Kekejaman Israel di Gaza

Menyulut Maraknya Anti Yahudi di Dunia

 

Apa salahnya anak-anak Muslim palestina? Kenapa mereka dibunuhi tentara Israel sejak 27 Desember 2008? Apa salahnya wanita-wanita Muslimah di Palestina? Kenapa mereka dibunuhi tentara Israel? Apa salahnya penduduk sipil Muslimin Palestina? Kenapa mereka dibunuhi tentara Israel? Apa salahnya rumah-rumah penduduk Muslim Palestina? Kenapa dibolduser hingga hancur dan penduduknya tewas? Apa salahnya masjid-masjid tempat ibadah Muslimin Palestina? Kenapa dihancurkan tentara Israel?

Semua itu sungguh kekejaman yang tidak ada bandingannya. Sebelum Israel membunuhi anak-anak, wanita, penduduk sipil, dan menghancurkan rumah-rumah dan masjid-masjid sejak 27 Desember 2008, terbukti Israel sudah terkejam di dunia. Apakah masyarakat dunia akan diam saja?

Berikut ini beritanya:

 

Israel Layak Masuk Guiness Book “Terkejam”          

 

Sunday, 02 November 2008 02:33

/Karena banyak “kekejaman” yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, maka diusulkan Israel dimasukkan dalam Guiness Book of Record/ */Hidayatullah.com—/*Usulan ini disampaikan Isa Al Qadumi, salah satu peserta /International Humanitarian Conference on Assistanship for Victim of Occupation/ (Konferensi Internasional untuk Kemanusiaan dan Penjajahan di Palestina), yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Sebagaimana diketahui, /Guiness Book of Record/ merupakan buku catatan dunia yang merekam kejadian luar biasa atau kejadian-kejadian istimewa yang amat jarang terjadi.  Melihat berbagai kekejaman keji yang dilakukan Israel, maka Negara Yahudi ini dinilai bisa diabadikan namanya dalam buku ini.

Menurut peserta yang berasal dari Kuwait ini. “Kelakuan” Isreal terhadap bangsa Palestina, telah memecahkan rekor. Banyak hal-hal aneh dan ganjil yang bisa ditemukan. Peserta yang selalu mengenakan jubah putih itu menjelaskan banyak poin “yang dikantongi” Israel yang bisa jadi “modal” untuk tampil sebagai pemecah rekor dalam banyak hal.

 

Al Qadumi mencatat 11 poin “keistimewaan” Israel. Diantaranya adalah;

1. Israel adalah satu-satunya negara yang diakui sebagai anggota PBB dengan syarat-syarat yang tidak pernah dipenuhi dan dipatuhi hingga kini.

2. Israel juga satu-satunya negara yang tidak memiliki batas-batas geografis yang jelas dengan negara-negara sekitarnya, dan itu berlangsung hingga saat ini.

3. Israel juga merupakan satu-satunya negara di dunia yang tidak memiliki perundang-undangan yang lengkap dan tertulis, dan itu berlaku hingga kini. Israel adalah negara tanpa undang-undang.

4. Poin lainnya adalah; Israel satu-satunya negara yanng menajikan orang asing sabagai penduduk dengan cara mengusir penduduk asli.

5. Israel juga satu-satunya negara yang merekomendasikan pembunuhan terhadap anak-anak, orang jompo, wanita yang nota bene merupakan penduduk sipil, negara yang memiliki kebebasan dalam kepemilikan senjata nuklir, tanpa ada pengawasan sama sekali.

6. Israel  adalah satu-satunya negara yang tidak memiliki pendududuk, karena semua penghuninya adalah tentara, termasuk kaum wanita.

7. Satu-satunta negara di dunia yang menodai tempat-tempat suci Islam, dan merubah masjid menjadi kandang ternak dan tempat prostitusi.

8. terluas di dunia. Temboknya lebih panjang dua kali lipat daripada tembok berlin dan tingginya dua kali lipat tembok yang terkenal itu. Penjara itu bernama Gaza.

9. Tahanan terbanyak juga berhasil dipecahkan oleh Israel, dimana dalam wilayah “penjara Gaza” hidup sekitar 3 juta jiwa.

10. Tidak hanya itu, ada pemerintahan di balik jeruji besi, dimana 7 menteri dan 40 anggota parlemen yang ditahan Israel.

