Kasus Anand Kreshna dengan 42 Wanita Korban Pelecehan Seks

Di negeri ini gara-gara kentut saja bisa diseret ke pengadilan. Sedang angin yang keluar terbuang percuama itu pun telah kabur. Siapa yang mampu melacaknya sebagai bukti? Namun bukti-bukti lain pun masih mungkin dicari. Maka masalah kentut itupun jadi perkara. Tetapi kasus yang jauh lebih besar dari itu, pelecehan seks, dan jumlah korbannya pun cukup banyak yang telah mengaku, tampaknya masyarakat masih was-was. Dapatkah Anand Kreshna sang tertuduh pelaku pelecehan seks itu bisa dijerat 7 tahun penjara seperti harapan pengacara para korban.

Sementara itu pelecehan yang lebih amat sangat besar yang dilakukan Anand Kreshna terhadap Islam lewat buku-bukunya, ternyata tidak terdengar adanya proses hukum. Jadi kadang-kadang di negeri ini kentut dianggap lebih berharga dibanding Islam. Itu kenyataan!

Padahal pihak Gramedia (penerbit grup Kompas) saja pada tahun 2000 sampai buru-buru menarik 38 buku Anand Kreshna yang diterbitkannya, karena dinilai oleh Majalah Media Dakwah terbitan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia sebagai pelecehan terhadap Islam.

Anehnya, Anand Kreshna tidak diapa-apakan dalam melecehkan Islam itu, sehingga kini diduga merambah ke pelecehan seksual dan korbannya lebih dari 40 wanita.

Dan lebih anehnya lagi, para pemberi kata pengantar yang memuji-muji dan mendukung buku Anand Kreshna yang jelas-jelas menghujat dan melecehkan Islam itu, justru diangkat menjadi pejabat-pejabat tinggi di lembaga resmi Islam. Yakni Nasaruddin Umar diangkat dan sampai sekarang masih duduk jadi Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama (kini Kementerian Agama) Republik Indonesia. Lha wong jelas menyebarkan faham yang berbahaya kok malah jadi pejabat tertinggi dalam membimbing ummat Islam nya? Aneh benar! Pantesan, dia ngotot banget untuk memenjarakan orang yang nikah siri lewat RUU peradilan Agama tentang Perkawinan!. Yang satunya lagi Komarudin Hidayat menjadi pejabat tertinggi di UIN Jakarta, yakni rector. Lha rektornya saja mendukung faham kekafiran reinkarnasi (nyawa orang mati menclok lagi ke tubuh yang lain lagi di dunia ini), apa itu bukan pemurtadan?!

Kalau Anand Kreshna terbebas dari jeratan hukum, maka diam-diam dia boleh tertawa bangga bahwa hidup di negeri ini dia cukup sukses dalam ajarannya yang mendudukkan dirinya seakan dewa, sekaligus sukses dalam melecehkan Islam, sukses melecehkan hukum, dan sekaligus mengadakan aksi pelecehan seksual.

Sebaliknya, kalau dia terjungkal dalam kasus ini, maka pepatah lama “sepandai-pandai tupai melonat akhirnya pun gawal juga” itu masih relevan.

Kita tunggu saja, apakah kasus kentut lebih tinggi perkaranya dibanding kasus Anand Kreshna atau memang di negeri ini masih ada harapan penerapan hukum secara proporsional.

Berita-berita berikut ini pantas kita simak:

TPKAK Klaim Miliki Bukti Jerat Anand Krishna

Sabtu, 06 Maret 2010 21:11 WIB

JAKARTA–MI: Tim Pembela Korban Anand Krishna (TPKAK) menyatakan pihaknya memiliki bukti yang cukup untuk menjerat tokoh spiritualis Anand Krishna atas dugaan telah melakukan tindak pidana pelecehan seksual.

Bukti tersebut antara lain berupa keterangan korban-korban pelecehan seksual Anand Krishna serta rekaman ceramah indoktrinasi yang dibawakan Maya Shapira, asisten Anand Krishna.

“Saat ini, jumlah korban pelecehan seksual yang melapor ke TPKAK ada 42 orang,” terang Agung Mattauch dari TPKAK, di Jakarta, Sabtu (6/3). Perinciannya, sebanyak dua orang berdomisili di Bali, dua di Surabaya, enam orang berdomisili di Yogyakarta dan 32 orang berdomisili di Jakarta. Ada pun korban pelecehan seksual yang melapor ke Polda Metro Jaya berjumlah lima orang. (Dvd/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/06/127707/7/5/TPKAK-Klaim-Miliki-Bukti-Jerat-Anand-Krishna-

Diperkirakan mengalihkan isu. Inilah beritanya:

Sebar SMS ke Tokoh Nasional, Anand Krishna Galang Dukungan

Sunday, 07 March 2010 05:41

Jakarta – Anand Krishna dituduh mengirimkan sms ke sejumlah tokoh nasional pengusung pluralisme seperti Syafii Maarif, Hendropriyono dan Gubernur Bali Made Mangku Mastika. Spiritualis itu meminta bantuan karena merasa kaum mayoritas hendak menghancurkan pluralisme, dengan cara melakukan black campaign soal pelecehan seksual yang dilakukan dirinya. Tuduhan ini datang dari Tim Pembela Korban Anand Krishna (TPKAK). Sikap Anand ini pun dinilai mengada-ada dan mencoba membelokan permasalahan dari kasus pelecehan seksual.

