Kasus Perobohan Masjid Al-Ikhlas Medan Akan Dibawa ke PBB

kasus-perobohan-masjid-al-ikhlas-medan-akan-dibawa-ke-pbb011

Mesjid Al Iklas di Jalan Timor Medan, Dirubuhkan (Rabu dini hari 04/05 2011). (Fhoto: Azan).Masjid Al-Ikhlas di Medan telah berdiri sejak 1975 dan merupakan salah satu masjid tertua di wilayah tersebut. Sekitar pukul 04.00, (Rabu dini hari 04/05 2011) bangunan Masjid Al Ikhlas rata dengan tanah setelah dirobohkan oleh tiga buldozer dan becho.

Kasus perobohan paksa Masjid Al-Ikhlas Medan, Rabu dini hari (04/05 2011) akan dijadikan isu nasional dan international. “Akan kita sampaikan laopran ke Mahkamah International HAM PBB,” ujar Hasyim Purba selaku pimpinan sidang pada forum yang berlangsung Selasa (10/05) di Medan.

Inilah berita-beritanya:

Perobohan Mesjid Al-Ikhlas akan Dibawa ke Dewan HAM PBB

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Dirubuhkannya Mesjid Al Ikhlas Jalan Timor Medan pada Rabu (04/05) dini hari lalu oleh Kodam I/BB berbuntut panjang.  Gerakan Penyelamatan dan Pembangunan Mesjid Sumatera Utara akan membawa kasus ini sebagai isu nasional bahkan Internasional.

“Akan kita jadikan isu nasional dan international. Akan kita sampaikan laopran ke Mahkamah International HAM PBB,” ujar Hasyim Purba selaku pimpinan sidang pada forum yang berlangsung Selasa (10/05) di Warung RMAJ, Jalan Abdullah Lubis.

Menurut Hasyim, saat ini semua materi dan data-data yang dibutuhkan untuk membuat laporan ke Mahkamah International HAM PBB akan segera diselesaikan. Karena perobohan mesjid tersebut merupakan pelanggaran HAM.(rif/tribun-medan.com)

Penulis : Arifin Al Alamudi

Editor : Sofyan Akbar

Sumber : Tribun Medan

Tribun Medan – Selasa, 10 Mei 2011 21:29 WIB, Laporan Reporter Tribun Medan – Arifin Al Alamudi

Perobohan Masjid Bukan untuk Kepentingan Umum

Sementara itu, waspada.co.id memberitakan, Menurut Hasyim Purba, seluruh ormas Islam sepakat  untuk mengikuti fatwa MUI Medan dan Sumut, kalau Masjid Al Ikhlas adalah tanah wakaf.

Tim Pembela Masjid Al Ikhlas, Hamdani Harahap, mengatakan tanah wakaf hanya bisa dialihkan untuk kepentingan umum, sedangkan secara substansi pembangunan di lahan Al Ikhlas bukan untuk kepentingan umum.

Ketua Forum Ulama Islam (FUI), Indra Suheri, mengatakan pada perobohan masjid yang berada di kompleks Kodam I/BB mengandung unsur adu domba. Sehingga ia mengharapkan ormas-ormas Islam dapat bergandengan tangan agar tidak mudah dipecah belah.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI

(dat03/wol/(WOL Photo))

Sumber: WASPADA ONLINE, TUESDAY, 10 MAY 2011 20:19 , RANY LISTYAWATI SIS

***

Dianggap memicu konflik sara.

Inilah beritanya:

Masjid Al Ikhlas Dihancurkan Picu Konflik SARA

Share

kasus-perobohan-masjid-al-ikhlas-medan-akan-dibawa-ke-pbb021

Sumutdaily.Com | Medan – Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers telah memicu konflik SARA, terkait tindakan pasukan TNI merubuhkan Masjid Al Ikhlas  kompleks eks Hubdam I/BB Jalan Timor Medan.

Tudingan disampaikan Ormas dan mahasiswa Islam di Sumatera Utara (Sumut), saat demo diikuti ratusan massa di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (6/5/2011).

Ratusan ummat Islam itu datang ke gedung dewan, usai sholat Jumat dan berorasi di pintu masuk gedung baru DPRDSU.

Sebelum demo di gedung dewan, ratusan ummat Islam sholat jumat di badan jalan Timor Medan. Langkah ini dilakukan, karena mesjid Al Ikhlas telah dihancurkan oleh pihak oknum TNI Kodam I/BB pada Kamis dini hari tanpa sebab yang jelas.

Dalam orasi dan pernyataan sikap disampaikan kordinator aksi Ustazd Ikhwan Indra, pendemo di gedung dewan menuding Pangdam I/BB tidak menghiraukan dan mengindahkan serta menghormati peraturan hukum negara dan agama serta seruan umat Islam.

“Pangdam justru memaksakan kehendaknya menghancurkan dan merubuhkan masjid,  pada Rabu dinihari 4 Mei 2011 pukul 01.00 WIB”, kata pendemo.

Ratusan massa ummat Islam Sumut itu, membawa spanduk dan poster mengutuk tindakan Pangdam yang tega merubuhkan rumah Allah.

