Warga Solo demo resepsi pernikahan Ibas-Aliya (Foto: Septyantoro/Sindo TV)

  • Larangan menghamburkan harta telah jelas. Namun hawa nafsu kadang justru diikuti.
  • Ada pesta pernikahan yang sampai menghamburkan harta bermiliar-miliar. Itu jelas berbuat tabdzir. Sedang orang yang melakukan kemubadziran itu adalah teman syetan.

وَآَتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (26) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا  [الإسراء/26، 27]

26. dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al-Israa’/ 17: 26, 27).

Imam Ibnu Taimiyah menegaskan: Sungguh Allah dalam Al-Qur’an telah melarang tabdzir:

{ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا }

…dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Yaitu membelanjakannya dalam hal yang tidak maslahat dan itu adalah menyia-nyiakan harta. Dan sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang penyia-nyiaan harta, (larangan itu) di dalam hadits muttafaq ‘alaih dari Mughirah bin Syu’bah dari  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melarang dari qiila wa qaala (berkata-kata yang tidak jelas sumbernya), banyak tanya dan menyia-nyiakan harta. (lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah juz 31 halaman 32).

Larangan yang sejalan dengan itu ditegaskan pula:

وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ  [الأنعام/141]

“…dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-An’am/6: 141).

Ibnu Juraij berkata, dari Atha’ (ia berkata): Itu larangan berlebih-lebihan dalam segala hal.

Kemudian Ibnu jarir memilih perkataan Atha’ itu: bahwa itu larangan berlebih-lebihan dalam segala sesuatu. (Tafsir Ibnu Katsir, dalam ayat 141 surat Al-An’am).

Dalam hadits shahih, Allah membenci otang yang menyia-nyiakan harta:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ   قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ

Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara; Dia menyukai kalian bila kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya (qiila wa qaala), banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.” (HR Muslim 3236)

Adapun (tentang dibencinya) menyia-nyiakan harta itu  ada di hadits muttafaq ‘alaih, karena hal itu tidak bermaslahat bagi agama maupun dunia. Hal itu dilarang, karena Allah Ta’ala menjadikan harta-harta itu sebagai kekuatan untuk kemaslahatan hamba-hamba. Sedang penghamburannya (tabdzir) itu menghilangkan maslahat-maslahat, baik dalam hak pelaku yang menyia-nyiakan harta ataupun dalam hak orang lain. (Ihkamul Ahkam Syarah ‘Umdatul Ahkam juz 2 halaman 20/ Maktabah Syamilah).

Menurut Dr Mushthafa Dib al-Bagha, dosen Hadits di Fakultas Syari’ah Damsik, menyia-nyiakan harta yaitu dengan membelanjakannya dalam maksiat atau berlebihan (menghamburkannya) dalam hal yang mubah (dibolehkan). (Komentar/ ta’liq di hadits Bukhari)

Jadi menghamburkan harta itu walau miliknya sendiri atau diaku sebagai miliknya sendiri pun tetap dibenci Allah Ta’ala. Maka ummat Islam perlu membencinya pula, dan jangan sampai mengikutinya.

Ada contoh buruk, di antara beritanya sebagai berikut.

***

5 Pesta Pernikahan Paling Mewah di Indonesia

Pernikahan memang menjadi salah satu momen terpenting dalam hidup manusia. Tak heran, banyak orang ingin menggelar pernikahan yang wah dan mewah. Itu juga yang dilakukan sejumlah orang kaya di negeri ini, termasuk para pejabat.

Berikut lima pernikahan yang dianggap paling mewah di Indonesia seperti penelusuran detikcom, Rabu (23/11/2011).

1. Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Rajasa

Saat ini, publik sedang hangat memperbincangkan mengenai pernikahan putra kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Prosesi acara berlangsung kurang lebih sepekan. SBY menegaskan, dana untuk pernikahan Ibas adalah murni uang pribadi, tak ada uang negara. Konon biaya pernikahan mencapai Rp 40 miliar. Namun, isu lain menyebut, pernikahan itu ‘hanya’ menelan biaya Rp 12 miliar.

2. Ardhi Bakrie dan Nia Ramadhani

Pernikahan anak Aburizal Bakrie ini konon sangat mewah. Pernikahan yang digelar April 2010 itu disebut-sebut menghabiskan dana hingga Rp 100 miliar. Kemewahan pernikahan Ardhi dan artis cantik Nia Ramadhani itu terlihat mulai dari acara akad nikah hingga resepsi yang digelar hingga dua kali.

3. Adinda Bakrie dan Seng Hoo Ong

Tak kalah dari pernikahan Ardhi dan Nia, pernikahan sang sepupu, Adinda Bakrie, juga mewah. Resepsi pernikahan yang pada tahun 2008 menjadi perbincangan hangat itu digelar di Hotel Mulia. Adinda dan Ong juga menggelar pesta di Bali.

