Ilustrasi: Empat pelajar yang kepergok ngamar oleh aparat Polsekta Banjarmasin Tengah saat melakukan razia di sebuah hotel melati di Banjarmasin./ Banjarmasin Post Group/Aya Sugianto (kiri). Muda-mudi yang ketangkap ini di hotel kelas bawah pula. Kenapa yang kelas atas tidak digrebeg ya? (kanan). / foto dtksrby.


Posted on 1 Januari 2013 – by nahimunkar.com

Di antara yang tertangkap basah sedang berbuat mesum menjelang tahun baru ada seorang anggota DPRD dari PKB. Yang menangkapnya para pemuda, karena bermesumnya di dalam mobil di pinggir jalan.

  • Di Puncak Bogor, musim libur ini penjualan kondomomzetnya mencapai sekitar Rp40 juta
  • Longgarnya pihak yang mestinya menangani perusakan moral mengakibatkan semakin menjamurnya pelacuran dan seks bebas di mana-mana.
  • Kalau sesekali ada razia, biasanya hanya di tempat-tempat yang kelas rendah. Adapun tempat yang disebut berbintang, maka boleh dikata, bebas dari razia. Jadi bermesum ria itu seakan direstui di tempat-tempat yang disebut kelas berbintang. Makanya, dari hari Jum’at sampai malam Senin, coba sesekali Anda keliling meneliti hotel-hotel berbintang di mana-mana. Menurut pengakuan di antara pekerja, biasanya sih setiap akhir pekan, penuh. Semua kamar terisi. Boleh jadi, belum turunnya adzab Allah, karena di antara penduduk masih ada yang menyusui bayi-bayinya (walau sudah banyak yang ogah menyusui) dan masih ada orang-orang yang shalih, insya Allah. Tetapi kalau kemaksiatan sudah terlalu, maka adzab pun kemungkinan menimpa juga.Sejatinya, perayaan tahun baru hanyalah menirukan budaya orang kafir. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” inMélanges de l’école française de Rome (Antiquité), hal. 399-400)

Sejatinya, perayaan tahun baru hanyalah menirukan budaya orang kafir. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” inMélanges de l’école française de Rome (Antiquité), hal. 399-400)

Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi. (Artikel www.KonsultasiSyariah.com/ DECEMBER 29, 2011)

Dalam Islam telah dilarang meniru orang kafir, apalagi syiar kekafirannya. Perayaan tahun baru adalah syiar dari keyakinan orang kafir. Maka secara gampangnya, dengan ikut merayakan syiar orang kafir itu boleh jadi aqidah telah jebol.

Limbah yang tak kalah memprihatinkan, akhlaq pun ambrol, dikala pergaulan bebas yang dilakukan orang kafir pun dipraktekkan anak-anak Muslim.

Kalau aqidah alias keimanan telah jebol, sedang akhlaq juga ambrol, lantas kenapa para pemimpin dan tokoh hatta sebagian tokoh Islam di negeri mayorits muslim bahkan jumlah Muslimnya terbesar di dunia ini justru semakin menggede-gedekan perayaan kekafiran itu? Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, halaman Masjid Istiqlal, yaitu masjid raya nasional bangsa Indonesia ini, teranyata untuk mendukung perayaan yang menirukan orang kafir itu, yakni dijadikan sebagai tempat parkir malam tahun baru 2013. Dulu pernah pula pada perayaan malam tahun baru 2008.

Anehnya, ambrolnya moral itu disikapi oleh sebagian orang yang mestinya bertanggung jawab justru terkesan senang, seperti terbaca dalam ucapannya di berita.

Tanggung jawab siapa kalau begini! Mari mengelus dada, wahai saudara-saudara.

Inilah di antara bukti rusaknya. Perzinaan merajalela di mana-mana.

