Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1).


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq  telah usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya terkait kasus ‘palu arit’ pada Senin (23/1). Dalam pemeriksaan yang berlangsung empat jam tersebut penyidik mengajukan 23 pertanyaan kepada Habib Rizieq.

Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan turut menanggapi pemeriksaan terhadap Habib Rizieq tersebut. Menurut dia, dalam kasus ini Habib Rizieq bisa ditetapkan sebagai tersangka tergantung pada penyidik.

“Kalau itu saksi sudah cukup nanti tinggal silakan penyidik pelajari waktu pemeriksaan nanti saksi itu ya. Jadi tergantung penyidik ya, ini mau diapakan,” ujar Iriawan kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (23/1).

Ia mengatakan, penyidik mempunyaui hak otonom untuk meningkatkan status hukum kasus tersebut. “Karena penyidik mempunyai hak otonom nanti apakah di tingkatkan atau tidak hasil gelar perkara dilakukan,” ucapnya.

Seperti diketahui, penyidik telah meningkatkan kasus palu arit tersebut ke tingkat penyidikan. Dengan demikian, maka perkara ini telah memenuhi unsur pidana. Namun, penyidik belum menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka dalam kasus ini.

Iriawan enggan menjelaskan kapan gelar perkara kasus tersebut bakal dilakukan. Namun, kata dia, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah gelar perkara dilakukan.

“Tanya diskrimsus saya, tidak begitu hafal gelar perkara kapan di lakukannya. (Untuk pemeriksaan lanjutnya), nanti Diskrimsus akan memanggil setelah ada gelar perkara,” kata dia.

Rep: Muhyiddin/ Red: Bilal Ramadhan

http://nasional.republika.co.id/

***

Kasus Habib Rizieq, Pengamat: Penegakan Hukum yang Diskriminatif

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Mudzakir mempertanyakan kasus yang dihadapi pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Pasalnya, apakah kasus seperti Habib Rizieq juga pernah diproses oleh apara penegak hukum.

“Tapi hanya kalau hanya kelompok tertentu saja sementara yang lain tidak itu bukan kriminalisasi tapi penegakan hukum yang diskriminatif,” ujar Mudzakir kepada Republika.co.id, Senin (23/1).

Karena itu, Mudzakir menegaskan, kasus Habib Rizieq saat ini menjadi wajar jika sebelumnya pernh ada kasus yang sama. Hal itu, menurut Mudzakir merupakan patokan sederhana untuk mengukur apakah kasus Habib Rizieq.

Untuk itu, Mudzakir menekankan aparat penegak hukum harus bebas dari pengaruh politik. Aparat penegakan hukum juga tidak boleh bermain politik dalam menangani sebuah kasus. “Karena ruang di sini, ruang potensi untuk disalahgunakan untuk kepentingan politik,” kata Mudzakir.

Seperti diketahui, hari ini, Senin (23/1), Habib Rizieq diperiksa oleh Polda Metro Jaya terkait kasus palut arit. Ribuan massa FPI mengawal pemeriksaan tersebut. Tidak hanya hari ini, pengawalan dengan massa aksi besar juga dilakukan pada pemeriksaan lainnya.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Bilal Ramadhan

http://www.republika.co.id/

(nahimunkar.com)