Jatim Peringkat Tertinggi Kedua Penyebaran AIDS, Pusat Pelacurannya agar Segera Ditutup

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu desa maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Al-Albani dan Adz-Dzahabi).

Pemerintah Provinsi Jatim mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk segera menutup Dolly (pusat pelacuran dengan 1.287 pelacur, 35% dari mereka mengidap HIV/ AIDS). Apalagi, tahun 2010 ini, Jatim menduduki urutan kedua provinsi dengan tingkat penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Indonesia setelah Jawa Barat. Padahal, tahun lalu Jatim ada di peringkat ketiga.

Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Jatim, Oto Bambang Wahyudi mengatakan, provinsi ini pada 2009 mencatat adanya 3.234 penderita HIV/AIDS. “Kondisi ini sangat memprihatinkan. Apalagi di antara jumlah itu, terdapat 680 penderita AIDS yang meninggal dunia,” katanya.

Komisi Penanggulangan AIDS dalam situsnya menulis sebagai berikut:

Penyebaran HIV/AIDS Meningkat, Dolly Bakal Ditutup

Jurnal Nasional, 30 Maret 2010

TINGGINYA tingkat penyebaran virus HIV/AIDS yang diidap para pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Dolly di Surabaya, Jawa Timur, menyebabkan wacana menutup kompleks pelacuran terbesar di Asia Tenggara itu mencuat lagi. Pasalnya, dari 1.287 PSK yang beroperasi di Dolly dalam catatan Puskesmas Putat Jaya, 35 persennya terjangkit HIV/AIDS.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jatim mendesak Pemerintah Kota Surabaya untuk segera menutup Dolly. Apalagi, tahun 2010 ini, Jatim menduduki urutan kedua provinsi dengan tingkat penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Indonesia setelah Jawa Barat. Padahal, tahun lalu Jatim ada di peringkat ketiga.

“Ini sangat menyedihkan. Oleh karenanya saya minta pemkot untuk bersinergi dengan pemprov untuk menutup lokalisasi itu,” kata Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf di Surabaya, Senin (29/3). Salah satu bentuk sinergi itu adalah membuat program pemberdayaan PSK seperti pemberian keterampilan dan modal kerja untuk alih profesi.

Pemerintah Jawa Timur, lanjut Gus Ipul, sangat mendukung pemkot menutup Dolly.

Sebelum menutup, pemkot harus membuat skenario yang tepat agar tidak menimbulkan polemik, yakni berkoordinasi dengan pemilik wisma dan PSK.

Jika pemkot tidak segera menutup lokalisasi, maka pemkot harus bertanggung jawab atas menularnya penyakit AIDS. Pemkot harus melakukan upaya rehabilitasi terhadap masyarakat yang tertular penyakit. Yang berhak menutup hanya pemkot, kita (pemprov) hanya mendampingi dengan membuat program,” katanya.

Sepanjang 2009, tercatat 46 PSK di Dolly tertular HIV atau menurun dibandingkan 2008 yang mencapai 72 pengidap. Namun, puncaknya adalah ketika 2007 terdapat 95 PSK mengidap virus HIV.

Setelah penutupan, Pemkot Surabaya harus dapat memberi pembinaan, keterampilan, dan mengawasi para PSK yang pulang ke kampungnya masing-masing agar tidak kembali terjerumus ke perbuatan maksiat. Dengan pembinaan agama, dan ekonomi, mantan pekerja seks tersebut dapat menyadari perbuatannya yang melanggar norma agama, dan mau mengais rezeki halal.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Jatim, Oto Bambang Wahyudi mengatakan, provinsi ini pada 2009 mencatat adanya 3.234 penderita HIV/AIDS. “Kondisi ini sangat memprihatinkan. Apalagi di antara jumlah itu, terdapat 680 penderita AIDS yang meninggal dunia,” katanya.

http://www.aidsindonesia.or.id/?p=786

Takutlah Ancaman Allah dan Rasul-Nya

Ancaman Allah dan Rasul-Nya atas kemaksiatan dan pelanggaran yang diperbuat manusia sangat perlu ditakuti. Sebab ancaman itu bukan hanya akan menimpa pelaku kejahatan saja, namun menimpa semuanya. Oleh karena itu, pusat maksiat dan pelanggaran seperti tempat pelacuran itu mesti segera ditutup. Kalau tidak, di samping penyakit AIDS yang belum ada obatnya itu akan menyebar ke mana-mana, hingga mematikan dan menyengsarakan masyarakat, masih pula adzab Allah Ta’ala pun senantiasa akan menimpa secara merata.

Oleh karena itu, wahai Ummat Islam, takutlah ancaman Allah Ta’ala;

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لاَ تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ شَدِيْدُ اْلعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Al-Anfaal: 25).

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ فَيُعْلِنُوا بِهَا إلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي  أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

Tidaklah merajalela kekejian di suatu kaum sama sekali,  lantas mereka melakukan kemaksiatan secara terang-terangan kecuali mereka akan dilanda penyakit wabah tha’un (pes) dan penyakit yang belum pernah terjadi pada umat dahulu-dahulunya yang telah lalu. (HR (HR Ibnu Majah, Abu Nu’aim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ibnu ‘Asakir, hasan-shahih menurut Syaikh Al-Albani).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .

Dari Ibnu Abbas rhadhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu kampung maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Al-Albani dan Adz-Dzahabi). (Hartono Ahmad Jaiz/ nahimunkar.com).