11. masalah pembunuhan, Israel tetap sebagai pemecah rekor. Yakni pembunuhan oleh militer yang berusia termuda, yang menyebabkan anak berumur 10 hari tewas.Dalam masalah tahan-menahan, Israel tetap menjadi “jago” yang tak terkalahkan. Tahanan terbanyak di negeri itu telah mencapai 700.000 orang. Tidak ada satu negara pun di dunia bisa menandingi Israel. [tho/www.hidayatullah.com </>]

 

Kekejaman Israel di Gaza Palestina diakui PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) sebagai insiden paling tragis. Berikut ini beritanya:

 

Israel Giring Warga Palestina ke Rumah lalu Dibantai Masal

30 Tewas, PBB Anggap Insiden Paling Tragis

[ Sabtu, 10 Januari 2009 ]

 

GAZA-Kebiadaban pasukan Israel terus terungkap. Kemarin, giliran PBB yang membongkar pembantaian yang dilakukan militer Negeri Zionis itu di sebuah rumah di Zeitun, dekat Kota Gaza, berdasarkan keterangan beberapa saksi korban yang selamat dari insiden itu. Seperti dilansir AFP, dengan dalih ingin menyelamatkan, 110 warga sipil Palestina di digi-ring masuk ke rumah itu. Namun, misi heroik itu hanyalah topeng. Sehari kemudian, serdadu Israel malah memberondongkan peluru senjata otomatis ke tengah massa yang meringkuk di rumah tersebut.

Buntutnya pun otomatis mengerikan. 30 orang tewas seketika. ‘Berdasar sejumlah kesaksian, pada 4 Januari, serdadu Israel mengevakuasi sekitar 110 warga Palestina ke sebuah rumah di Zeitun (setengahnya anak-anak) dan mengatakan agar tak kemana-mana. Dua puluh empat jam kemudian, serdadu Israel menembak rumah tersebut berulangkali, menewaskan setidaknya 30 orang,” kata seorang pejabat PBB kepada Agence France-Presse.
Menurut lembaga PBB untuk bantuan kemanusiaan, OCHA, sepanjang 13 hari serangan Israel hingga kemarin, kejadian itulah yang paling tragis. Bila serangan Israel masih tetap berlanjut dan tak ada satu kekuatan pun yang dapat menghentikan agresi Israel ke Gaza, daftar insiden paling tragis dipastikan akan terus bertambah.

Berdasar catatan OCHA, warga sipil yang berhasil lolos, berlari menyelamatkan diri menuju jalan raya bahkan sambil membawa korban luka-luka yang masih mungkin diselamatkan nyawanya. “Mereka yang selamat berjalan sejauh dua kilometer ke Jalan Salah Ed Din sebelum diangkut ke rumah sakit oleh kendaraan warga sipil lain. Ada tiga anak-anak, yang paling muda berusia lima bulan dan meninggal begitu tiba di rumah sakit,” kata sumber internal OCHA.

Salah seorang yang selamat dari pembantaian itu, Meysa Fawzi al Samuni, 19, menjelaskan, yang menyuruh dia dan para warga Zeitun lainnya masuk rumah itu adalah dua tentara Israel.

“Kedua tentara itu kemudian pergi. Setelah itu atap rumah ditembaki dengan misil. Melihat intensitasnya, saya pikir tembakan itu berasal dari pesawat F-16,” kata Al Samuni seperti dikutip B’Tselem, organisasi kemanusiaan dan hak asani manusia yang berbasis di Israel.

“Setelah semua bagian rumah runtuh, saya melihat 20-30 orang tewas. Yang luka-luka masih banyak yang tertinggal di rumah itu,” lanjutnya. Israel mengaku tak tahu-menahu tentang insiden tersebut. Mereka menyatakan bakal melakukan investigasi mengenai keabsahan kesaksian korban. ”Dari pemeriksaan inisial, kami sama sekali tak tahu-menahu tentang insiden ini. Kami telah memulai penyidikan tapi masih belum tahu hasilnya,” kata Avital Leibovich, juru bicara militer Israel. (ape/ttg) (Jawa Pos).

