Tentang adanya malam qadr/ lailatul qadr setiap Ramadhan pada malam ganjil di puluhan akhir itu jelas ada keterangannya.

Makna lailatul qadr, menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin:

والصحيح: أنه شامل للمعنيين، فليلة القدر لا شك أنها ذات قدر عظيم وشرف كبير، وأنه يقدر فيها ما يكون في تلك السنة من الإحياء والإماتة والأرزاق وغير ذلك.

Yang benar adalah bahwa itu mencakup dua makna; (pertama) lailatul qadr tidak diragukan bahwa memiliki kemuliaan yang agung dan kemuliaan yang besar, dan (makna yang kedua) bahwasanya ditentukan pada malam qadr itu apa yang akan terjadi pada tahun itu berupa kehidupan, kematian, rizqi, dan hal lainnya. (لقاءات الباب المفتوح – الشيخ محمد بن صالح العثيمين (ج 85 / ص 3)

Malam qadr itu lebih baik daripada seribu bulan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin mengatakan:

والمراد بالخيرية هنا: ثواب العمل فيها، وما ينزل الله تعالى فيه من الخير والبركة على هذه الأمة، ثم ذكر ما يحدث في تلك الليلة.

Yang dimaksud kebaikan di sini adalah pahala perbuatan pada malam qadr itu, dan apa yang Allah Ta’ala turunkan pada malam itu berupa kebaikan dan keberkahan atas Ummat ini, kemudian menyebutkan apa yang terjadi pada malam itu. (لقاءات الباب المفتوح – الشيخ محمد بن صالح العثيمين (ج 85 / ص 3)

Di dalam Surat Al-Qadr disebutkan, para malaikat turun, dan juga Ar-Ruuh, yaitu Malaikat Jibril.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ(1).

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ(2).

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ(3)

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ(4).

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ(5)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr/ 97: 1, 2, 3, 4,5).

 حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ

664 Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Terdapat beberapa orang dari kalangan Sahabat Rasulullah s.a.w telah bermimpi melihat Lailatul qadr pada tujuh hari yang terakhir. Rasulullah s.a.w bersabda: Menurut Pandanganku, mimpi kamu bertepatan dengan tujuh hari yang terakhir. Oleh karena itu barangsiapa yang ingin mencarinya hendaklah mencarinya pada tujuh hari yang terakhir tersebut (Muttafaq ‘alaih).

666 حَدِيثُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

666 Diriwayatkan dari Aisyah r.a, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Carilah Lailatul qadr pada sepuluh hari yang terakir di bulan Ramadan (Muttafaq ‘alaih).

عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ )) متفقٌ عَلَيْهِ .

Dari Abi Hurairah rhadhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bersabda: Barangsiapa bangun pada malam qadr karena iman dan ikhlas, nisacaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alaih).

Tanda-tanda lailatul qadr:

فَصْلٌ : فَأَمَّا عَلَامَتُهَا , فَالْمَشْهُورُ فِيهَا مَا ذَكَرَهُ أُبَيّ بْنُ كَعْبٍ , عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ ( الشَّمْسَ تَطْلُعُ مِنْ صَبِيحَتِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا ) . وَفِي بَعْضِ الْأَحَادِيثِ : ( بَيْضَاءَ مِثْلَ الطَّسْتِ ) . وَرُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم { أَنَّهُ قَالَ : بَلْجَةٌ سَمْحَةٌ , لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ , تَطْلُعُ الشَّمْسُ صَبِيحَتَهَا لَا شُعَاعَ لَهَا . } ( 2146 )

Adapun tanda-tanda lailatul qadr, maka yang masyhur padanya apa yang disebutkan Ubai bin Ka’b, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa:

( الشَّمْسَ تَطْلُعُ مِنْ صَبِيحَتِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا )

Matahari terbit dari paginya tidak ada sinar baginya.

Dalam sebagian hadits: Putih seperti  at-thast, baskom.

Dan diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: Cuaca cerah leluasa, tidak panas dan tidak dingin, matahari terbit paginya tidak ada sinar padanya.

Do’a pada malam lailatul qadr

فَصْلٌ : وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَجْتَهِدَ فِيهَا فِي الدُّعَاءِ , وَيَدْعُوَ فِيهَا بِمَا رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا قَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنْ وَافَقْتَهَا بِمَ أَدْعُو ؟ قَالَ : قُولِي { : اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ , فَاعْفُ عَنِّي } .

 

Disukai untuk bersungguh-sungguh pada malam lailatul qadr dengan do’a, dan berdoa padanya dengan apa yang diriwayatkan dari Aisyah, bahwa ia berkata: Ya Rasulallah, jika aku bertepatan dengan malam qadr, dengan apa aku berdoa? Beliau berkata: ucapkanlah:

{ : اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ , فَاعْفُ عَنِّي } .

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha pengampun, mencintai ampunan, maka ampunailah aku. (المغني ابن قدامة ج 3: , Ibnu Qudamah, Al-Mughni, juz 3). (nahimunkar.com)