Sidang Ketujuh Kasus Dugaan Penistaan Agama Ahok (ANTARA FOTO)


Jakarta, Jurnalsulteng.com – Iman Sudirman, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Palu, Sulawesi Tengah, melaporkan Gubernur DKI Jakarta (saat ini non-aktif) Basuki Tjahaja Purnama telah menodai agama ke kepolisian sebagai bagian dari upayanya menjaga kesucian agama Islam.

Hal itu disampaikan Iman di hadapan majelis hakim dan Ahok, sapaan akrab Basuki, selaku terdakwa dalam persidangan kedelapan Ahok. Iman adalah saksi keempat setelah sebelumnya persidangan menghadirkan Yuli Hardi, Muhammad Asroi Saputra, dan Nurkholis Majid.

Menurut Iman, Al Maidah, ayat ke-51 yang disinggung Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 adalah wahyu Allah SWT.

Anggapannya bahwa Ahok meminta umat Muslim supaya tidak mau ‘dibohongi’ ayat tersebut dalam pidatonya, menurut Iman, sama saja artinya dengan menodai kesucian wahyu Allah SWT yang diabadikan dalam Al Quran.

“Kami simpulkan ini (tindakan Ahok yang diduga menodai agama), tidak boleh. Agama harus dijaga kesuciannya,” ujar Iman di Auditorium Kementerian Pertanian, lokasi sidang, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Iman mengetahui keberadaan pernyataan Ahok yang diduga bentuk penodaan agama pada 6 Oktober 2016, sembilan hari setelah Ahok menyampaikan pernyataannya. Pada saat itu, Iman sekilas melihat video yang berupa potongan dari rekaman video lengkap yang diunggah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan DKI ke YouTube di laptop yang dinyalakan di sekretariat HMI di kampusnya, Universitas Tadulako.

Keesokan harinya, Iman menonton video dengan tuntas dari unggahan laman Facebook DPP Front Pembela Islam (FPI).

Menurut Iman, pernyataan Ahok menjadi bahan diskusi HMI dan sejumlah organisasi kemahasiswaan Islam lain. Peserta diskusi kemudian sepakat melakukan unjuk rasa damai di Palu beberapa hari setelahnya. Pelaporan terhadap Ahok, dilakukan pada hari yang sama saat mereka berunjukrasa, ke Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

“Saya sebagai pelapor dengan mengatasnamakan Aliansi Pemuda Islam Sulawesi Tengah,” ujar Iman.[***]

Sumber: jurnalsulteng.com

(nahimunkar.com)