Foto: Aksi Bela Islam III


KIBLAT.NET, Jakarta – Aksi 212 mewujudkan hubungan persaudaraan antar dokter se-Nusantara. Demikian yang diungkapkan dr. Sholeh selaku koordinator Tim Medis Aksi Bela Islam III pada Jum’at 2 Desember lalu.

“Kami yang terlibat dari tim medis itu ada lebih dari 500 orang dan bukan hanya dari Jabodetabek, ada dari Medan, Kalimantan, Surabaya semua ada,” katanya di Markas FPI, Jl. Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (04/12).

Ia mengatakan bukan hanya dari kalangan dokter saja, tetapi mereka yang menjalankan pengobatan alternatif seperti dengan herbal dan Thibbun Nabawi juga bergabung dalam tim medis.

“Sebagai koordinator saya bukan hanya mencari tenaga medis atau para medis, tetapi juga herbalis. Kalau ada yang kecapekan diurut oleh herbalis. Ada yang diakupuntur bahkan ada yang bekam,” jelasnya.

Para dokter dan perawat terlihat begitu antusias ingin membantu dan terlibat dalam aksi 212. Sampai-sampai, kata dia, saat aksi telah dimulai tawaran tenaga medis yang siap membantu masih terus berdatangan.

“Tidak sulit mengumpulkan mereka ini para dokter dan perawat. Hari Jum’at pun ada yang telepon siap dengan 15 mobil ambulance. Saya bilang standby antara Patung Kuda sampai ke HI, karena nanti luapan masa akan ke sana dan mereka siap dengan semua peralatannya sendiri,” kisahnya dengan penuh semangat.

Dokter Sholeh menuturkan bahwa semangat dan kehadiran para dokter serta tim medis tersebut adalah peluang menyatukan para dokter dan tim medis dalam bingkai perjuangan.

“Untuk membangun wadah misalnya, yaitu membangun rumah sakit Islam yang profesional,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Sutedjo
Editor: M. Rudy

Sumber: kiblat.net/Senin, 5 Desember 2016

(nahimunkar.com)