Korban terbanyak adalah wanita dan anak-anak. Beritanya sebagai berikut:

 

Sepertiga Korban Perang Israel-Palestina Anak-Anak


[ Jum’at, 09 Januari 2009 ]

 

GAZA – Inilah salah satu alasan kenapa aksi brutal Israel ke Gaza harus segera dihentikan: tak semakin banyak nyawa anak tak berdosa yang melayang sia-sia. Korban tewas akibat invasi Israel ke Jalur Gaza hingga hari ke-12 kemarin (8/1) telah mencapai 700 orang. Sepertiga dari total korban itu adalah anak-anak. Menurut Kepala Unit Pelayanan Darurat Gaza Moawiya Hassanein, bocah yang tewas mencapai 220 jiwa.

Parahnya, serdadu Israel justru makin liar. Saat perwakilan Israel, Hamas, Mesir, dan otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas menghelat dialog di Kairo untuk membahas perihal gencatan senjata, kabinet Israel malah mengistruksi militernya untuk maju menyerang dan masuk lebih jauh ke wilayah Gaza. Otoritas internasional menyayangkan terjadinya hal itu karena berpotensi memperbanyak korban jiwa. Yang lebih disesalkan, peluru pasti tidak mampu membedakan anak-anak atau orang dewasa.

“Yang paling memprihatinkan adalah bertambahnya jumlah anak yang tewas atau terluka,” terang Maxwell Gaylard, koordinator misi kemanusiaan PBB untuk Palestina. “Kondisi perang sangat berbahaya bagi anak-anak. Namun, tak ada tempat aman di Gaza, sekalipun tempat bernaung atau selter bom. Untuk sementara, perbatasan ditutup. Hal tersebut mengakibatkan warga sipil tak punya tempat dan cara untuk menyelamatkan diri,”  sambungnya.

Selain mengancam jiwa, perang berbahaya secara psikologis bagi anak-anak. Berhadapan terus-menerus dengan bom, roket, senjata, dan darah bisa menjadi faktor utama trauma dan tekanan mental.  “Hal tersebut sangat mengerikan bagi anak-anak. Saya sudah menjumpai yang seperti itu berkali-kali. Namun, itulah yang terparah,” ungkap Direktur Program Kesehatan Mental Gaza Dr Iyad Sarraj. Pengalaman merawat bocah lima tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi dia. Ketika itu dia merawat seorang bocah yang trauma setelah sebuah roket Hamas menghantam rumahnya. Waktu itu keadaan gelap karena listrik padam. Tanpa sengaja, tangan si bocah menyentuh sesuatu yang basah dan kental. Begitu sadar, ternyata itu darah saudara perempuannya. Si bocah langsung trauma jika mencium atau memakan daging selama tiga tahun pascainsiden tersebut. Penyakit psikologis yang sama berpotensi terjadi pada anak-anak di Jalur Gaza.

Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, mengimbau Israel maupun Hamas untuk segera menghentikan serangan. “Semua korban konflik menjadi tanggung jawab hukum kemanusiaan internasional. Jadi, anak-anak dilindungi, menerima suplai bantuan kemanusiaan dan dukungan,” bunyi pernyataan UNICEF seperti dirilis BBC.

Sementara itu, bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Internasional nekat masuk ke wilayah “merah” tersebut untuk meringankan penderitaan korban akibat pertempuran meski sudah dilarang oleh Israel dengan alasan berbahaya. Minggu lalu, serangan rudal Israel menghancurkan sebuah ambulans tim kemanusiaan Bulan Sabit Merah. Akibatnya, seorang paramedis tewas, sedangkan dua lainnya terluka serius. (ape/ami) (Jawa Pos).


*Gaza* – Korban jiwa terus berjatuhan akibat agresi militer Israel di

Gaza. Setidaknya 700 warga Palestina telah tewas sejak Israel mulai

melancarkan serangan pada 27 Desember lalu.

Dari jumlah itu, sekitar 257 korban tewas adalah anak-anak. Sebanyak

1.080 anak lainnya mengalami luka-luka. Demikian menurut data yang

dirilis PBB seperti dilansir/ News.com.au/, Jumat (9/1/2009).

Jumlah anak-anak di Gaza mencapai lebih dari separuh dari total 1,4 jiwa penduduk Gaza. (detiknews).

 

Korban terbesar wanita dan anak-anak.

KOTA GAZA– Enam warga Palestina, sebagian besar berasal dari satu

keluarga, tewas dalam serangan udara Kamis malam yang dilakukan tentara

Israel di Jalur Gaza utara, kata para petugas medis dan para saksimata,

Jum’at (9/1).