***

Kondom Tahun Baru Ludes

Senin, 31 Desember 2012 , 08:57:00

BOGOR – Permintaan alat kon trasepsi jenis kondom di ka wasan Puncak, meningkat tajam. Para wisatawan kesulitan mendapatkan kondom untuk persiapan merayakan malam pergantian tahun. Sejak libur akhir pekan kemarin, beberapa minimarket mengaku kehabisan stok kondom.

Sales kondom “Durex” yang sehari-harinya beroperasi di kawasan Puncak, Siska Tami (34) mengatakan, permintaan alat kontrasepsi di Puncak meningkat tajam karena melonjaknya kunjungan wisatawan ke kawasan sejuk itu sejak Jumat (28/12).

Biasanya, kata dia, setiap bulan omzet penjualan kondom di kawasan Puncak, hanya berkisar antara Rp30-35 juta. Namun, memasuki Desember ada kenaikan penjualan sekitar 30 persen. “Bulan ini omzetnya sekitar Rp40 juta,” ujar Siska kepada Radar Bogor, kemarin.

Siska menuturkan, minimarket dan apotek di sekitar Puncak Pass atau Kawasan Gunung Mas yang paling banyak memesan kondom.

“Paling banyak kita drop ke minimarket di pinggir jalan kawasan Puncak, ada juga ke Apotek Barkah di Cisarua. Tapi pesanan terbesar di Gunung Mas dan Puncak Pass,” terangnya.

Kawasan Gunung Mas dan Puncak Pass memang sering dimanfaatkan para pekerja seks komersial (PSK) untuk menjajakan diri. Pasalnya, di kawasan ini udaranya cukup dingin dan panorama alamnya cukup indah, sehingga banyak dikunjungi wisatawan.

“Menjelang libur panjang seperti ini, jumlah PSK mengalami penambahan,” ujar Kepala Desa Tugu Utara, Jajat Sudrajat, kemarin.Tak hanya PSK, beberapa mudamudi pun acap memanfaatkan Puncak sebagai arena mesum.

“Ya, perlu dimaklumi juga, kawasan wisata selalu identik dengan tempat hiburan. Terlebih Puncak banyak menawarkan penginapan,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi.(yus) radar-bogor.co.id

***

Komen NM: Ucapan “perlu dimaklumi juga…” itu pertanda senang. Selaku petugas, mestinya menindak, dan prihatin atas kawasannya menjadi tempat maksiat. Tapi aneh, justru dia berucap yang nadanya senang. Ada apa ini?

***

Maksiat di Malam Tahun Baru, Hotel Melati di Jakarta Dibooking ABG

JAKARTA – Sudah dipastikan, setiap kali pergantian tahun, kemaksiatan terjadi mana-mana. Semalam, jelang malam pergantian tahun, puluhan hotel melati di Jakarta dipenuhi pasangan muda-mudi yang menghabiskan malam. Hampir semua kamar hotel melati sudah penuh dibooking. Seperti yang terlihat di Hotel Pharmin dibilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kamar hotel tersebut sudah penuh dipesan tamu sejak kemarin.

Karyawan Hotel Pharmin yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, penghuni hotel didominasi oleh pasangan muda-mudi. Namun, beberapa orang dewasa juga terlihat memesan kamar. Harga kamar di hotel tersebut juga melonjak 100 persen. Ada lima jenis kamar hotel, baik yang memakai AC maupun kipas angin. (VoA-Islam) Desastian/dbs. Selasa, 01 Jan 2013

***

[berita tahun baru ] Anggota DPRD PKB tertangkap mesum di mobil

PADANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman Barat (Pasbar), “J”, diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di dalam mobil pribadinya bersama seorang wanita di Korong Simpang, Kenagarian Ketaping, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (29/12) malam lalu.

Anggota dewan tersebut dipergoki sejumlah pemuda Ketaping. Saat itu, pemuda menaruh curiga terhadap mobil Toyota Rush yang sedang parkir di tepi jalan, dekat Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Mobil itu bergoyang. Padahal saat itu, tak ada gempa sama sekali. Pemuda terus mendekat ke arah mobil. Dan ternyata benar. Di dalam mobil, ada sepasang kekasih yang sedang melakukan perbuatan mesum.

