Ketua Parlemen Iran, DR. Ali Larijani dalam pertemuannya dengan ketua MPR RI beserta rombongan senin (5/12 2016) di Iran diakhiri dengan shalat. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan beserta rombongan shalat berjamaah yang diimami DR. Ali Larijani. Tampak hadir dalam jamaah shalat DR. Hidayat Nur Wahid (wakil ketua MPR RI/mantan Presiden PKS) dan Octaviano Alimuddin, Kepala Duta Besar Indonesia untuk Iran./ abna.

***

Bukti Iran Membunuh Lebih dari 70 Ulama Ahlussunnah dengan Tuduhan Salafi Wahabi!!

by nahimunkar.com, 21 Januari 2016

Video:

Setelah Ayatullah Namir Baqir Namir yang jahat itu, Ayatullah Khamenei pemimpin tertinggi Negara Iran berpidato yang intinya:

“ Membunuh seorang alim yang ahli amar ma’ruf nahi anil munkar, yang cemburu kepada agama dan aqidahnya ini adalah sebuah kejahatan dan kesalahan. Sebab membunuh tokoh ini memiliki buntut panjang dan akan dibalaskan dendam untuknya. Hendaklah pemerintah Saudi mengetahui bahwa Allah akan membalas dendam kepada mereka.

Mengomentarai ucapan Ali Khamenei yang tidak pernah berhaji ke Ka’bah ini yang mengatakan mengatakan “mengapa orang Saudi tidak atau negara Islam tidak menghargai darah rakyatnya?, Ustadz Abdul Fattah Khidmati dari Iran (mewakili 25 juta Sunni Iran) berkata dan ditujukan kepada Ali Khamenei:

“Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan? Tanyakan kepada dirimu sendiri, berapa banyak ulama Ahlussunnah yang kamu bunuh? Berapa ulama Ahlussunnah yang kamu penggal kepalanya? Tanyakan kepada dirimu petaka yang datang kepadamu berupa kekeringan, kemelaratan dan ancaman keamanan. Bukankah ini hasil kezhalimanmu dan pembunuhanmu terhadap ulama Ahlussunnah? Sebagaimana ucapanmu sendiri bahwa orang zhalim harus membayar kerugian. Bukankah kalian sekarang harus membayar harga kezhalimanmu?

Bukankah ini hasil pembunuhanmu terhadap ulama Ahlussunnah?

Bukankah kalian membunuh lebih dari 70 ulama Ahlussunnah?

Bukankah kamu membunuh dan membantai lebih dari 70 ulama Ahlussunnah wal jamaah?

Siapa yang bertanggung jawab atas kejahatan ini?

Wahai ayatollah Khamenei mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak kerjakan?

Tanganmu berlumuran dengan darah para ulama Ahlussunnah yang ahli amar makruf nahi anil munkar, padahal mereka tidak pernah memprovokasi masyarakat untuk melawan kalian, bahkan mereka memuji kalian, akan tetapi kalian tetap membunuh mereka hanya karena mereka berdakwah kepada tauhid. Kalian takut kepada ilmu mereka dan akidah mereka. Maka lihatlah hukuman Allah atas dirimu. Seharusnya kamu mengatakan ucapanmu untuk dirimu sendiri. Namir Baqir al-Namir adalah provokator yang menyuruh manusia untuk membunuh dan membangkang pemerintah yang sah , dan dia mencaci maki para sahabat Nabi, mencaci maki pemerintah Saudi. Akan tetapi ulama Ahlussunnah yang kamu bunuh mereka hanya memerintahkan kepada yang baik dan melarang dari yang munkar, tidak pernah memprovokasi untuk melawan kalian. Dakwah mereka adalah tauhid. Mereka memperingatkan manusia dari syirik. Mereka mengajak kepada persatuan kaum muslimin, akan tetapi kalian kesal dan sesak dada kalian lalu kalian habisi mereka dan kalian bunuh satu persatu dan kalian cincang jasad mereka.

Sekarang lihatlah hukuman Allah atas kalian. Mengapa engkau mengatakan bahwa Baqir namir ahli amar makruf? Ulama Ahlussunnah semisal Syaikh Dhiyai dan Syaikh al-Kazhimi, Dr. Sayyad dan Mufti Zadah, Dr Muzhaffaryan, Syaikh Dahwari, mereka adalah ulama yang kamu bunuh dan kamu pancung dengan tuduhan wahabi salafi.

Bukankah kamu punya penasehat yang tulus menasehatimu dan mencegahmu dari kezhaliman dan pembunuhan? Kejahatan ini ada di dalam iran, tetapi kejahatan yang di luar Iran seperti Suria, kalian membunuh lebih dari 300.000 orang Suria, mengapa? Karena kalian ingin memasuki kawasan itu dan mengacaukan keamanannya. Maka lihatlah dan tunggulah hukuman Allah atas kalian dan atas setiap orang zhalim.”

Perhatikanlah, betapa tingginya tipu daya orang-orang syiah ini. Mereka penjahat berteriak penjahat. Seharusnya kedutaan mereka yang didemo bukan kedutaan Saudi

Sumber: gensyiah.com/ Abu Hamzah al-Sanuwi al-Jawi/ 11 January 2016

***

Tahanan Wanita di Iran Diperkosa Dahulu Sebelum Dieksekusi

by nahimunkar.com, 29 September 2013

Para anggota milisi Basij Iran yang ditakuti, melakukan perkosaan terhadap para tahanan wanita yang masih perawan sebelum para tahanan wanita itu dihukum mati. Mereka yang diperkosa adalah para tahanan wanita yang divonis hukuman mati dan masih perawan. Perkosaan ini adalah “ritual” wajib , kata salah satu anggota milisi Basij tersebut.

salah seorang anggota milisi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa ini adalah bagian perintah dari pemimpin tinggi Iran Ali Khameini. Kepada The Jerusalem Post anggota milisi ini mengatakan bahwa pada saat berumur 18 tahun ia pernah diberi “kehormatan” oleh Khameini untuk sementara waktu “menikahi” tahanan wanita muda sebelum mereka dieksekusi.

