Ramai-ramai menolak kedatangan penghancur moral bangsa. (ilustrasi/ foto: save-islam)

Koordinator Suara Perempuan Jabar Euis Rizki, menyatakan kedatangan miss universe ke Kota Bandung akan makin merusak moral dan akhlak bangsa, karena Indonesia memiliki adat ketimuran dan juga berpegang pada agama.

“Akar segala masalah di bangsa ini adalah moral dan akhlak. Dengan kedatangan miss universe akan ikut mempengaruhi akhlak dari generasi muda,” ujarnya usai bertemu dengan MUI.

MUI dan Ormas-ormas Islam menentang didatangkannya manusia yang mempengaruhi wanita agar hilang rasa malunya itu. Lebih menyakitkan Ummat Islam lagi, karena untuk menghadirkan dia itu menguras duit yang tak sedikit jumlahnya, sedang secara moral dan agama jelas mubadzir plus madharat. Sedangkan orang-orang yang berbuat kemubadziran jelas teman syetan.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا  [الإسراء/27]

27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(QS Al-Israa’/ 17: 27).

Inilah berita-berita penolakan kedatangan ratu (pengumbar aurat?) sejagad itu.

***

Suara Perempuan Jabar Tolak Kedatangan Miss Universe ke Bandung

Bandung – Sekitar delapan wanita yang mengaku dari Suara Perempuan Jawa Barat menyatakan menolak kedatangan Miss Universe 2011 Leila Lopez ke Kota Bandung pada 11 Oktober mendatang. Penolakan ini mereka sampaikan ke MUI Jawa Barat, Jalan Citarum, Kamis (6/10/2011).

Mereka mengklaim Suara Perempuan Jawa Barat terdiri dari ormas Islam dan berbagai elemen masyarakat dan juga kampus. Koordinator Suara Perempuan Jabar Euis Rizki, menyatakan kedatangan miss universe ke Kota Bandung akan makin merusak moral dan akhlak bangsa, karena Indonesia memiliki adat ketimuran dan juga berpegang pada agama.

“Akar segala masalah di bangsa ini adalah moral dan akhlak. Dengan kedatangan miss universe akan ikut mempengaruhi akhlak dari generasi muda,” ujarnya usai bertemu dengan MUI.

Menurutnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang latah. Ia khawatir yang diikuti dari miss universe itu bukan kecerdasannya yang sering didengungkan. “Mending yang dicontohnya kecerdasan. Kalau Indonesia itu kan latah, seperti saat Inul muncul, yang ditiru apanya?” tandas Euis.

Dia menyatakan jika miss universe 2011 tetap memaksakan datang ke Bandung, ia khawatir kejadian pada 2007 silam terulang. Di mana Miss Universe 2007 Riyo Mori yang terus didemo massa, bahkan hingga depan hotelnya di Savoy Homann. Akhirnya Riyo pun memilih kembali ke Jakarta daripada hadir pada gala dinner yang digelar oleh EO.

“Kalau dia datang ke sini atas kehendak sendiri, misal untuk belanja, tak masalah. Tapi kalau sengaja didatangkan untuk dipamerakan sebagai contoh teladan, kami menolaknya,” tegas Euis.

Bagaimana kalau saat datang berpakaian sopan? “Kalau misalnya dia ke sini mengenakan jilbab, kami malah merasa dilecehkan. Karena kami tahu bagaimana keseharian dia,” ujarnya.

Menurut Euis setelah dari MUI, mereka akan mendatangi DPRD Bandung untuk menyampaikan aspirasi soal penolakan kedatangan miss universe.

Pada 11 Oktober mendatang, Miss Universe akan datang ke Bandung. Ia akan mengunjungi Imah Seniman dan FO Fashion World. Awalnya ia pun akan makan malam bersama dengan ibu-ibu istri pejabat Polda Jabar. Namun rencana itu dibatalkan karena menuai pro dan kontra.

(tya/ern) Tya Eka Yulianti – detikBandung, Kamis, 06/10/2011 12:05 WIB

***

MUI Jabar Tolak Kedatangan Miss Universe

BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat dan Suara Perempuan Jawa Barat menolak rencana Wali Kota Bandung menyambut resmi kehadiran Miss Universe 2011, Leila Luliana da Costa Vieira Lopes, di Kota Bandung, pekan depan.