“Saat kami gerebek, laki-laki itu sempat berkilah dan melakukan perlawanan. Pemuda tak menghiraukan, dan segera beramai-ramai memaksanya turun dan segera membawa keduanya ke kantor pemuda,” kata pemuda Ketaping, Mayki.

Saat diinterogasi, keduanya mengaku tidak memiliki hubungan suami istri. Kemudian, keduanya dilaporkan kepada walinagari Ketaping dan membuat surat pernyataan. Dalam surat itu, si pelaku mengakui namanya “J”, anggota DPRD Pasbar. Sedangkan teman wanitanya berinisial “W”, warga Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman.

Setelah membuat surat pernyataan, keduanya diperbolehkan pulang. “Kami juga telah mengantongi barang bukti. Fotonya ada,” tambah Mayki.

Terpisah, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pasbar, Lili Syukri, ketika dikonfirmasi Padang Ekspres (Grup JPNN) melalui telepon, telah mengetahui informasi tersebut. “Kami akan segera menindaklanjutinya. Saya juga telah menghubungi anggota BK lainnya,” tegas politisi PKS tersebut. Seperti diketahui, “J” sendiri adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pasbar.

Hingga berita ini diturunkan, Padang Ekspres belum berhasil menghubungi “J”. Ketika dihubungi beberapa kali melalui handphonenya dengan nomor 08138997XXXX, ia tidak mengangkat, walaupun nomor HP nya aktif.

Sekretaris DPRD, Hasril As ketika dihubungi Padang Ekspres, tidak mau berkomentar. “Itu persoalan pribadi. Tak cocok untuk saya komentari,” katanya, singkat.

Terpisah, Kapolsek Batanganai, Iptu Indra Syahputra mengatakan, kasus tersebut tidak sampai ke Polsek Batanganai, karena kejadian itu sudah diselesaikan langsung oleh walikorong setempat.

“Ketika petugas mendapat laporan, langsung mendatangi lokasi kejadian. Tapi sesampai di lokasi, oknum anggota dewan bersama pasangannya itu, sudah tidak ada lagi di lokasi. Informasinya, mereka sudah dilepas oleh warga setelah ada kesepakatan berdamai,” kata Indra.

sumberhttp://www.jpnn.com/read/2012/12/31/…esum-di-Mobil-

***

Pasangan Mesum Terjaring Razia di Hotel Tuban

Sabtu, 22 Desember 2012 13:05 WIB

beritabatavia.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2013 petugas melakukan kegiatan razia di sejumlah hotel yang berada di kawasan Tuban. Dalam razia tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga pasangan mahasiswa yang sedang berbuat mesum di dalam hotel, Jumat (21/12/2012) malam.

Kegiatan razia dalam rangka Operasi Lilin 2012 itu diikuti oleh petugas gabungan dari Polisi, TNI dan juga Satpol PP Pemkab Tuban. Puluhan petugas gabungan tersebut langsung menyisir sejumlah hotel yang ada di kawasan kota Tuban.

Pertama kali petugas melakukan penyisiran di hotel Jawa Timur yang berada di jalan Veteran, Kota Tuban, puluhan anggota itu memeriksa satu persatu kamar dan identitas dari para penghuni kamar hotel dengan sasaran teroris untuk pengamanan natal.

Namun saat berada di hotel tersebut salah satu tamu yang bermalam telah meninggalkan kamar saat mengetahui petugas datang, namun mereka meninggalkan barang-barang mereka begitu saja, termasuk celana dalam milik pria dan wanita.

Kemudian setelah dari Hotel Jawa Timur petugas kembali melakukan pemeriksaan di Hotel Amerta yang ada di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Tuban. Dalam pemeriksaan di kamar hotel itu petugas berhasil menjaring 1 pasangan mahasiswa yang sedang asyik memadu asamara di dalam kamar. Saat dilakukan pemeriksaan mereka masih dalam kondisi telanjang.

