Masalah Vaksin Meningitis untuk Calon Haji Masih Berenzim Babi

Muhammadiyah menagih janji pemerintah.

Muhammadiyah: Vaksin berenzim babi haram bagi calon haji yang berangkat kedua kali karena hukum daruratnya hanya untuk keberangkatan haji pertama.

Inilah berita-beritanya:

Muhammadiyah Tagih Janji Pemerintah Soal Vaksin Meningitis Halal

Ahad, 02 Mei 2010, 13:16 WIB

Muhammadiyah: Vaksin Meningitis Berenzim Babi Haram bagi Calhaj Kedua Kali

JAKARTA–Pengurus Pusat Muhammadiyah menagih janji pemerintah tahun lalu bahwa negara Muslim termasuk Indonesia bisa memproduksi vaksin meningitis halal tahun ini. Janji itu penting direalisasikan agar jamaah haji bisa melaksanakan ibadah dengan tenang.

‘’Tahun lalu, Menteri Kesehatan bilang tahun ini sudah ada vaksin meningitis yang halal. Kita tagih janjinya,’’ kata Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas kepada Republika, Ahad, (2/5). Menurut Yunahar, produksi vaksin meningits halal penting agar masyarakat Muslim Indonesia tidak perlu lagi menggunakan fatwa darurat.

Tak hanya itu, masyarakat, terutama calon jamaah Haji pun terjaga dari mengkonsumsi barang haram. Namun, bila Indonesia tidak bisa memproduksi vaksin halal tahun ini, maka jamaah haji terpaksa harus menggunakan vaksin meningitis yang mengandum enzim babi.

Yunahar menyebutkan, meski menkonsumsi vaksin mengandung enzim babi, ibadah haji jamaah haji tetap sah. Hal itu karena penggunaan vaksin itu karena alasan darurat agar kesehatan dan keselamatan jamaah tetap terlindungi.

Selain itu, penggunaan vaksin dan ibadah haji merupakan dua hal berbeda. ‘’Lagipula jamaah disuntik vaksin meningits merupakan syarat agar mereka bisa masuk Arab Saudi,’’ katanya.

Mengenai bahaya meningitis, menurut Yunahar, penyakit itu cukup berbahaya bagi kesehatan jamaah terjangkiti yang bisa berujung pada kematian. Karena disebabkan virus, penyakit ini bisa menular ke orang lain. ‘’Bahaya kalau kena, apalagi kalau menyebar di sini (Indonesia). Ini bisa menyebabkan kematian,’’ katanya.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Rep: Muhammad Bachrul Ilmi

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/10/05/02/113936-muhammadiyah-tagih-janji-pemerintah-soal-vaksin-meningitis-halal

Muhammadiyah: Vaksin Meningitis Berenzim Babi Haram bagi Calhaj Kedua Kali

Ahad, 02 Mei 2010, 13:23 WIB

JAKARTA–Pengurus Pusat Muhammadiyah menyatakan hukum darurat yang memperbolehkan penggunaan vaksin meningitis berenzim babi tidak berlaku bagi calon jamaah haji berangkat untuk kedua kali karena kewajiban haji bagi Calhaj telah dilaksanakan saat menunaikan ibadah tersebut pertama kali.  ‘’Untuk jamaah haji yang mengulang (kedua kali), hukumnya haram karena alasan daruratnya tidak terpenuhi,’’ kata Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas kepada Republika, Ahad, (2/5).

Menurut Yanuhar, penggunaan vaksin meningitis sebetulnya haram karena mengandung enzim babi. Namun, vaksin itu lalu diperbolehkan dengan alasan darurat karena belum ada pengembangan obat tanpa mengandung zat diharamkan. ‘’Jadi, sebelum ada (vaksin) meningitis yang bebas dari enzim babi, maka diperbolehkan untuk keperluan haji pertama,’’ katanya.

Meski demikian, Muhammadiyah saat ini masih menunggu dan ikut putusan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait vaksin meningitis. Pasalnya, MUI memiliki prinsip serupa Ormas Islam itu dalam menghukum kehalalan dan keharaman suatu benda. Prinsip itu berbeda dari ulama Arab Saudi dan Malaysia.

Soal Meningitis, mufti Arab Saudi dan Malaysia, menurut Yanuhar, berpendapat yang terpenting adalah hasil akhir, yakni kalau tidak mengandung zat haram dan najis, tidak apa-apa. “Sedangkan, MUI berpendapat kalau di awal sudah bercampur haram dan najis meski di akhir bersih, tetap saja haram,’’ katanya.

Sementara itu, Meningitis merupakan penyakit radang membran pelindung sistem saraf pusat yang bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini disebabkan mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit yang menyebar ke otak melalui darah. Untuk mencegah penyakit ini, seseorang perlu diberikan vaksin anti meningitis

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Rep: Muhammad Bachrul Ilmi

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/10/05/02/113937-muhammadiyah-vaksin-meningitis-berenzim-babi-haram-bagi-calhaj-kedua-kali