Jembatan Suramadu Baru Saja Diresmikan

Langsung Banyak Sekrup Hilang

Jembatan Suramadu baru saja diresmikan oleh Presiden SBY, Rabu (10/ 6 2009), tahu-tahu tidak sampai seminggu sudah ada laporan, banyak sekrup yang hilang. Jembatan sepanjang 5,4 km ini membentang di atas selat Madura, menghubungkan antara Surabaya dan Madura.

Koran Jawa Pos melaporkan, Pengendara motor diberi dua jalur di Jembatan Suramadu. Satu ke arah Madura, satu lagi ke arah Surabaya. Masing-masing selebar 3,05 meter. Kemarin, Jawa Pos menjajal jalur motor di sisi kiri jembatan (Surabaya ke Madura) itu.

Jalur motor tersebut lebih tinggi sekitar satu meter daripada jalur mobil. Dua jalur tersebut dibatasi pagar besi, semacam pagar median jalan setinggi 160 meter. Selain membatasi jalur mobil-motor, pagar serupa dibangun di tepi jembatan. Tujuannya jelas, pengguna jalan tidak tercebur ke Selat Madura ketika melintas. (Jawa Pos, Selasa, 09 Juni 2009).

Nah, sekrup-sekrup di pagar-pagar itulah yang telah banyak dicuri orang.

Astaghfirullahal ‘Adhiem…

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan dengan tetgas:

وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ (البقرة: 205)

205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (QS Al-Baqarah: 205).

Apabila manusia telah berbuat kerusakan, maka Allah akan menimpakan kerusakan di darat dan di laut.

( ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ) [الروم: 41]

41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS Ar-Rum: 41).

Sebelum jembatan Suramadu itu selesai pun sudah ada peristiwa, sebagaimana berita ini:

Kekhawatiran terhadap kemungkinan hilang atau rusaknya fasilitas maupun perlengkapan di sepanjang jembatan tersebut cukup wajar. Sebab, berbagai tindak kriminal soal itu memang kerap ditemukan. Kasus terakhir terjadi saat aparat Polres Timur berhasil membongkar sindikat pencurian besi di sekitar proyek Suramadu. (ris/sep/kum) (Jawa Pos, Selasa, 09 Juni 2009).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Ir Ahmad Ghofar Ismail, MSc mengatakan, total dana yang terserap untuk pembangunan fisik jembatan ini sekitar Rp 5 triliun. Dana tersebut diantaranya untuk pembangunan jalan dikedua sisi baik Madura maupun Surabaya, Causeway di kedua sisi serta pembangunan bentang tengah.

Panjang total Jembatan Suramadu 5.438 m, meliputi Causeway sisi Surabaya 1.458 m, Causeway sisi Madura 1.818 m. Sedang untuk bentang tengah panjang keseluruhan mencapai 2.162 m terdiri dari dua Approach Bridge masing-masing 672 m dan Main Bridge sepanjang 818 m. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km dan di sisi Madura 11,50 km. Proyek pembangunan Jembatan Suramadu mulai dikerjakan pertengahan tahun 2002. http://www.suramadu.com/berita/40-berita/161-sebanyak-6500-undangan-hadiri-peresmian-jembatan-suramadu.html

Untuk mengetahui berita tentang jembatan seharga Rp 5 triliun dan sejak semula sudah dikitari para maling besi itu, berikut ini berita tentang banyaknya sekrup yang hilang.

Suramadu Waspada, Banyak Sekrup Hilang

Senin, 15 Juni 2009 | 7:49 WIB | Posts by: Judi Prasetyo

Surabaya – Surya-Belum sepekan dibuka, sejumlah komponen jembatan Suramadu seperti mur baut alias sekrup dilaporkan banyak yang hilang. Begitu gawatnya masalah ini, bos proyek Suramadu, AG Ismail mengaku telah memerintahkan pimpinan proyek (pimpro) segera menggelar rapat tentang vandalisme yang terjadi di jembatan itu.

« Itu kelakuan orang iseng. Banyak sekali laporan tengan vandalisme itu. Bahkan sejak awal (pembangunan) dulu, » keluh AG Ismail menjawab Surya, Minggu (14/6).

Pejabat yang juga menjadi Kepala Balai Besar Jalan Nasional V yang membawahi proyek Suramadu ini mengaku pihaknya perlu waspada terhadap ancaman perusakan jembatan senilai Rp 4,2 triliun itu, sehingga harus segera digelar rapat khusus.

Dia mengatakan, persoalan pencurian aset publik atau vandalisme bukan pertama kali terjadi di Suramadu. Ketika pertama dibangun, besi untuk kerangka jembatan juga banyak yang raib. Bahkan, lanjutnya, belakangan ada komplotan khusus yang tertangkap mencuri besi dari dasar laut.

Selain itu, selubung pondasi sisi Madura dari logam khusus juga pernah dilaporkan hilang pada 2006 lalu. Padahal saat itu sedang banyak pekerja.

Dan ketika sekarang sudah tidak ada lagi pekerja di proyek tersebut, maka kemungkinan adanya orang-orang yang iseng untuk mencuri sekrup dan komponen lainnya akan semakin terbuka peluangnya.