Tak hanya itu saat melakukan pemeriksaan tamu di Hotel Saras, Jalan Basuki Rahmad, petugas juga berhasil mengamankan sepasang mahasiswa berasal dari Gresik. Sementara di Hotel Bintang, petugas menangkap satu lagi pasangan mahasiswa yang sedang berduaan di dalam kamar hotel.

“Dalam razia ini kita menjaring tiga pasangan bukan suami istri yang sedang berduaan di dalam kamar hotel. Ini adalah kegiatan cipta kondisi untuk pengamanan menjelang Natal supaya berjalan lancar,” terang AKP Yani Susilo, Kasat Shabara Polres Tuban, seusia menggelar razia itu.

Setelah tertangkap berbuat mesum di dalam kamar hotel itu, 3 pasangan mahasiswa tersebut langsung diamankan oleh petugas untuk dilakukan pembinaan dan pendataan, sambungnya seperti dilansir beritajatim.com, Sabtu (22/12). o tot/ beritabatavia.com

***

Malam Tahun Baru, Lima Pasangan Dijaring

Tuesday, January 1 2013 11:14 WIB |

Lubukbasung – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjaring lima pasangan ilegal yang berada di penginapan dan tempat gelap saat malam pergantian tahun, Selasa dini hari.

Kepala Satpol PP Kabupaten Agam Olkawendi di Lubukbasung, Selasa mengatakan, kelima pasangan tersebut yakni Buyung (32)  dengan Ema (27), keduanya warga Tiku Kabupaten Agam diamankan di Kelok 5 saat berada tempat yang gelap. Cica Wulandari (16) dengan pasangan Nofitra (17), keduanya warga Tanjung Raya Kabupaten Agam tertangkap di depan Masjid Bayua.

Herlina Kaldinur (20) warga Padang Pariaman dengan pasangan Nanda (21) warga Padang diamankan di Penginapan Maransi, Mira Lestuti (19) warga Padang dengan pasangan Nofrianto (21) warga Tanah Datar diamankan di Penginapan Maransi dan Nadia Oktayoza (21) wara Tanah Datar dengan pasangan Ali Rahman (21) dari Tanah Datar diamankan di Penginapan Maransi.

“Dua dari tiga pasangan ini kita amankan dalam kamar yang berbeda dan satu pasang lainnya masih berada di luar kamar,” katanya.

Ia menambahkan, kelima pasangan ini langsung dibawa ke  kantor Satpol PP Kabupaten Agam untuk didata dan pembinaan.

Setelah itu, pihak orang tuanya diminta menjemput mereka dan setelah membuat surat peryataan, mereka akan diserahkan kepada orang tuanya.

Lebih jauh dia mengatakan, setiap malam pergantian tahun tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Kesbang Pol, anggota Polres Agam, TNI dan lainnya melakukan razia di setiap penginapan, hotel melati dan objek wisata.

Dia menyebutkan, razia yang dilakukan pada malam pergantian tahun ini untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat). (LHS/T007) (Antara Bali)

***

11 Pasangan Mesum Terjaring Razia

Written By SatuJurnal on Minggu, 16 Desember 2012 | 18:34

Jombang-(satujurnal.com)

Menjelang datangnya Natal dan Tahun Baru, Polsekta Jombang menggelar razia di sejumlah hotel.

Sebanyak 11 pasangan mesum berhasil dijaring. Mereka diamankan petugas lantaran terbukti bukan pasangan suami istri.

Saat razia di hotel Netral, petugas Polsekta Jombang berhasil menjaring lima pasangan mesum. Kelima pasangan ‘kumpul kebo’ ini selanjutnya dinaikkan ke mobil patroli untuk di bawa ke Mapolsek Jombang.

Razia kemudian diteruskan di sejumlah hotel yang ada di jalan Panglima Sudirman. Sedikitnya ada tiga hotel kelas melati di jalan ini jadi sasaran pinyisiran petugas. Enam pasangan mesum terjaring. Diantara yang terjaring memilih mengaku malu dan menggunakan helm untuk menutupi wajah mereka saat dinaikkan ke mobil patroli.