“Itu kan bertentangan dengan program Bandung sebagai kota agamis. Satu di antaranya, Bandung bebas dari pornografi,” kata Sekretaris Umum (Sekum) MUI Jabar H M Rafani Ahyar kepada wartawan di kantor MUI Jabar, Jalan R E Martadinata, Bandung, Kamis (6/10).

Kehadiran Lopes, kata Rafani, merupakan bentuk persetujuan pemerintah terhadap pornografi. “Proses pemilihan Miss Universe itu sendiri saja sudah menginjak martabat perempuan. Setiap bagian tubuh, termasuk alat vital juga diukur,” ujarnya. Ia menyatakan alasan kedatangan Lopes sekaligus untuk mempromosikan pariwisata Bandung lemah.

Menurutnya, masih banyak tokoh yang lebih layak mempromosikan pariwisata Bandung seperti peraih Nobel atau olahragawan berprestasi.

Sebelumnya, Suara Perempuan Jabar bersuara serupa. Kelompok ini khawatir kehadiran Leila Lopes bakal berdampak buruk pada remaja Bandung.

“Dia (Lopes) itu ikon. Kalau hanya kecerdasannya yang ditiru remaja, tidak masalah. Namun, kalau cara hanya penampilan fisiknya yang ditiru, bakal berdampak negatif bagi para remaja Bandung,” ujar Koodinator Suara Perempuan Jabar, Euis Rifki.

Menurutnya, para remaja Bandung belum mampu memilah kelebihan ratu sejagat, yakni kercerdasan, perilaku, dan kecantikan. Remaja, ujarnya, latah untuk meniru kelebihan fisik saja, memamerkan bagian tubuh tertentu dengan berpakaian serba minim.

Hanya, baik Rafani dan Euis, mengatakan tidak menolak kunjungan pribadi Lopes ke Bandung. “Silakan saja ia berbelanja di sejumlah factory outlet (FO). Itu urusan pribadi dia,” ujar Euis.

Ditemui di sela kegiatan sosial Hari Kesatuan Gerak Bhayangkara (HKGB) ke-59, Kapolda Jabar, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, menegaskan bahwa Miss Universe 2011 Leila Luliana da Costa Vieira Lopes (25) batal menghadiri sejumlah acara yang dikemas oleh Kemala Bhayangkari Jawa Barat.

Sedianya Lopes akan menghadiri sejumlah acara yang dikemas oleh Kemala Bhayangkari Polda Jabar. Namun, urung menyusul polemik yang terjadi terkait kabar dana Rp 750 juta yang dibebankan kepada para perwira menengah (pamen).

Adapun tiga acara yang batal dihadiri Lopes pada acara Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-56 adalah jamuan makan malam atau charity night di Graha Bhayangkara, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (11/10). Lalu dua acara lainnya pada Rabu (12/10), yaitu kegiatan pelatihan bagi ibu-ibu Bhayangkari dan bazaar.

“Cuma acara Bhayangkari aja. Yang lain, Miss Universe masih mengikuti acaranya kok,” ujar Putut di halaman Markas Direktorat Pengamanan Obyek Vital Polda Jawa Barat (Polsek Ujungberung) Jalan AH Nasution No 21, Ujungberung Bandung, kemarin.

Ketua Kemala Bhayangkari Jawa Barat, Coreta Putut Eko Bayuseno, tak tampak dalam acara itu. “Oh, ibu (Coreta) ada kegiatan lain,” ujar Yanti Bimo Anggoroseno, Ketua Pelaksana dari kegiatan sosial pengobatan gratis di sela acara sambil bergegas menghindar kejaran wartawan.

Sejak polemik Miss Universe 2011 mengemuka, Coreta sulit dihubungi. SMS wartawan tak dibalas, begitu pun saat ditelepon tidak diangkat.

Kapolda hanya tersenyum saat wartawan melontarkan pertanyaan kenapa istrinya tidak datang. Ia malah bergegas langsung masuk ke dalam mobil dinasnya dan meninggalkan acara jelang tengah hari kemarin. (bb/dic)

Editor: Prawira Maulana  |  Sumber: Tribun Jabar Tribunnews.com – Jumat, 7 Oktober 2011 02:17 WIB

(nahimunkar.com)