Informasi banyaknya mur dan baut hilang ini ini juga muncul dari laporan sejumlah pengendara yang melintas di jembatan Suramadu. Mereka secara tak sengaja mengaku melihat sejumlah pagar yang membatasi jalur roda dua dengan laut tidak ada bautnya. Beberapa sekrup di antaranya juga terlihat kendor.

Semula ada anggapan pembangunan jembatan ini belum rampung 100 persen, meski telah diresmikan 10 Juni lalu. Namun Ismail mengelak jika dikatakan pembangunan belum beres. “Progress sudah selesai semua. Pekerja sudah tidak ada. Semua sudah terpasang. Kalau sekarang tidak ada, ya itu hilang. Itu yang menjadi perhatian kami sekarang ini,” katanya.

Ismail juga menyesalkan perilaku berlebihan sebagian orang yang lewat di jembatan itu. Sesuai laporan yang dia terima, ada orang yang bergelantungan di kabel bentang tengah jembatan sambil berfoto ria. Tidak sedikit pula yang berayun-ayun di pagar pembatas bagian luar, hanya untuk keperluan berfoto ria. “Kalau yang terjadi seperti itu kan sudah di luar prosedur keamanan,” ujarnya.

Terpadat
Sementara itu, sepanjang Minggu (14/6) kemarin menjadi hari tersibuk dan terpadat di jembatan Suramadu. Jembatan sepanjang 5,5 kilometer (5.438 meter) ini dibanjiri ratusan ribu orang. Tidak hanya dari Surabaya dan sekitarnya serta Madura. Dari plat nomor kendaraan juga banyak yang datang dari Jawa Tengah sekadar ingin merasakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara ini.

Terlihat beberapa minibus dengan plat nomor AD yang dijubeli penumpang lewat. Minuibus warna biru tua ini sempat terjebak di ekor kemacetan Jl Tambakwedi menuju pintu tol Suramadu.

Menurut salah satu penumpangnya, Suhardjo, dirinya datang dari Jawa Tengah bersama kerabatnya khusus ingin melihat Suramadu. « Mumpung liburan, ingin tahu saja,” katanya.

Banyak sekali plat nomor di luar L dan M yang melintas, mulai plat AG, W, S, P. dan lainnya. Akibatnya, kemacaten tidak terkendali. Jalur motor sepanjang 5,5 kilometer padat dengan ribuan kendaraan, merambat dari ujung jembatan sisi Madura ke ujung jembatan sisi Surabaya. Panas siang kemarin membuat pengedara motor kepanasan.

Karena macetnya, petugas dan keamanan tol terpaksa membiarkan saja pengguna motor memasuki jalur mobil. Tetapi mereka tetap mengarahkan pengendaranya agar melintas di lajur kiri, karena jalur mobil juga terlihat padat merambat.

Suasana memasuki pintu tol Suramadu juga makin padat karena penjual keliling memanfaatkannya untuk menjajakan dagangan. Seperti air mineral dan makanan kecil.

Kemecetan tidak hanya terjadi di jembatan. Di jalan-jalan yang menuju ke arah jembatan ini mecetnya luar biasa. Mulai dari jalan kembar Tambakwedi hingga Kenjeran, hingga di perempatan Kaliondo-Kapasan. Padahal jarak perempatan terakhir ini ke jembatan sekitar 10 kilometer. Dan kemacetan itu terjadi hingga menjelang malam hari.

Kepala Cabang PT Jasa Marga Surabaya, Agus Purnomo ketika berada di lokasi, mengimbauseluruh masyarakat agar memanfaatkan jembatan ini untuk tujuan ke Madura atau sebeliknya. Karena kalau hanya untuk berwisata tanpa tujuan, bakal mengganggu lalu lintas dua pulau ini.

“Mereka berhenti berfoto-foto. Ketika ditegur, mereka hanya senyum. Tapi begitu lengah sedikit, mereka berhenti untuk mengambil foto lagi,” keluh Agus. uca/k3

Sumber; http://www.surya.co.id/2009/06/15/suramadu-waspada-banyak-sekrup-hilang.html

Bukan hanya magnet saja yang tertarik oleh besi. Tetapi hati para maling besi itu sangat tertarik oleh besi. Jadi perlu dicari jalan keluarnya, agar hati mereka tidak tertarik oleh besi atau apapun yang bukan haknya. Selama hati mereka tidak diisi dengan keimanan yang tebal, dan masih saja berisi nafsu untuk mencuri, maka walau badannya dipenjara ketika tertangkap, maka tetap saja hatinya mengangan-angan untuk mencuri dan mencuri lagi. Maka pendidikan agama (Islam) dan contoh keteladanan pengamalan Islam dengan baik dari para ulama, pemimpin, tokoh, dan masyarakat pada umumnya sangat perlu diujudkan secara nyata dan merata. Semoga saja peristiwa yang memalukan itu jadi pelajaran dan peringatan untuk kemudian dibenahi dengan sebaik-baiknya. (haji).