“Razia kami gelar untuk menghormati perayaan Natal dan Tahun Baru 2013. Seluruh pasangan yang terjaring kami data dan kami lakukan pembinaan,” ujar Kapolresta Jombang, AKP Tunggung Yahman.(rg)

***

Delapan Pasangan Terjaring Razia

Senin, 24 Desember 2012

PANGKEP, FAJAR — Delapan pasangan terjaring razia jajaran Polres Pangkep, Minggu dinihari, 23 Desember. Razia ini merupakan Operasi Cipta Kondisi yang dirangkaikan Operasi Sajam,  jelang tahun baru.
Kapolres Pangkep, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deni Hermana menuturkan, operasi  cipta kondisi yang digalakkan aparatnya bertujuan untuk membasmi penyakit masyarakat seperti perzinahan dan minuman keras.  Dalam razia yang dimulai pukul 23.00 wita itu,  polisi menyisir beberapa wisma dan indekos yang berada di wilayah Kota Pangkep.

Dari penyisiran tersebut, sedikitnya terjaring delapan pasangan yang bukan suami istri. Mereka itu masing-masing berinisial Arm, 23-Put, 20, Res, 22-An, 22, Sya, 20-Nur, 20, Asr, 20-Far, 24, Dew, 16-Ron, 23, Har, 17-Ilh, 15, Mus, 21-Ria, 20, dan Ism, 25-Dia, 22.

Deni mengungkapkan, saat razia berlanjut ke wilayah Jalan Andi Caco, Kabupaten Pangkep, jajarannya juga mendapatkan enam orang yang sedang menggelar pesta miras di sebuah indekos di wilayah tersebut. Keenam orang tersebut, lima di antaranya adalah perempuan dan satu laki-laki.

“Kesemua pelaku kami gelandang ke Mapolres Pangkep untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Deni.

Hingga Minggu pagi, kedelapan pasangan dan pelaku miras, telah dipulangkan setelah sebelumnya dilakukan pendataan dan pemanggilan para orang tua pelaku.

Mereka juga diberikan pengarahan dan menandatangani surat peryataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
“Orang tua pelaku telah menjemput pelaku. Kami memulangkan mereka setelah diberikan pengarahan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Para pelaku juga bersih dari penggunaan senjata tajam,” tandas Deni.

Deni berjanji untuk mengintensifkan razia tersebut untuk mencegah merebaknya penyakit masyarakat. (sri)

***

Pasangan Mesum dan Pekerja Cafe Terjaring Razia

Minggu, 23 Desember 2012

MEDAN – Sedikitnya enam pasangan mesum terjaring razia oleh personil kepolisian Polsek Medan Area di Hotel Gentala di Jalan Rahmadsyah Kecamatan Medan Area, Minggu (23/12/2012) dini hari.

Ketika diamankan keenam pasangan muda-mudi tersebut tidak dapat berkutik karena tidak dapat menunjukkan bukti surat nikah dan malah sebagian masih berstatus pelajar.

Berdasarkan data yang didapat, keenam pasangan mesum tersebut bernama Mhd. Fahrul Rozi Nasution (21), warga Jalan Datuk Kabu Gg Slamat, Khairul Fahmi (19), warga Jalan HM. Yamin Gg Manggis, Mhd. Khairul Lubis (40), warga Jalan Perintis Kemerdekaan Gg mesjid, Hendra Yuda (30), warga Jalan Denai, Ovianti Nasution (20), warga Jalan Yos sudarso Gg Pelita, Rina Sari (17), warga Jalan S.M. Raja, Garu VI Gg Kutilang, Lia Dira Agustina (25), warga Jalan Amaliun Gg Hidayah, Sukani (32), warga Jalan Babutong Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun, Ananda (22), warga Jalan Kiwi XXI Mandala, Ayu Rizkita, warga Jalan Putri Hijau Asrama TNI blok Kobek, Echa (17), warga Jalan Putri Hijau Asrama TNI Blok Kobek.