Kubu Anand Krishna sengaja ingin mengalihkan opini dalam kasus pelecehan seksual yang dilakukan Anand Krishna ke arah opini seakan-akan para pelapor hendak menyerang para penganut pluralime di negara ini,” ujar TPKAK, Agung Mattauch dalam jumpa pers di Apartemen Rasuna, Kuningan Jakarta, Sabtu (6/3/2010).

Menurut Agung, Anand ingin membuat kaum pelapor adalah kaum mayoritas yang tidak suka atas keberadaan kaum minoritas. Padahal justru para pelapor kebanyakan justru berlatar belakang sebagai yang disebut penganut paham kebhinekaan, yang disebut oleh Anand sebagai kaum minoritas. Kami tidak mempermasalahkan spiritual yang diajarkan Anand Krishna, tapi yang disoal adalah masalah dugaan tindak pidana pelecehan seksual,” tegas Agung. Agung pun yakin para tokoh yang dimintai bantuan Anand, tidak akan mengintervensi kasus ini. “Karena yang disoal TPKAK adalah semata-mata penyimpangan seksual, bukan masalah kebhinekaan,” tegas Agung.     rri.co.id/dodo

http://www.rri.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=6587:sebar-sms-ke-tokoh-nasional-anand-krishna-galang-dukungan&catid=186:actual

Diharapkan terjerat hokum. Inilah beritanya:

Anand Krisna Diancam 7 Tahun Penjara

Senin, 15 Februari 2010 – 18:05 wib
Nina Dwi Antika – Okezone
Spiritualis Anand Krisna, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap murid-muridnya. (Foto: aumkar.org)

JAKARTA – Spiritualis Anand Krisna petang tadi dilaporkan oleh muridnya, TPL (19), atas dasar perbuatan cabul. Jika terbukti, Anand terancam 7 tahun penjara.

“Mereka melaporkan kasus pencabulan dan pelecehan, pasal 290 KUHP tentang pencabulan terhadap korban saat tidak berdaya. Ancamannya 7 tahun,” tutur Kuasa Hukum TPL, Agung Mattauch, di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/2/2010).

TPL sendiri, merupakan murid Adnan yang spesial. Sehingga mendapat perlakuan khusus dari spritualis keturunan India itu.

Identifikasi pencabulan yang dilakukan Adnan kepada TPL, dipaparkan Agung yakni secara berkali-kali memeluk, meraba-raba, dan mencium, dalam keadaan terhipnotis dan tidak sadar.

Sebagai barang bukti, TPL membawa foto dirinya yang sedang berpelukan dengan Anand, testimoninya, keterangan ahli dari psikolog, dan rayuan-rayuan yang diterimanya dari Adnan lewat email.

“Tim penyidik harus bisa segera melakukan tindakan terhadap Anand, karena masih banyak korban lain. Ada 9 korban, baru satu yang melaporkan. Untuk mempermudah penyelidikan, maka ditampilkan dulu satu orang,” tutur Agung.(hri)(mbs)

http://news.okezone.com/read/2010/02/15/338/303901/anand-krisna-diancam-7-tahun-penjara

Hebat kerusakannya

Sekali lagi, marilah kita tunggu. Kalau sampai Anand Kreshna ini lolos dari jeratan hukum, kemungkinan besar akan muncul Anand-anand yang lain lagi dan dia (Anand Kreshna yang lolos dari jeratan hukum ini) sebagai percontohan dalam kasus melecehkan Islam dan seks. Sehingga kemungkinan akan muncul kemudian, orang-orang yang menggugat Undang-undang Dasar yang menjamin keyakinan beragama orang, sekaligus agar dicabut pula jaminan terlindunginya manusia dari aneka pelecehan.

Di situlah nanti orang akan bebas melecehkan siapa saja dan apa saja. Apalagi kalau gugatan mereka berisi tuntutan pencabutan Undang-undang Penodaan Agama terkabul, maka manusia di Indonesia ini akan bebas menodai agama dan bebas melecehkan siapa saja dan apa saja. Apa tidak hebat?!

Apanya yang hebat?!

Ya kerusakannya. Apalagi? (nahimunkar.com)