Karenanya, ummat Islam Sumut itu dalam pernyataan sikapnya antara lain mendesak Presiden SBY sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata RI dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono SE, untuk segera mencopot dengan tidak hormat Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Sieger  dari jabatannya.

Pendemo menilai Pangdam telah terbukti melakukan pelanggaran HAM dan penistaan agama serta melakukan operasi militer secara liar, memecah belah umat Islam dan memicu konplik SARA di Sumut yang selama ini kondusif.

Meminta kepada Muspida plus Sumut untuk bertanggungjawab atas dihancurkannya Masjid Al Ikhlas, karena tidak melakukan upaya yang serius dan maksimal untuk mencegah Pangdam I/BB menghancurkan Masjid Al Ikhlas tersebut.

Meminta kepada Pemprovsu segera membangun kembali Masjid Al Ikhlas yang dihancurkan di lokasi semula yakni Eks Hubdam Jalan Timor Medan.

Apabila tuntutan ini tidak dilaksanakan dengan segera, maka Ormas dan mahasiswa Islam Sumut tidak bertanggungjawab bila terjadi kemarahan umat, konplik SARA dan konplik vertical-horizontal di Sumut sebagai akibat dari penghancuran Masjid Al Ikhlas tersebut.

Massa ummat Islam itu diterima Wakil Ketua DPRDSU Ir H Kamaluddin Harahap MSi, anggota Komisi A DPRDSU Ustazd Raudin Purba,Syamsul Hilal dan anggota Komisi E DPRDSU  Ustazd Hosen Hutagalung SAg.

“Kita akan bicarakan hal ini dengan Bapak Panglima, kami mohon jangan terpancing tindakan anarkis. Tolong saudara-saudaraku dapat menahan diri dan tetap”, ujar Kamaluddin menenangkan massa yang berteriak-teriak melalui pengeras suara.
(Medan1 | Foto : Ilustrasi – Google)

Sumber: sumutdaily.com, JUM’AT, 06 MEI 2011 22:09

***

Ada protes, ada bagi-bagi duit. Inilah beritanya:

Ansor Sumut Pertanyakan Motif Kodam I/BB Bagi-bagi Uang

MEDAN (Berita): Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara mempertanyakan motif Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan membagi-bagikan uang sebesar Rp700 juta kepada Ormas Islam.

“Masyarakat pantas bertanya-tanya, apa motif pemberian uang tersebut. Karena selama ini jarang kita dengar Kodam I/BB membantu pembangunan rumah ibadah termasuk masjid,” ujar Wakil Sekretaris PW GP Ansor Sumatera Utara Suwardi Sinaga di Medan, Senin (09/05).

Apalagi pemberian uang yang katanya untuk membantu perbaikan masjid di Kota Medan itu, dilaksanakan pada hari yang sama ketika ribuan umat Islam memprotes keras penghancuran Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan.

Ansor Sumut tidak berprasangka buruk mengenai motif pemberian bantuan tersebut. Diharapkan, pemberian bantuan tidak hanya kali ini, tapi bisa secara berkelanjutan hingga masjid di Kota Medan khususnya, Sumatera Utara umumnya, bisa dibantu pihak Kodam I/BB.

“Tapi kalau pemberian bantuan hanya kali ini dan tujuannya untuk meredam protes umat Islam atas pembongkaran Masjid Al Ikhlas, Ansor Sumut sangat menyesalkannya. Tapi saya yakin, pemberian bantuan tersebut tidak ada kaitannya dengan protes umat Islam terkait pembongkaran Masjid Al Ikhlas,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, entah ada kaitannya atau tidak, pada saat ribuan umat Islam memprotes penghancuran Masjid Al Ikhlas, Jalan Timor, Medan, pada hari yang sama pihak Kodam I/BB membagikan uang sebesar Rp700 juta kepada Ormas Islam.

Seperti diketahui, ribuan umat Islam menggelar Shalat Jumat di badan Jalan Timor, Jumat (06/05), sebagai bentuk protes penghancuran Masjid Al Ikhlas pada Rabu (04/05) dini hari lalu. Tampil sebagai Khatib sekaligus Imam Shalat Jumat Sekjen Forum Umat Islam KH Muhammad Al Khatthath.

Usai Shalat Jumat, aksi protes dilanjutkan dengan mendatangi Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Medan. Dalam pernyataan sikapnya, pengunjukrasa memprotes keras penghancuran Masjid Al Ikhlas.

Pengunjukrasa kemudian menuntut Presiden Susuilo Bambang Yudhoyono sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata RI dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mencopot Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers dari jabatannya.

Kemudian pada Jumat sore, pihak Kodam I/BB membagikan uang sebesar Rp700 juta kepada Ormas Islam di Masjid Al Amin, Jalan HM Yamin. Menurut Kasdam I/BB Brigjen TNI Murdjito, seperti dilansir media cetak, Jumat (07/05), pemberian bantuan untuk pengembangan masjid di Kota Medan.

Selain Kasdam, penyerahan bantuan tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin. Mantan Sekda Kota Medan ini berharap agar bantuan yang diserahkan digunakan sebaik-baiknnya.(er)

http://beritasore.com, Posted by Redaksi on Mei 10, 2011

(nahimunkar.com)