Sebagian besar korban berasal dari daerah Beit Lahiya dan Jabaliya

adalah para anggota dari keluarga Salha, kata sumber-sumber tersebut.

Berdasarkan laporan terakhir, jumlah korban rakyat Palestina sejak

dimulainya serangan negara Yahudi itu terhadap Gaza 27 Desember lalu,

telah mencapai 774 orang.

 

Korban tewas sebagian besar berasal dari penduduk sipil, terdiri wanita

dan anak-anak.

 

Israel bukan saja menyerang posisi-posisi penting Hamas, tapi juga

mesjid-mesjid, sekolah-sekolah termasuk sekolah yang dikelola PBB, dan

rumah penduduk.

 

Selain itu, sekitar 3.200 orang lainnya cedera, menurut pejabat-pejabat

medis Palestina. (afp/ant/ri) (http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.republika.co.id/berita/25166.html)

 

akibat dari itu semua, merebak sikap anti Yahudi di seluruh dunia. Beritanya sebagai berikut:

 

Anti Yahudi Merebak di Dunia

By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 21:06:00

 

DEMO ANTI YAHUDI: Demonstran di depan Kedutaan Besar Amerika di Malaysia demo anti Yahudi dengan menyerukan boikot terhadap produk coca cola dan Mahathir Muhammad menyerukan untuk berhenti bekerja

PARIS — Demonstrasi menentang ofensif Israel di Gaza berlangsung serempak di seluruh dunia dari negara berpenduduk muslim terbesar dunia Indonesia, sampai Itali di mana seruan boikot pedagang Yahudi mendapat tentangan luas dari rakyat Itali.

Sekitar 200 perempuan berdemonstrasi di luar Kedutaan Besar Mesir di Jakarta, membawa poster bergambarkan anak-anak Palestina mati dan terluka serta mendesak Mesir membuka perbatasannya dengan Gaza untuk menjamin masuknya bantuan kemanusiaan internasional.”Sebagai tetangga terdekat Palestina, kami harap Mesir membuka jalan sehingga suplai bantuan terkirim ke para korban (krisis Gaza),” kata Nani Handayani dari Persaudaran Muslimah (Salimah).”Sebagai ibu, kami ikut bersedih untuk para ibu yang kehilangan anak-anaknya di Palestina…mereka semua ada dalam doa kami,” katanya.

Bombardemen keji Tel Aviv di Gaza sejak 27 Desember yang diklaim para petugas kesehatan Palestina telah menewaskan 800 warga Palestina telah mendorong sejumlah kelompok muslim Indonesia mengumumkan rekrutmen pasukan jihad untuk menghentikan kekejaman itu.

Di negara tetangga Indonesia yang juga didominasi penduduk Muslim, Malaysia, warga muslim mengajak boikot produk-produk AS seperti Coca-Cola dan seorang mantan perdana menteri yang sangat berpengaruh mengajak warga Malaysia yang bekerja di Starbucks atau restoran cepat saji McDonald’s untuk keluar kerja.

Tembakan-tembakan salvo diarahkan ke Kedubes AS, sekutu andalan Israel, dari luar Masjid Nasional Kuala Lumpur oleh sekitar 300 demonstran bersuara serak setelah mereka beribadah Salat Jumat.Ajakan boikot disampaikan Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia dan Asosiasi Operator Restoran Muslim yang menghilangkan penyajian minuman ringan Coca-Cola sebagai bagian dari menu makanan di ribuan rumah makan muslim.

Di depan kumpulan demonstran, mantan perdana menteri Mahathir Mohamad menyatakan orang Malaysia tak akan mati jika mereka tidak menggunakan produk-produk buatan AS dan mengajak para pekerja lokal di McDonald’s dan Starbucks untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya.

Di Itali, satu asosiasi pedagang kecil memancing kontroversi dengan menyeru boikot berdagang dengan kaum Yahudi di Roma, yang akhirnya mengundang kecaman keras di negara itu.

Asosiasi kecil namun otonom beranggotakan para pedagang Roma bernama Flaica-Uniti-Cub itu mengeluarkan seruan di lamannya untuk jangan membeli apapun dari usaha yang dijalankan komunitas Yahudi sebagai tanda protes (terhadap agresi Israel di Gaza), lapor koran La Repubblica. “Kami tidak bisa terus diam terhadap apa yang sedang terjadi di Gaza. Kami telah membuat daftar pengusaha (Roma) yang berhubungan dengan Tel Aviv karena rakyat (Itali) tidak tahu siapa mereka,” kata Giancarlo Desiderati, otak di balik prakarsa boikot bisnis Yahudi itu.

