Kisah Relawan Diludahi Israel: “Ketika Saya Menjawab dari ‘Indonesia’, dia Meludahi…”

Hardjito Warno relawan Indonesia ke Gaza dari lembaga Kispa mengaku diinterogasi oleh aparat Israel.

Pertanyaan paling menohok adalah ketika ditanya ia berasal dari mana. “Ketika saya menjawab ‘Indonesia’ dia meludahi. Walaupun tidak kena,” kenang relawan Kispa itu. “Padahal relawan asal Inggris mendapatkan perlakuan yang lebih baik.”

Zionis Israel biadab langsung meludahi ketika tahu bahwa yang diinterogasi itu orang Indonesia, inilah beritanya:

Israel Serang Kapal Kemanusiaan

Relawan WNI Disambut Bak Pahlawan

Senin, 07 Juni 2010 19:26 WIB

JAKARTA–MI: Sebagian relawan Indonesia akhirnya tiba di Tanah Air. Didampingi Dubes RI untuk Yordania Zainulbahar Noor, mereka tiba di Jakarta Senin (7/6) dan langsung dibawa ke Kementerian Luar Negeri di Pejambon. Sambutan riuh simpatisan mengiringi perjalanan mereka hingga di ruang Nusantara, Kemenlu.

Pada konferensi pers, Ketua KISPA Ferry Nur menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi.

“Itu bagi saya adalah perampokan Kapak MV Mavi Marmara,” ujar Ferry Nur kepada para wartawan. “Kenapa perampokan? Itu dilakukan 72 mil dari perbatasan laut alias di perairan internasional.”

Ferry menjelaskan seluruh alat-alat dokumentasi dan komunikasi dirampas.

Sedangkan Hardjito Warno yang juga dari Kispa mengaku diinterogasi oleh aparat Israel. “Saya tidak diberi makan dan minum,” ujar Hardjito. “Mereka hanya menjaga dengan senjata plus anjing penjaga.”

Menurut Hardjito, pertanyaan paling menohok adalah ketika ditanya ia berasal dari mana. “Ketika saya menjawab ‘Indonesia’ dia meludahi. Walaupun tidak kena,” kenang relawan Kispa itu. “Padahal relawan asal Inggris mendapatkan perlakuan yang lebih baik.”

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalagewa menyatakan pihaknya berupaya mencari lain untuk memastikan relawan lain yang mau ke sana.

“Ini berdasarkan pengalaman yang kami dapat dari insiden kapal Turki itu,” ujar Marty.

“Ini memang kemanusiaan, tapi kami akan cari cara lain,” ujar Marty sekaligus membahas ulang hasil pertemuan OKI yang menekankan pada penghentian blokade Israel.

Setelah itu, relawan diserahkan secara resmi kepada keluarga. Direktur Perlindungan WNI Teguh Wardoyo menandatangani berkas serah terima WNI sebagai pihak pertama dan para keluarga (semuanya istri relawan) sebagai pihak kedua disaksikan Marty Natalegawa. (*/OL-7)

Sumber: m.mediaindonesia.com.

Apakah perlakuan Zionis Israel yang menghinakan harga diri bangsa Indonesia itu akan mendapatkan reaksi atau tidak, belum diperoleh beritanya. (nahimunkar.com).