4. Danny Bimo Hendro Utomo dan Lulu Tobing

Pernikahan cucu mantan Presiden Soeharto ini juga cukup menghebohkan. Selain menggelar pesta serba wah yang menghabiskan dana sekitar Rp 5 miliar, pernikahan ini juga dikenal ‘memanjakan’ tamu-tamunya. Salah satunya dengan memberi souvenir uang Rp 70 ribu yang dibentuk menjadi bunga dan bunga untuk tamu pernikahan anak pasangan Indra Rukmana Kowara dan Siti Herdiyanti Rukmana itu.

5. Nancy dan Nicolas Tabardel

Pernikahan putri konglomerat Prajogo Pangestu ini mungkin tidak terlalu terdengar di telinga publik. Namun, kabarnya, pernikahan yang digelar di Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Lillennia, Singapura ini menelan dana hingga puluhan miliaran rupiah. Selain gelaran pesta yang megah, para tamu juga dijamu dengan kesediaan tiket bisnis Jakarta-Singapura (PP) dengan pesawat Singapore Airlines. Selain tiket pesawat bisnis, juga menyediakan 300-an kamar hotel berbintang untuk undangan spesial tersebut.?

24-11-11, 04:12 PM/ ngobrolaja.com

***

Di tengah orang-orang yang hidupnya terhimpit derita

Ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengancam orang-orang yang hatinya lalai dari akherat, bermegah-megahan dalam hidup, dan tidak mempedulikan orang miskin.

Sifat-sifat itu melekat pada diri orang-orang kafir, namun menjadi ancaman pula bagi orang Islam yang menyandang sifat dan kelakuan buruk itu. Hingga dalam Islam banyak peringatannya, di antaranya:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ [التكاثر/1، 2]

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. (Maksudnya: bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan).

sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS At-Takatsur/ 102: 1, 2).

Sikap orang kafir yang tidak belas kasihan kepada anak yatim dan orang miskin diancamkan pula kepada orang Muslim.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ [الماعون/1-3]

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Itulah orang yang menghardik anak yatim,

dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (QS Al-Ma’un/ 107: 1, 2, 3).

Syaikh Shalih al-‘Utsaimin menyebutkan, mereka yang tidak peduli kasih sayang terhadap orang lain, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin itu karena hatinya adalah batu yang keras –kita berlindung kepada Allah dari yang demikian—maka hati mereka bagai batu: Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. (QS Al-Baqarah: 74). Jadi.. tidak ada padanya kasih sayang, tidak untuk anak-anak yatim dan tidak pula untuk orang-orang miskin. Maka dia itu orang yang keras hati. Na’udzubillahi min dzalik! (Syaikh Shalih Al’Utsaimin mengenai tafsir ayat yadu’ul yatim يدع اليتيم).

Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam mengancam:

مَا آمَنَ بِي مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ. (أورده المنذري في الترغيب ( 3 / 334 ) وقال : رواه الطبراني والبزار ، وإسناده حسن .)

Tidak beriman denganku (secara sempurna) orang yang bermalam dalam keadaan kenyang sedang tetangganya lapar di sisinya dan dia mengetahui(nya). (Hadits Riwayat At-Thabrani dan Al-Bazzar dengan sanad hasan).

Bermewah-mewah di Tengah Penderitaan Umat

Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengharamkan dirinya makan daging ketika musim paceklik(حرَّم عمر رضى الله عنه على نفسه أكل اللحم عام المجاعة ) kata Mufti Al-Azhar Mesir yang lalu, Syaikh ‘Athiyah Shaqr dalam fatwanya mengenai bencana. Namun kini orang kaya di Indonesia ada yang berpesta menghabiskan Rp100 miliar di saat masyarakat tengah kesulitan hidup dengan aneka derita yang merundungnya.

Di manakah letak rasa belas kasihan di hati orang macam ini?

Tidak pernahkah membaca peringatan dari Allah Ta’ala:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. (Maksudnya: bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan).

sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS At-Takatsur/ 102: 1, 2).

Ada sekelompok masyarakat yang cenderung bermewah-mewah. Selain pejabat dan keluarganya, juga kalangan artis terutama yang sedang naik daun, serta pengusaha sukses dan keluarganya. Lebih heboh lagi adalah kemewahan yang dilakukan oleh gabungan dari ketiganya: anak pejabat yang jadi pengusaha sukses kemudian menikahi artis yang sedang naik daun, sebagaimana terjadi pada pesta pernikahan amat mewah antara Ardi Bakrie dengan Nia Ramadhani, awal April 2010 lalu yang konon mencapai angka Rp 100 milyar. Dan sampai saat ini belum terlampaui.

(nahimunkar.com, 25 November 2010) No Comment https://www.nahimunkar.com/3853/bermewah-mewah-di-tengah-penderitaan-umat/).

(nahimunkar.com)