Kepala komunitas Yahudi di Roma, Riccardo Pacifici, menyatakan akan menggugat asosiasi dagang Roma itu dengan tuduhan menyebarkan kebencian rasial.Upaya boikot juga dikecam ketua koalisi tengah-kanan Itali, Senator Renato Schifani, dan walikota Roma yang ultra kanan, Gianni Alemanno, yang menyebut tindakan itu “gila dan kriminal.”

Di Norwegia, berdasarkan keterangan polisi setempat, enam orang terluka dan 31 lainnya ditahan saat sekitar seribu demonstran pro Palestina menyerang demonstran pro Israel di Oslo, sebuah kerusuhan terburuk yang terjadi di kota itu sejak 1980an.

Pemimpin Libya Moamar Kadhafi mendesak bangsa Arab turun tangan menjadi sukarelawan guna berperang bersama warga Palestina menghadapi Israel.”Saya mengajak rakyat Arab untuk sukarela bertempur (melawan Israel) bersama dengan warga Palestina,” kata pemimpin veteran Libya itu seperti dikutip kantor berita Jana.ant/afp/kp (republika online).

Pemboikotan terhadap yang berkaitan dengan Israel pun digemakan. Seperti berita berikut ini:

 

SP BUMN imbau serikat buruh dunia boikot Israel

Tanggal :            06 Jan 2009

JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mengutuk serangan Israel terhadap Palestina, dan menyerukan serikat-serikat buruh terutama di pelabuhan internasional agar melakukan pemboikotan terhadap aktivitas bongkar muat kapal-kapal perdagangan Israel di pelabuhan-pelabuhan di seluruh dunia.

“Ini merupakan kejahatan kemanusian yang tidak dapat ditolerir,” kata Ketua Presidium FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, di Jakarta, Selasa pagi (6/1).

FSP BUMN Bersatu, ujar Arief, saat ini sedang menggalang solidarity campaign untuk rakyat Palestina, dengan menyerukan serikat-serikat buruh memboikot produk-produk AS dan Israel. Untuk itu, FSP BUMN Bersatu telah menyurati beberapa serikat buruh di timur tengah dan Israel untuk bisa mengupayakan penghentian serangan Israel terhadap Palestina.

Arief juga mendesak pemerintahan SBY-JK secara pro aktif mengupayakan penghentian serangan Israel terhadap Palestina melalui Organisasi Konferensi Islam [OKI]. (asa) Sumber :         

 

Harian Terbit

Utusan Malaysia Online 6 Januari 2009 memuat sebagai berikut:

Apakah produk Amerika Syarikat yang anda paling ingin lihat diboikot?

Francais restoran dan pasaraya            

    45.6%

   (4269)

Filem dan hiburan          

    20.5%

   (1920)

Makanan dan minuman  

    22.6%

   (2112)

Fesyen dan kosmetik     

    11.3%

   (1054)

Jumlah Undi: 9355 (Utusan Malaysia Online, 6 Januari 2009 )

Opini yang berkembang di masyarakt Muslim di berbagai belahan dunia pun sahut menyahut. Di antaranya seperti berikut ini:

Muslim Inggris: Serangan Israel Picu Radikalis Lebih Berkembang

By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 10:07:00

MUSLIM INGGRIS BERDEMO: Kekuatan Israel tidak proposional membangkitkan ekstrimisme lebih berdaya

LONDON — Dalam tulisan editorial di Independent, Robert Fisk, wartawan Inggris, telah mengingatkan jika muslim memiliki alasan lebih banyak untuk marah dengan Barat. Hal itu pun disadari lebih dari selusin penasihat penangkal-teroris yang dipimpin pemerintah Inggris.
Mereka mengingatkan pembantaian Israel di Jalur Gaza justru mendorong ekstrimis di Negara Albino dan belahan dunia lain semakin kehilangan keyakinan terhadap demokrasi, dan perdamaian.

“Sebagaimana anda sadari, kemarahan di dalam komunitas muslim Inggris telah mencapai intensitas yang akut,” bunyi tulisan dalam sebuah surat gabungan yang dilayangkan kepada Perdana Menteri Gordon Brown, seperti yang dilansir oleh Guardian.

