Selasa,  20 Desember 2016  −  09:14 WIBSidang kedua Ahok di PN Jakut kembali digelar hari ini, dua kelompok massa saling berhadapan di depan PN Jakut Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Foto/Okezone


JAKARTA – Sidang kedua Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali digelar hari ini. Sidang yang beragendakan tanggapan jaksa atas pembacaan nota keberatan (eksepsi) yang dibacakan Ahok pekan lalu membuat dua kelompok massa terbelah menjadi dua.

Pantauan di PN Jakarta Utara, Selasa (20/12/2016) pagi, ada kelompok massa yang berbaju kotak-kotak di sebelah kanan pintu masuk PN Jakut. Ditengarai massa tersebut adalah pendukung Ahok.

Sedangkan, ‎di sebelah kiri pintu masuk ada kelompok massa dari Front Pembela Islam yang menuntut agar Ahok bisa segera dipenjarakan.

Di depan pintu gerbang sendiri, puluhan polisi wanita (Polwan) telah berjaga di tengah-tengah dua kelompok massa yang sedang menyuarakan aspirasi di tengah jalannya persidangan.

Massa pro-Ahok berharap agar keadilan dapat ditegakkan. “Keadilan harus berdiri tegak di republik ini. Hukum tidak boleh tunduk dengan tekanan‎ massa,” teriak pimpinan massa di atas mobil komando di PN Jakut, Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat.

‎Kemudian massa yang berbaju putih-putih dari FPI juga berharap agar Ahok dapat segera divonis karena telah jelas-jelas bersalah menistakan agama.

“Kita tidak menuntut macam-macam, kita tidak menuntut pemerintah. Kita telah cukup sabar untuk menerima ketidakadilan,” katanya. (ysw)

http://metro.sindonews.com/

***

Polisi Batasi Massa Pro dan Kontra Ahok dengan Mobil Taktis

Dalam sidang kedua kasus penistaan agama dengan terdakwa, Basuki T Purnama (Ahok), dua kelompok massa yang pro dan kontra Ahok bertemu. Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti


JAKARTA – Dalam sidang kedua kasus penistaan agama dengan terdakwa, Basuki T Purnama (Ahok), dua kelompok massa yang pro dan kontra Ahok bertemu. Untuk mengantisipasi bentrokan antara kedua kubu, mobil taktis polisi memisahkan kedua kubu.

Berdasarkan pantauan, Selasa (20/12/2016) pagi, selain massa ormas Islam, tampak pula pendukung Ahok yang juga melakukan orasinya d depan gedung PN Jakarta Pusat. Namun, jumlah massa pendukung Ahok hanya sepertiganya saja dibandingkan massa Ormas Islam yang meneriakan tangkap Ahok.

Puluhan massa pendukung Ahok itu tampak menggunakan kemeja batik dan kotak-kotak seperti kemeja yang biasa dikenakan Ahok dan Djarot. Mereka pun tampak berorasi meneriakan bebaskan Ahok. Mereka menilai Ahok tak bersalah dan tak melakukan penistaan agama seperti yang dituduhkan.

Orasi yang dilakukan pendukung Ahok itu tak begitu lantang sebagaimana orasi ormas Islam. Pendukung Ahok pun hanya berkumpul di satu titik tepat di depan mobil komando. Sedang ormas Islam tampak berhamburan di seputaran gedung PN Jakarta Pusat.

Hingga kini, polisi masih terus melakukan pengawalan sidang dugaan kasus penistaan agama. Situasi di Jalan Gajah Mada pun terpantau masih tertib, polisi membatasi kedua massa tersebut agar tak saling berhadapan dan bertatapan. (ysw)

http://metro.sindonews.com/

(nahimunkar.com)