Ketua MUI Jakarta Barat, KH Munahar Muchtar


Jurnalpolitik.com – KH Munahar Muchtar, Ketua MUI Jakarta Barat yang sekaligus Wakil Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta memimpin baiat para jemaah dalam Acara Satu Do’a untuk Jakarta yang digelar oleh Jaringan Santri Indonesia, Kamis (9/02/2017).

Acara yang digelar di Gelanggang Olah Raga Senam DKI Duren Sawit tersebut, selain dihadiri oleh para ulama dan habib se-Jakarta, juga hadir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono, serta Edie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

Baiat ini semacam sumpah atas nama Allah untuk berkomitmen turut memperjuangkan kemenangan pasangan calon nomor urut 1 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni menjadi Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 15 Februari mendatang.

Acara ini juga menjadi ajang Deklarasi Ulama dan Habib untuk mendukung penuh Agus-Sylvi.

Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwasanya nilai-nilai Islam tidak bertentangan dengan demokrasi dan Pancasila. Justru nilai Islam memperkuat keduanya.

Menurut Agus, Islam adalah agama rahmatan lil’alamin. Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membawa rahmat dan perubahan dari zaman jahiliyah.

Karena itu, AHY berjanji akan memperhatikan umat Islam di Jakarta jika terpilih menjadi Gubernur.

“Kesejahteraan umat Islam adalah kesejahteraan warga Jakarta secara keseluruhan. Jakarta tidak bisa disebut sejahtera jika umat Islam-nya tidak sejahtera,” kata Agus.

Selain itu, Agus mengatakan, pilar kemajuan adalah ulama istiqamah dan umara yang amanah. Keduanya harus berjalan beriring.

SBY, yang juga berkesempatan untuk menyampaikan kata sambutan, menyoroti fenomena terjadinya fobia Islam di dunia, bahkan di Indonesia sekarang ini.

“Jangan membesar-besarkan perbedaan, apalagi membangun kecurigaan terhadap Islam yang sejak awal membangun persaudaraan dan penghargaan terhadap perbedaan,” kata SBY.

Di acara tersebut, SBY kembali menegaskan soal kasus Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), bahwasanya itu adalah kasus hukum murni yang tidak perlu diseret menjadi kasus SARA, kebhinnekaan, dan NKRI.

“Mari kita berpikir bijak dan rasional,” kata SBY.

Sumber : jurnalpolitik.com

(nahimunkar.com)