“Pemerintah Israel menggunakan kekuatan tidak proposional untuk memerangi ancaman dalam negerinya. Tindakan itu membangkitkan kelompok ekstrimis dan semakin memberdayakan pesan kekerasan serta konflik berkepanjangan,” Lebih dari 708 orang telah terbunuh, 3.100 orang luka-luka dalam 13 hari serangan darat, laut, dan udara Israel di Jalur Gaza, salah satu kawasan padat di dunia. “Bagi para muslim Inggris dan di luar negeri, kami menuju potensi resiko kehilangan keyakinan dalam proses politik,” bunyi surat itu lebih lanjut. Di antara para penandatangan, iaah Dr Usama Hasan, imam masjid Al Tawhid, Dilwar Hussain, kepala pusat penelitian kebijakan di Yayasan Islam Inggris, Zareen Roohi Ahmed dari Forum Muslim Inggris, dan Ed Husai, direktur utama pemikir anti-ekstrimisme, Yayasan Quilliam.

Para penandatangan tersebut adalah tokoh-tokoh yang selama ini aktif menghadang ekstrimisme di Inggris dan luar negeri. Surat tersebut mendesak PM Gordon Brown untuk mengambil jarak dengan sikap bias Amerika Serikat (AS) yang memalukan terhadap Israel.

“Kami meminta anda segera untuk menyusun rencana dan upaya keberhasilan untuk meyakinkan pemerintah AS tentang bahaya akibat pendekatan mereka, dan memastikan pemerintahan Obama menempa arah kebijakan yang lebih tercerahkan,” ujar kalimat lain dalam surat.

Washington, sebagai sekutu induk Israel memang telah menyetop draf resolusi Arab di Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza. AS berkeras jika serangan militer Israel yang tengah berlangsung hanyalah aksi pertahanan diri terhadap  serangan roket Hamas.

Dalam surat tersebut penasihat muslim tersebut mengingatkan dengan berujar,”Kondisi terkini dan narasi penyerdehanaan dari Gedung Putih sungguh serius dan melukai langsung hubungan dengan Inggris, Amerika Utara, dan negara-negara Arab. Itu juga berpotensi menyabotase tujuan kebangsaan kita,”

“Kami juga meyakini bahwa Inggris–secara bilateral dan bagian dari Uni Eropa–memiliki peran penting untuk menunjukkan kepada Israel jika ambang batas perilaku yang dapat diterima telah diterobos semena-mena,”

Inggris sendiri bersekutu dengan AS dalam pendapat mengenai draf resolusi Arab atas Gaza. Sekiar 30 orang mewakili sejumlah grup muslim, termasuk Dewan Muslim Inggris dan Masyarakat Islami Inggris, bertemu pada 8 Januari lalu dengan Menteri Luar Negeri dan Persemakmuran, Bill Rammel. Mereka mengingatkan, kegagalan London untuk menyetop serangan Israel justru memberi amunisi terhadap ekstrimis.  

Grup Penasihat Pemuda Muslim (YMAG) yang diresmikan oleh pemerintah pada Oktober lalu juga melayangkan surat terpisah untuk Brown, mengingatkan kegagalan semacam itu justru mematahkan usaha mereka untuk mereduksi pertumbuhan radikalisasi di dalam negara. “Kami di situasi sangat berbahaya untuk mengirim pesan kepada para pemuda muslim saat ini. Sebab pembunuhan masal terhadap warga sipil dapat digunakan dalih mengesahkan mereka, ketika hak tersebut dilanggar,” ujar surat YMAG. YMAG menekankan dalam iklim saat ini ada bahaya nyata di kalangan pemuda yang menyaksikan kemandulan institusi dalam bertindak. “Mereka yang seharusnya bergerak melindungi nyawa tak berdosa akhirnya mengubah upaya mereka, membuat suara mereka terdengar dengan cara apapun,” kata YMAG./it (republika online).