Setelah dikumpulkan keenam pasangan tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Medan Area untuk didata.

Sebelumnya juga Personil Polsek Medan Area juga melakukan razia di kafe remang-remang “Diki” di Jalan Jermal XV, Kecamatan Medan Denai. Dalam razia tersebut 4 dari 11 wanita yang bekerja di cafe itu harus diamankan kepolisian karena tidak memiliki identitas.Keempat wanita tersebut bernama Nurgalifa (20), warga Jalan Jermal XV Gang Baru Kecamatan Medan Denai, Fitri Rahayu (22), warga Jalan Ismaliyah Gang Bersama Kecamatan Medan Area, Ica Asryanti (30), warga Jalan Denai Gang Madrasyah Kecamatan Medan Denai dan Leni (25), warga Jalan Jermal XV Gang Baru Kecamatan Medan Denai.

Saat akan dibawa, salah seorang pekerja Cafe bernama Leni (30), sempat berontak karena tidak mau dibawa ke kantor polisi.

“Janganlah Pak, bagaimana anak saya nanti, siapa yang akan jaga,” teriak ibu anak satu ini kepada petugas.

Kapolsek Medan Area, AKP Rama Samtama Putra saat dikonfirmasi mengatakan kalau razia ini dilakukan dalam agenda cipta kondisi.

“Razia ini dilakukan lanjutan dari operasi pekat cipta kondisi, sekalian menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru agar suasana dapat kondusif,” terangnya saat di lokasi.

Selanjutnya ia menambahkan jika keenam pasangan beserta keempat pekerja cafe terlebih dahulu akan didata untuk diperiksa.

“Untuk keenam pasangan akan kita data, untuk pasangan yang mengaku masih pacaran akan kita panggil kedua orang tuanya. Dan untuk pekerja cafe, masih kita periksa,” jelasnya. (zie/td)

***

(AMBON) Razia, Polisi Amankan 9 Pasangan Mesum

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Minggu, 9 Desember 2012 | 12:26 WIB

AMBON, KOMPAS.com – Sembilan pasangan mesum di Kota Ambon digelandang ke Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Minggu (9/12/2012). Mereka terjaring razia pekat Siwalima yang digelar Polres setempat pada sekira pukul 12.00 Wit.

Sembilan pasangan tidak resmi ini diamankan polisi di sejumlah hotel dan penginapan di Ambon saat asik di dalam kamar. Razia pekat Siwalima ini dipimpin langsung Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi, Agung Tribawanto, Kasat Intel, Ajun Komisaris Bakri Hehanussa dan Kabag Oprasi, Ajun Komisari Polisi, Umar Natasekay.

Usai dirazia, sembilan pasangan ini diangkut dengan menggunakan mobil patroli polisi untuk mendapat pembinaan. Kepada Kompas.com, Agung mengatakan, operasi ini digelar untuk menertibkan berbagai hal yang meresahkan di masyarakat menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2013.  “Setelah kita lakukan pembinaan, kita panggil orang tua mereka untuk datang menjemput anak-anak mereka untuk dipulangkan lagi,” katanya.

Aguung mengatakan, pihaknya akan terus menggelar operasi ini hingga Natal dan tahun Baru nanti. Ia juga menjelaskan, sejumlah hotel dan penginapan yang belum sempat dirazia akan segera di razia. “Kita pastikan semua hotel dan penginapan di Ambon akan kita razia, hal ini guna meminimalisir adanya hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ujarnya.

Editor :

Glori K. Wadrianto

***

Puluhan PSK dan Pasangannya Terjaring Razia

indosiar.com, Depok – Wulan, begitulah perempuan ini biasa dipanggil. Ia terus berteriak disertai menangis hingga membuat rekan-rekan sesamanya naik pitam. Tapi Wulan tidak peduli. Perempuan yang mengaku masih berusia dibawah umur ini, terus menangis dan menjelaskan alasannya menjadi wanita penghibur.

