Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin

bincang bersama delegasi Perguruan Tinggi Belanda. (foto: sugito)


Jakarta (Pinmas) — Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Ditjen Pendis, menjajaki peluang untk memperkuat kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Belanda, khususnya di bidang Pendidikan Islam.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Dirjen Pendis Kamaruddin Amin dan perwakilan beberapa perguruan tinggi di Belanda yang dipimpin oleh Eric Beerkens dari Universiteit Leiden. Pertemuan di Kantor Kemenag, Selasa (22/11) ini juga dihadiri pejabat Eselon II Ditjen Pendis dan beberapa pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Kami di Kemenag telah menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan berbagai negara di dunia, Eropa, maupun Belanda. Bahkan beberapa MoU antara Kemenag dengan beberapa perguruan tinggi di negara sahabat telah telah terjalin lama,” terang Kamaruddin Amin.

“Pertemuan ini kali adalah untuk menjajaki kemungkinan kita untuk menguatkan dan mengembangkan kerja sama. Ke depan, rencananya akan dibuat semacam working grup bersama untuk mendesain kegiatan yang lebih besar, luas, dan kongkrit,” tambahnya.

Kepada delegasi Belanda, guru besar UIN Alauddin Makassar ini menjelaskan Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia, profile Kemenag dan perguruan tinggi keagamaan yang menjadi binaannya. Kamaruddin juga mempresentasikan rencana berdirinya Universitas Islam Internasional (UIII) di Indonesia.

Sementara Eric Beerkesn, mempresentasikan tentang model kerja sama yang mungkin bisa dilakukan kedua belah pihak. Akan hal ini, Dirjen menggarisbawahi bahwa kerjasama yang akan dibangun nantinya tidak hanya tentang studi Islam, namun juga ilmu umum.

“Kita tidak hanya mengirim mahasiswa dan dosen untuk belajar di Belanda. Namun juga mengundang mahasiswa Belanda untuk belajar di sini (UIN dan IAIN) dan profesor di sana untuk mengajar di sini,” imbuh Dirjen.

“Belanda punya kapasitas untuk studi Islam dan lain sebagainya. Mereka mempunyai tradisi keilmuan yang baik. Leiden misalnya, berdiri pada 1574 M dan menjadi salah satu perguruan tinggi tertua di Eropa. Yang menarik dari Leiden adalah, profesor pertama mereka, adalah Profesor Bahasa Arab,” terang Dirjen. (G-penk/mkd/mkd)

Sumber : kemenag.go.id

(nahimunkar.com)