 

SBY, FPI & JIHAD PALESTINA

Oleh : Hb.Muhammad Rizieq Syihab

Langkah Presiden SBY mengirim bantuan senilai dua milyar rupiah ke

Palestina sudah sangat baik dan terpuji, karena menjadi bentuk kepedulian

Terhadap Krisis Kemanusiaan di Gaza. Namun pernyataan Presiden SBY bahwa Konflik

Palestina bukan Konflik Agama adalah sangat disesalkan, bahkan bisa diartikan sebagai pernyataan pengecut yang licik dan jahat serta menyesatkan, karena mengandung :

1. Pengerdilan Masalah dari masalah dunia Islam menjadi masalah lokal Arab.

2. Pemutusan Ikatan Persaudaraan Muslim yang bagai Satu Tubuh.

3. Pemadaman semangat Jihad umat Islam yang sedang menggelora.

4. Penyesatan Opini tentang makna perjuangan dan pengorbanan Rakyat Palestina.

5. Pelarian dari tanggung-jawab yang lebih besar.

Lebih mengagetkannya, tatkala pemimpin-pemimpin dunia, muslim mau pun

kafir, berlomba memberikan pernyataan keras terhadap Israel, Presiden SBY

justru super sibuk meredam kemarahan umat Islam terhadap Israel di seantero

negeri, ia mengajak agar rakyat jangan “gegabah” dengan berjihad ke Palestina, dan mengatakan bahwa berjihad akan menambah “beban masalah”.

Akibatnya, pengiriman bantuan Palestina oleh Presiden SBY yang semula diacungkan jempol oleh banyak pihak, akhirnya hanya dianggap sebagai “Politik Tebar Pesona”, apalagi sebenarnya besar bantuan tersebut nilainya hanya 2% dari nilai korupsi yang dituduhkan kepada besannya, Aulia Pohan.

Tidak sepatutnya bagi SBY, selaku Presiden negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, memberikan pernyataan macam itu. Sesuai amanat UUD 1945, semestinya SBY konsisten berjuang menghapuskan penjajahan di atas muka bumi, yang oleh karenanya berkewajiban untuk turut mengusir sang penjajah Israel dari bumi Palestina dan mendukung sepenuhnya kemerdekaan Negara Palestina yang berdaulat. SBY seyogyanya mengirim Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza sebagai Pasukan Perdamaian untuk mejaga dan melindungi warga sipil Palestina dari kebiadaban Israel. Tapi sayang, SBY inkonsitensi.

Sungguh sangat memalukan !

SBY harus lebih banyak belajar tentang Islam agar lebih memahami arti persaudaraan Islam yang tidak sektarian, tapi lintas sektoral dan bersifat transnasional, yang tidak dibatasi oleh ras, suku, golongan, kebangsaan, wilayah mau pun teritorial, sehingga lebih bisa menghargai setiap tetes darah umat Islam yang ditumpahkan secara zhalim oleh kaum kafir, kapan saja dan dimana saja.

SBY juga mesti lebih tekun belajar tentang makna Jihad Fi Sabilillah, sehingga tidak menyebutnya sebagai langkah “gegabah”, apalagi menganggapnya sebagai “beban masalah”. Jihad adalah perjuangan suci bukan gegabah. Jihad adalah pengorbanan bukan beban. Mungkinkah di balik itu semua ada agenda tersembunyi yang dimainkan SBY ?

Mengingat Amerika Serikat sebagai “Bapak Asuh” Israel masih bungkam seribu bahasa tentang serangan brutal Israel ke Gaza Palestina, sehingga SBY harus sangat hati-hati memberi pernyataan untuk menjaga “hubungan khusus” dengan AS yang juga sudah mulai dijadikan “Bapak Asuh” Indonesia.

Asumsi tersebut berdasarkan pernyataan yang pernah dilontarkan SBY sendiri ketika masih menjabat sebagai Menko Polkam di tahun 2003, yang bunyinya: ”I love The United State with all its faults. I consider it my second country.”(“Saya cinta Amerika Serikat dengan segala kesalahannya. Saya menganggapnya sebagai negara kedua saya.”). *Pernyataan tersebut termuat dalam Al-Jazeerah English Archive 6 Juli 2003. Harapan saya semoga asumsi tersebut tidak benar, dan doa saya semoga SBY mendapat taufiq dan hidayah sehingga menjadi pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Dan saya yakin, siapa pun yang menjadi Antek AS & Israel pasti akan dihancurkan Allah ‘Azza wa Jalla.

