Musabaqah ini untuk menyeleksi peserta yang bakal mewakili Indonesia dalam even perlombaan menghafal Alquran dan Hadits Nabi tingkat ASEAN dan Pasifik hasil kerjasama Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar lomba menghafal Alquran dan hadis tingkat nasional pada tanggal 24-26 September. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Jauhari, acara ini dilakukan untuk menyeleksi peserta yang bakal mewakili Indonesia dalam even perlombaan menghafal Alquran tingkat ASEAN dan Pasifik hasil kerjasama RI dengan Pemerintah Arab Saudi.

”Even ini menyaring bibit-bibit unggul untuk mengharumkan nama Indonesia,”ujar dia kepada Republika di Jakarta, Kamis (23/9) Jauhari yang juga Direktur Penerangan Agama Islam (Kemenag) itu mengatakan ada lima cabang yang akan diperlombakan dalam even kali ini yaitu hafalan Alquran 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 Juz serta cabang menghafal hadis nabi.

Peserta akan datang dari pelosok nusantara dengan total peserta 177 orang. Rincian peserta sebagai berikut cabang 30 juz sebanyak 34 peserta, 20 juz 35 peserta, 15 juz 35 peserta, 10 juz 35 orang, dan cabang menghafal hadis sebanyak 38 orang. Peserta tersebut adalah utusan dari 85 lembaga yang berasal dari kurang lebih 50 kota di 23 provinsi.

Jauhari mengutarakan, acara ini akan dilaksanakan di lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP) DKI Jakarta. Selain bertujuan untuk menyaring bibit unggul even ini juga bertujuan untuk kembali memacu minat generasi muda Islam Indonesia untuk menggali Alquran. Sebab, saat ini ada ke cenderung generas muda tak lagi tertarik mempelajari Alquran dan hadis. Inilah yang menjadi konsern kedua negara untuk menggelar perlombaan yang memperebutkan hadiah langsung dari Pemerintah Arab Saudi

Ke depan, Jauhari berharap para generasi muda Islam akan tergugah untuk kembali menjadikan Alquran dan hadis sebagai tuntutan umat Islam. Dan, momen perlombaan ini adalah salahsatu media untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Perlombaan kali ini tak hanya bertujuan untuk menentukan siapa menang dan siapa yang kalah.

Akan tetapi lebih dari itu, perlombaan ini memiliki misi mulia untuk menanamkan kesadaran gerenasi mempelajari Alquran dan hadis. “Siapapapun yang terpilih sebagai wakil Indonesia nantinya bukan berarti yang lain tak mampu,”kata dia.

Red:taufik rachman

Rep:Nashih Nashrullah

Sumber, republika.co.id, Kamis, 23 September 2010, 20:26 WIB

(nahimunkar.com)