampir setiap malam
senang bermain gaple bersama teman-teman lainnya. “Saya kebetulan satu kos
sama dia, kalau malam suka main gaple bareng. Nggak ada potongan teroris dia
itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
(BNPT) Ansyad Mbai kepada Radio Elshinta mengatakan Mr P adalah kepanjangan
dari Peppi. Menurut Ansyad, Peppi adalah sutradara film dokumenter tentang
tsunami Aceh berjudul ‘Dalam Dekapanku’.

Rekayasa tetaplah rekayasa. Ditutupi serapat mungkin, jika itu
batil, maka akan terkuak juga. Rakyat sudah muak dengan sandiwara
terorisme.

Red: Shodiq Ramadhan

Sumber: INILAH.COM

suara-islam.com, Saturday, 23 April 2011 18:00 | Written by
Shodiq Ramadhan

(nahimunkar.com)