Di negara penganut aliran Syiah yang sesat ini, adalah ilegal mengeksekusi mati wanita jika ia masih perawan, kata salah satu mantan anggota milisi.

Jadi, pemerintah mengatur pesta “pernikahan” semalam sebelum si tahanan wanita dieksekusi, dan si wanita dipaksa untuk melayani nafsu seksual si laki-laki , lapor situs Fox News.

Setelah digauli suami “barunya”, maka si tahanan wanita sudah “halal” untuk dieksekusi.

“Aku sangat menyesal, walaupun pernikahan itu sah dan legal disini”, kata mantan milisi tersebut kepada Jerusalem Post.

Beberapa tahanan wanita diberi obat tidur untuk membuat mereka tidak sadar, karena biasanya mereka melawan saat akan diperkosa, mereka lebih takut pada malam pertama mereka daripada saat menghadapi hari eksekusi mereka.

“Aku dengar mereka manangis keras dan berteriak-teriak setelah proses perkosaan itu selesai”, kata mantan milisi tersebut.

“Aku tidak akan bisa lupa bagaimana salah satu gadis tersebut mencakari wajah dan lehernya sendiri dengan kuku-kukunya setelah ia digauli. Ia mengalami luka parah akibat cakaran kukunya sendiri”, tutup mantan milisi tersebut.

Demikianlah praktek sesat aliran Syiah yang keluar dari Islam.

[muslimdaily.net/news.com.au] Diposting pada Rabu, 22-07-2009 | 00:02:40 WIB

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/3708/tahanan-wanita-di-iran-diperkosa-dahulu-sebelum-di-eksekusi

***

Mut’ah agar Masuk Neraka

Dalam jenis-jenis nikah mut’ah, pemerkosaan terhadap perawan yang akan dihukum mati di Iran itu digolongkan dalam apa yang disebut Mut’ah agar Masuk Neraka. Syi’ah di Iran mempercayai bahwa tidak boleh menghukum mati perawan, maka apabila dikehendaki untuk ekskusi perawan diadakanlah akad nikah mut’ah salah seorang keamanan dengan perawan itu, dan setelah pemangsaan (pemerkosaan) atas perawan itu maka mereka membunuhnya. (Ahwal Ahlis Sunnah fi Iran halaman 213).

Setelah mengekskusi maka petugas keamanan mendatangi ibu bapak si perawan dengan memberi mahar sangat sederhana senilai 10 dolar seraya berkata kepada kedua orang tuanya dengan sangat menghinakan: Inilah mahar puterimu yang telah dihukum mati, dan aku telah menikahinya secara kawin kontrak (nikah mut’ah) sebelum dibunuh sehingga ia tidak masuk surga, karena kami mendengar dari pembesar-pembesar kami bahwa perawan tidak masuk neraka, maka mesti harus menyingkirkan dari rintangan itu agar memasukkan puterimu ke neraka. (Ats-Tsaurah al-Baaisah halaman 196).

Teks tentang nikah mut’ah agar masuk nereka, sebagai berikut:

– متعة من أجل دخول النار !!

بعد ثورة الخميني تم سجن الآف النساء وكان بينهن مئات من الأبكار بحجة أن أحد أقاربهن من أعداء الثورة !! وأعدم من هؤلاء العذراوات العشرات وقبل إعدامهن كان يتم اغتصابهن قسرا باسم زواج المتعة حتى يدخلن النار !! وكان يقوم بهذا العمل الحرس الثوري !! بل أنه بعد اغتصاب وإعدام المرأة العذراء المسكينة يذهب مغتصبها أو زوجها المؤقت بالقوة والإكراه إلى أهلها أتدرون لماذا ؟! استمعوا معي إلى العلامة الدكتور الشيعي موسى الموسوي يخبرنا بالجواب يقول : ( والوقاحة الأشد والأنكى هي أن حرساً ثورياً يذهب إلى أم الضحية وأبيها ويقدم لهما مبلغاً زهيداً يعادل عشرة دولارات ويقول لهما متبجحاً ساخراً شامتاً هذا مهر أبنتكم ألتي أعدمت وأنا تزوجتها زواجاً مؤقتاً قبل الإعدام حتى لا تدخل الجنة لأننا سمعنا من كبرائنا أن البكر لا تدخل النار فكان لا بد من إزاحة هذه العقبة لدخول أبنتكم النار ) ( الثورة البائسة ص196 ) ويقول احد النادمين الشيعة من الذين شهدوا العشرات من هذه الحالات ( والسبب أن الشيعة يعتقدون أنه لا يجوز إعدام الأبكار فإذا أريد أن تعدم بكر عقد عليها لأحد الحراس عقد متعة وبعد الاعتداء عليها يعدمونها ) ( أحوال أهل السنة في إيران ص213 للشيخ محمد سرور )

Sumber: http://www.edharalhaq.com/vb/showthread.php?t=2997

***

 (nahimunkar.com)