Koor Nyanyian Asma Para Pembela ESQ Ary Ginanjar

Assalamu’alaikum warahmatullah.

Ada hal yang prinsip yang ditulis Ary Ginanjar dalam buku resmi ESQ-nya yang menyangkut Allah Ta’ala dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan itu dipersoalkan, baik oleh Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia maupun tulisan yang beredar di Indonesia seperti di nahimunkar.com atau buku Rekayasa Pembusukan Islam.

Ketika berbicara mengenai Allah Ta’ala (dalam hal ini di antaranya asmaul husna) dan mensifati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya tidak ada yang mempersoalkannya pun mesti harus berdasarkan dalil (ayat ataupun hadits yang shahih) dan pemahaman yang benar. Itu semua hanya dapat dilakukan oleh yang berilmu, dalam hal ini tentang Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila tanpa ilmu, maka walau benar, maka tetap dinilai salah, sebab memasuki satu perkara tanpa lewat pintunya. Sehingga, di sini untuk menilai Ary Ginanjar, perlu dibuktikan: apakah dia membawa dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang shahih. juga apakah dia ahli (memiliki ilmu) tentang yang dia kemukakan dan dipersoalkan oleh Mufti dan lainnya itu.

Lantas seandainya dia sudah terbukti bahwa memang punya dalil, dan juga punya ilmu tentang itu, masih pula perlu dinilai, apakah pemahamannya tentang dalil itu benar. setelah itu dilihat pula apakah memang pemakaiannya juga benar.

Bagi yang ahli dan mengerti serta tahu siapa gurunya, dan seperti apa pemahaman gurunya, sebenarnya untuk menilai Ary Ginanjar akan lebih dapat tahu dengan nyata, karena gurunya yang di Bali, mendiang Habib Adnan juga ada buku-buku tulisannya yang dapat dikaji pula beberapa masalah yang ada di dalamnya.

Sangat disayangkan, banyak tokoh yang mendukung Ary Ginanjar tanpa dalil yang jelas. Bahkan (maaf) terkesan seperti orang di dalam kakus, ketika orang di luar kakus menyatakan bahwa isi dalam kakus itu bau, kemudian buru-buru orang dalam kakus bilang, sama sekali tidak bau.

Maaf, kalau perkataan ini kurang pas, ini sekadar mengingatkan adanya kasus yang sebenarnya memerlukan dalil dan pemahaman yang benar namun disikapi dengan suara semacam koor nyanyian asma (asal mangap). Maaf.

wassalam,

hajaiz ahmad