Laporan Pelecehan dan Kekerasan terhadap Paskibra Gemparkan HUT RI

Laporan pelecehan terhadap Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di tingkat DKI menggemparkan perayaan HUT ke 65 Kemerdekaan RI

Selain laporan adanya dugaan pelecehan seksual terhadap anggota Paskibra putri, seorang anggota Paskibra putra mengaku mengalami kekerasan.

Inilah beritanya:

Foke Geram, Ada Pelecehan Terhadap Paskibra DKI

Selasa, 17 Agustus 2010 – 18:49 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Laporan pelecehan terhadap Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di tingkat DKI menggemparkan perayaan HUT ke 65 Kemerdekaan RI. Gubernur DKI, Fauzi Bowo, mengaku geram dan meminta kasus ini diusut tuntas lantaran dinilai telah mencoreng ibukota.

Peristiwa tersebut bermula dari adanya protes beberapa orang tua Paskibra, yang mendapatkan laporan adanya praktik pelecehan terhadap anak mereka saat mengikuti bimbingan mental dan fisik yang berlangsung di komplek Pendidikan Pramuka Nasional di Cibubur, pada 2 hingga 6 Juli 2010, lalu.

Tindakan tidak terpuji yang diduga dilakukan senior berinisila A dan E ini diantaranya dengan memaksa para Paskibra Junior berlari hanya menggunakan handuk dari toilet menuju kamar mereka masing-masing.

Menurut Aritonga, salah satu orang tua siswa, tindakan tersebut sangat memprihatinkan. Karena akan berdampak negatif bagi mental anak mereka. “Jelas ini melanggar dan rentan dengan tindakan pelecehan seks,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Purna Paskibraka Indonesia DKI, mengaku telah membentuk tim investigasi internal. “Dalam 14 hari kami minta ada laporan terkait kasus ini,” ujar Mirza Lebih lanjut dirinya menjabarkan, laporan adanya tindakan pelecehan bermula saat 30 Paskibra menjalani training pembinaan mental di komplek Pendidikan Pramuka Nasional di Cibubur, Jakarta Timur yang berlangsung tanggal 2 hingga 6 Juli 2010.

Saat itu dari laporan dari salah satu orang tua kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) DKI, telah terjadi tindak kekerasan. Namun masalah ini terus berkembang setelah kembali adanya laporan terjadi pelecehan terhadap paskibra perempuan.

“Jauh dari kemungkinan telah terjadi pelecehan karena antara mes laki dan perempuan dipisah dan letaknya cukup jauh. Terlebih jelas terpampang lokasi tersebut steril dari laki-laki,” ujar Mirza, saat dihubungi Selasa (17/8).

Secara khusus para orang tua mendatangi dan membahas masalah ini di Wisma Perpustakan Nasional, Jalan Medan Merdeka selatan, Jakarta Pusat, usai pengukuhan Paskibraka, Senin (16/8).

Gubernur DKI, Fauzi Bowo, berjanji akan menindak secara tegas jika benar adanya oknum yang melakukan hal ini. “Saya kira mereka yang bertindak tidak sesuai kode etik harus dikenakan sanksi,” ujar Fauzi.

LARI TELANJANG

Wakil Gubernur DKI, Prijanto, yang menyatakan bila memang benar ada seorang anggota Paskibra tingkat DKI yang dihukum lari telanjang oleh seniornya, itu sudah termasuk perbuatan asusila dan layak mendapatkan hukuman.

“Kalau itu memang benar, sampai sejauh mana, apa bentuknya tentu itu tidak bagus, itu merupakan perbuatan tercela dan termasuk perbuatan asusila kalau itu memang benar,” kata Prijanto.

Dikatakan mantan Aster TNI AD ini, hal ini sangat memprihatikan sehingga harus ada langkah-langkah sesuai dengan aturan yang ada. “Tapi, kita lihat dulu kasusnya bagaimana sebenarnya,” ujarnya.

“Ya, kalau begitu tidak bagus. Bila dari kamar mandi memakai handuk dibalut saja itu tidak bagus apalagi tidak pakai pakaiaan. Rasanya itu yang perlu didik lagi,” tukasnya. (poskota.co.id)

Berita tentang kekerasan terhadap anggota Paskibra pria sebagai berikut:

Peserta Pria Paskibra Pemprov DKI Juga Alami Kekerasan
Didi Syafirdi – detikNews

Jakarta – Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI tampaknya harus bekerja keras membenahi kegiatan bimbingan mental dan fisik Paskibra di Kompleks Pendidikan Pramuka Nasional di Cibubur. Selain laporan adanya dugaan pelecehan seksual, seorang anggota Paskibra putra mengaku mengalami kekerasan.

“Ada laporan tindak kekerasan yang dialami anggota Paskibra putra,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI Saefullah saat dihubungi detikcom, Rabu (16/8/2010).

Menurut Saefullah, pihaknya sudah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus ini. Dia enggan mengungkapkan identitas pelaku dan korban karena masih menunggu hasil investigasi.

“Itu nanti tunggu hasil investigasi,” katanya.

Untuk menyelidiki kasus ini Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI membentuk tim investigasi. Mereka adalah Tim Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi DKI berisi 4 orang kini masih aktif sebagai Pengurus PPI dan Majelis Pertimbangan PPI. Pada sore nanti Dinas Pemuda akan bertemu dengan orangtua peserta Paskibra yang mengaku mengalami pelecehan seksual dan kekerasan.

(did/nrl) (detiknews).

Kosong Pendidikan Akhlaq

Pendidikan agama dan akhlaq selama ini sudah diabaikan. Kejadian yang memalukan semacam ini merupakan peringatan untuk membenahi pendidikan di Indonesia yang semakin jauh dari Allah Ta’ala. Pengakuan dalam Mukaddimah Undang-Undang Dasar 1945 bahwa kemerdekaan itu adalah hasil dari berkat rahmat Allah yang Maha Esa, selama ini tampaknya hanya dalam tulisan belaka. Sedang pelaksanaannya, Allah yang telah memberi berkat dan rahmat-Nya hingga Indonesia jadi merdeka itu tidak dibubris lagi, sehingga penyelenggaraan pendidikannya pun tidak mementingkan agama dan akhlaq. Akibatnya, pelecehan seks dan kekerasan pun dipraktekkan –anak-anak hasil didikan yang melupakan Allah di zaman merdeka ini– dalam momen yang mereka penting-pentingkan itu.

Dan sikap geram yang mereka ucapkan itupun kemungkinan pura-pura belaka. Coba saja lihat nanti. Kalau sampai para pelaku perbuatan yang memalukan itu dihukum berat, dan juga pendidikan di Indonesia ini diarahkan kepada baiknya akhlaq bangsa dan keagamaannya, maka itu baru bukti bahwa mereka bukan pura-pura. (nahimunkar.com).