Kongres Umat Islam Diwarnai Pameran Produk Bersertifikat Halal

–Tiga aliran sesat: LDII, Syi’ah, dan Ahmadiyah tidak diundang

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-5 diselenggarakan MUI (Majelis Ulama Indonesia) diwarnai pameran produk bersertifikat halal. Sementara itu tiga aliran sesat yakni LDII, Syi’ah, dan Ahmadiyah tidak diundang.

KUII berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jum’at-Senin 7-10 Mei 2010/ 22-25 Jumadil Awwal 1431H. Kongres ini dubuka oleh Presiden SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono) didampingi isterinya, Ani, yang tampak berjilbab.

Kongres ini diwarnai pameran produk-produk yang bernuansa Islami serta bersertifikat halal yang selama 20-an tahun dikeluarkan oleh MUI namun belakangan tampaknya akan “direbut” oleh Kementerian Agama. Beberapa waktu lalu keributan itu mencuat di aneka media massa.

Aliran-aliran sesat LDII, Syi’ah, dan Ahmadiyah tidak diundang dalam KUII ke-5 ini. Tidak diundangnya aliran-aliran sesat itu telah menjadi keputusan rapat dewan pimpinan harian MUI, menurut Ketua MUI Ahmad Khalil Ridwan beberapa waktu lalu. (lihat nahimunkar.com, Aliran Sesat LDII, Ahmadiyah, dan Syi’ah Tidak Diundang Kongres Umat Islam ).

Tidak kurang dari 60 ormas Islam dan 30 pesantren menyemarakkan kongres yang mengambil tema Kepemimpinan Umat untuk Kesejahteraan Bangsa ini.
Selain itu panitia juga menyertakan 30 ormas Islam berbasis perempuan dan beberapa ormas Islam kepemudaan.

Inilah beritanya:

Pameran Potensi Umat, KUII ke-5

Pameran Potensi Umat, KUII ke-5
Dari Monumen Tanaman Hingga Kiprah Pengusaha Perempuan

BERSAMAAN dengan digelarnya Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-5, di Asrama Haji Pondok Gede, pada 7-10 Mei 2010, diselenggarakan pula Pameran Potensi Umat Islam. Tak kurang 50 stand meramaikan kegiatan pameran yang dibuka oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, Kamis (6/5) kemarin.
Para peserta pameran yang berasal dari berbagai ormas Islam, media Islam seperti Harian Umum Pelita dan Tabloid Jumat, perguruan tinggi Islam, penerbit buku- buku Islam, busana dan produk makanan.
Pameran ini bertujuan untuk menampilkan produk-produk yang bernuansa Islami serta bersertifikat halal.

Wawancara sebuah harian dengan panitia. Inilah beritanya:

Panitia Berharap Kongres Lahirkan Keputusan Strategis [Agama dan Pendidikan]

Panitia Berharap Kongres Lahirkan Keputusan Strategis
HARI INI, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-5 dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak kurang dari 60 ormas Islam dan 30 pesantren akan menyemarakan kongres yang mengambil tema Kepemimpinan Umat untuk Kesejahteraan Bangsa.
Selain itu panitia juga menyertakan 30 ormas Islam berbasis perempuan dan beberapa ormas Islam kepemudaan. Bagaimana kesiapan jalannya kongres, berikut penjelasan Sekretaris Panitia Kongres Zainut Tauhid Saadi, di Jakarta, kemarin.

Sejauhmana persiapan kongres?
Insya Allah kesiapan dari sisi teknis sudah cukup mantap. Akomodasi sudah siap dan peserta juga sudah melakukan registrasi. Insya Allah panitia sudah siap dan presiden pun berkenan hadir. Panitia menyambut gembira presiden dapat hadir, ini satu anugerah dan kehormatan bagi kami.

Berapa jumlah ormas dan peserta kongres?
Ormas Islam tingkat pusat berjumlah 30. MUI seluruh Indonesia dari 33 provinsi. Kemudian ditambah elemen-elemen masyarakat muslim yang lain seperti perguruan tinggi, pondok pesantren dan lembaga bisnis ekonomi syariah.
Jumlah peserta sekitar 700 orang. Insya Allah kita berharap kongres berjalan lancar, tidak ada hambatan yang dapat menggangu jalannya kongres.
Apa agenda hari ini (Jumat)?
Presiden yang akan membuka kongres dan saya dengan beliau akan shalat Jumat di sini. Sementara agendanya akan mengadakan taaruf. Beberapa pimpinan ormas Islam besar diharapkan dapat memberikan tausiah antara lain Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj, Ketua MK Mahfud MD dan anggota Watimpres Jimly Assiddiqie. Semua kegiatan dipusatkan di Asrama Haji.
Panitia akan memberikan pelayanan yang terbaik pada pelaksanaan kongres ini. Semoga kongres dapat berjalan lancar, peserta juga dapat mengikuti berbagai kegiatan kongres, berjalan tertib. Kita juga berharap kongres dapat melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi umat. Keputusan-keputusan yang membawa maslahat bagi umat. (zis)

http://www.pelita.or.id/baca.php?id=93438

Sementara itu Koran Sindo (Seputar Indonesia) memberitakan, tema kepemimpinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat diambil karena masih sangat aktual. “Kepemimpinan dan kesejahteraan ini tentu luas.Mencakup kepemimpinan umat, pendidikan, kesehatan, dan masalah ekonomi yang selalu kait-mengait,” kata Ketua Panitia Pelaksana KUII V Ichwan Sam saat dihubungi Seputar Indonesia di Jakarta kemarin. Kongres rencananya ditutup Wakil Presiden Boediono,Ahad (9/5). Menurut Ichwan, kongres diikuti sekitar 600–700 peserta dari berbagai elemen. Di antaranya pengurus MUI dari tingkat pusat dan provinsi, pondok pesantren, ormas Islam,tokoh agama,serta 19 perwakilan dari luar negeri.

KUII selalu mengambil tematema aktual yang dihadapi bangsa. Pada kongres 1998, temanya mencari pemimpin yang bisa membawa perubahan.Lalu pada kongres 2005 mengambil tema krisis ekonomi.

Pantauan nahimunkar.com, ada utusan MUI dari daerah yang sudah mempersiapkan laporan tentang ulah aliran sesat di daerah yang walau mengklaim bahwa mereka sudah berubah namun sejatinya tetap dan meresahkan umat. Laporan itu akan dibeberkan dalam kongres, insya Allah. (nahimunkar.com).