Lain SBY lain FPI. Serangan biadab dan brutal Israel ke Gaza Palestina telah mendorong FPI membuka Posko-Posko Jihad di berbagai daerah di pelosok Nusantara. Pro Kontra pun terjadi terhadap sikap reaksioner FPI tersebut. Kelompok yang Pro menyambut hangat dan memberi dukungan mulai dari doa hingga pembukaan akses persenjataan dan jalur Gaza. Sedang kelompok yang Kontra menyambut dingin dan melakukan penolakan mulai dari sekedar mencibir hingga caci-maki dan sumpah serapah. Bagi FPI, pembukaan Posko Jihad Palestina di Indonesia memiliki makna dan manfaat yang besar, antara lain :

1. Menjadi spirit bagi para Mujahidin di Palestina sekaligus pesan bahwa mereka tidak sendiri.

2.Menjadi cambuk bagi masyarakat Arab yang bertetangga dengan Palestina untuk segera ikut berjihad agar tidak ketinggalan dengan Mujahidin Indonesia.

3.Menjadi pesan peringatan bagi masyarakat internasional agar tidak sewenang-wenang terhadap umat Islam dimana saja dan kapan saja.

4.Menjadi pesan khusus bagi Israel bahwa memerangi Mujahidin Palestina berarti memerangi umat Islam secara keseluruhan dan akan menjadi perang yang sangat luas dan panjang sekali.

5.Menjadi bukti nilai persaudaraan dan persatuan serta solidaritas umat Islam dalam suka dan duka, bahkan hidup dan mati.

6.Menjadi wadah penancapan niat dan kebulatan tekad untuk menjadikan Jihad sebagai jalan hidup.

7.Menjadi pintu untuk menuju Jihad yang sebenarnya.

8.Menjadi pengetuk Pintu Rahmat sehingga Allah SWT menurunkan pertolongannya.

9.Menjadi wadah pelatihan mental dan penyadaran umat tentang urgensi Jihad.

10. Menjadi pintu penting untuk menuju ridho Allah SWT.

 

Banyak pihak mempertanyakan soal biaya dan teknis yang telah disiapkan FPI

untuk Jihad ke Palestina : Bagaimana biaya perekrutan, pelatihan dan pemberangkatan Mujahidin ke Palestina ? Bagaimana akses ke Gazanya ?

Bagaimana pula akses persenjataannya ? Bagaimana pengalaman perangnya ? Dan

seterusnya.

Soal biaya, FPI punya Yang Maha Kaya, yang kekayaannya unlimited (tanpa batas), dan tidak pernah kering sepanjang zaman, Dia lah Allah Azza wa Jalla. Ada pun soal teknis, FPI punya cara yang intinya : Banyak jalan menuju Gaza. Soal pengalaman, Alhamdulillah FPI memiliki alumni Afghan, Philipina, Ambon dan Poso, bahkan kini banyak mantan aktivis GAM di Aceh yang bergabung ke FPI dan sudah siap pakai untuk tempur di Palestina.

Lalu ada komentar : Bukankah lebih baik mengirim bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, pakaian dan makanan dari pada pengirirman Mujahidin Perang ?

Jawabnya : Saat ini segala bentuk bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan oleh Rakyat Palestina. Pengiriman obat-obatan ditujukan untuk mengobati para korban yang luka akibat serangan Israel, tentu saja itu penting dan sangat baik. Namun, akal sehat mana yang membenarkan pengobatan para korban yang terluka, sedang para penjahat yang melukai mereka dan akan terus melukai mereka dan yang lainnya, bahkan akan membunuhnya, dibiarkan ?! Jadi, kirimlah Relawan Kemanusiaan dengan perlengkapan medisnya untuk mengobati para korban yang terluka, dan pada saat yang sama kirimlah Relawan Perang dengan persenjataannya untuk menghalau para penjahat yang telah melukai korban dan akan terus melukai korban dan yang lainnya bahkan akan membunuhnya, sehingga pengobatan para korban perang bisa terjaga dan terlindungi dengan baik.

Akhirnya, saya ingin ingatkan semua pihak bahwasanya bantuan apa pun yang kita berikan untuk perjuangan Mujahidin Palestina adalah baik dan sangat manfaat. Dan bantuan yang terbaik adalah yang datang dari yang paling ikhlas mencari ridho Allah SWT, walau hanya doa. (Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, 10 Muharram 1430 H. *http://www.fpi.or.id/artikel.asp?oy=cat-28*, *Selasa, 6 Januari 2009*)

Demikian reaksi dunia dengan aneka bentuknya terhadap kekejaman Israel di Gaza Palestina. (haji).