Kakak Beradik Menderita Gizi Buruk

kakak-beradik-menderita-gizi-buruk01kakak-beradik-menderita-gizi-buruk02

Liputan6 ilustrasi antara

Mandailing Natal: Jariah hanya bisa menangis setiap susu dipompa ke dalam tubuhnya. Dengan cara itulah, bocah berusia enam tahun itu bisa mendapatkan gizi selama dirawat di Rumah Sakit Mandailing Natal, Sumatra Utara, Sabtu (28/5).

Di samping tempat tidur Jariah, ada sang kakak Misdan yang berusia sembilan tahun. Misdan ikut dirawat karena penderitaan gizi buruk. Kemiskinan membuat kakak beradik itu harus menerima nasib seperti itu.

Jariah dan Misdan merupakan sedikit potret kemiskinan di negeri yang memiliki undang-undang yang mengatur soal orang miskin dan anak terlantar.(APY/SHA)

Liputan6.com, Muhammad Hanapi, 28/05/2011 18:04

***

15 Ribu Anak Jabar Alami Gizi Buruk

Sukabumi – Dari 3,7 juta anak di Jawa Barat, 15 ribu diantaranya mengalami gizi buruk, kata Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga pemerintah provinsi itu Nety Prasetiani Heryawan ketika memberikan penyuluhan kepada kader PKK di Kabupaten Sukabumi, Senin.

Menurut Nety, ada beberapa faktor penyebab tingginya kasus gizi buruk diantaranya faktor kemiskinan, daya beli yang rendah, pendidikan orang tua yang rendah, pola asuh yang salah, asupan gizi yang rendah dan lainnya.”Karena hal tersebut tingkat anak yang mengalami gizi buruk menjadi tinggi,” ujarnya.

Selain itu, menurut Nety pola pergeseran makan dan stratifikasi sosial yang berubah merupakan penyebab lain gizi buruk. “Dari pantauan kami pola makan dan stratifikasi sosial yang berubah merupakan kesalahan dari pola asuh orang tua. Bukan berarti diberi asupan makanan yang mahal seperti fast food, kebutuhan gizi anak bisa terpenuhi,” paparnya.

Selain gizi buruk, sebanyak 400 ribu lebih anak mengalami gizi kurang atau sekitar 8,1persen dari jumlah anak di Jabar. Kebanyakan kasus ini ditemukan di daerah yang rawan pangan. antaranews.com, Senin, 28 Maret 2011 12:30 WIB

(nahimunkar.com)