Kuat dugaan, Wulan ini mabuk minuman alkohol. Wanita seperti Wulan, cukup banyak di Depok. Demi sepriuk nasi, mereka nekat beroperasi meski saat ini adalah bulan suci Ramadhan. Karena itulah, banyak dari mereka terjaring razia, baik di tempat hiburan malam atau di hotel-hotel seperti ini.

Satu persatu kamar hotel ini disambangi tim gabungan. Hasilnya, puluhan pasangan mesum yang tak jelas identitasnya, berhasil dijaring. Bahkan tim gabungan berhasil menjaring aparat yang tengah berkencan.

Razia ini sendiri sengaja digelar untuk membersihkan Depok dari perilaku warganya yang menyimpang dalam bulan Ramadhan ini. Tim gabungan akhirnya membawa puluhan wanita kupu-kupu malam dan pasangan ke Polres Depok, untuk didata.(Johan Taruna/Ijs)

***

Razia perlu ditingkatkan dan diintensipkan

Perbuatan kotor itu terjadi di mana-mana, bahkan yang kena razia saja ada aparat pula. Padahal yang dirazia itu biasanya hanya yang kelas rendah. Bagaimana pula bila hotel-hotel berbintang diadakan razia penggerebegan, terutama setiap akhir pekan? Perlu dibuktikan, banyak aparat yang tertangkap atau tidak, bila hotel-hotel berbintang dirazia di berbagai kota besar.

Kerja menggerebeg tempat-tempat mesum itu perlu dilanjutkan, diintensipkan dan ditingkatkan, bukan hanya tempat-tempat berkelas rendah, tetapi hendaknya di hotel-hotel berbintang pula. Demikian pula tempat-tempat kos para mahasiswa dan pelajar yang kadang dirazia, ternyata banyak yang tertangkap basah juga. Pelaksanaan razia hendaknya juga bukan hanya di hari libur atau sekitar tahun baru. Karena berita yang terakhir tersebut, di bulan Ramadhan pun ketika diadakan razia ternyata banyak yang tertangkap basah.

Perlu diingat, zina itu sangat membahayakan bagi manusia pada umumnya, baik di dunia maupun di akherat. Karena ancaman adzab bukan hanya di akherat, namun di dunia pula.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah nampak di suatu kampong maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka ketetapan (adzab) Allah ‘Azza wa Jalla. (HR At-Thabrani, Al-Hakim dia berkata shahih sanadnya, dan Al-baihaqi, menuru Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1859 adalah hasan lighairihi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« مَا نَقَضَ قَوْمٌ الْعَهْدَ قَطُّ إِلاَّ كَانَ الْقَتْلُ بَيْنَهُمْ وَلاَ ظَهَرَتِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْمَوْتَ وَلاَ مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّ حَبَسَ اللَّهُ عَنْهُمُ الْقَطْرَ ».

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah suatu kaum merusak janji sama sekali kecuali akan ada pembunuhan di antara mereka. Dan tidaklah perzinaan nampak di suatu kaum kecuali Allah akan menguasakan kematian atas mereka, dan tidaklah suatu kaum menahan zakat kecuali Allah akan menahan hujan dari mereka. (HR Al-Hakim, ia berkata shahih atas syarat Muslim, dan riwayat Al-Baihaqi, menurut Al-Albani shahih lighairihi dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 2418).

عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَفْشُ فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَإِذَا فَشَا فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَيُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعِقَابٍ

Dari Maimunah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama di antara mereka tidak bermunculan anak hasil zina, jika anak hasil zina telah bermunculan di antara mereka, maka dikawatirkan Allah akan menghukum mereka semua.” (HR Ahmad 25600 sanadnya hasan, menurut Al-Albani hasan lighairi dalam shahih At-Targhib wat-Tarhib no 2400).

(nahimunkar.com)