وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا

Masdar F Mas’udi Keluarkan Saran Buruk Lagi

Manusia petinggi NU (Nahdlatul Ulama) yang satu ini mungkin punya banyak saran buruk. Setidaknya sudah dua saran buruk, semula dikeluarkan sejak 1987-an, kini tambah satu lagi.

Dua saran buruk yang lalu adalah agar penyelenggaraan haji (wukufnya yang tanggal 9 Dzulhijjah) jangan hanya di bulan Dzul Hijjah, tetapi juga di bulan-bulan lain (Syawal dan Dzul-Qo’dah). Walaupun dia sendiri serta NU-nya tidak melaksanakan saran buruk itu, namun sampai sekarang saran buruk itu tidak dia cabut.

Saran buruk kedua, kalau terpaksa berzina maka hendaknya pakai kondom. Saran buruk dari Masdar F Mas’udi itu dibantah langsung oleh KH Ma’ruf Amien (seorang ketua MUI –Majelis Ulama Indonesia) dalam satu seminar bersama Masdar, menurut berita Kompas. Namun belum ada berita tentang pencabutan saran buruknya itu.

Komentar yang pantas terhadap saran buruk itu, zina kok terpaksa… itu bukan istilah syar’i, tetapi istilah Masdar F Mas’udi untuk melancarkan saran buruknya.

Saran buruk paling anyar gres dari Masdar F Mas’udi adalah agar diadakan tempat judi, daripada mereka judi di luar negeri.

Ketika mendengar saran buruk dia itu saja, orang yang teguh dengan Islamnya tentu akan mengelus dada. Tetapi lebih buruknya lagi, dia masih menyarankan pula agar tempat judi itu nanti ditulis imbauan dengan ayat Al Quran berjudi haram.

Astaghfirullah, bagaimana cara bersaran buruk orang ini. Bikin dulu tempat judi, lantas di sana tulisi ayat haramnya judi.

Kalau caranya seperti itu, mungkin terinspirasi oleh perkataan orang yang tidak nggenah (tidak jelas), marilah kita berzina dulu, baru nanti kita bertobat dan kita pampang di tempat kita zina itu tulisan ayat, jangan kalian mendekati zina…

Kasus seperti ini bisa dinilai sebagai memain-mainkan agama dan ayat Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala telah berfirman dengan ancaman keras:

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا أُولَئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ [الأنعام/70]

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama[485] mereka sebagai main-main dan senda gurau[486], dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. (QS Al-An’am: 70).

[485]. Yakni agama Islam yang disuruh mereka mematuhinya dengan sungguh-sungguh.

[486]. Arti menjadikan agama sebagai main-main dan senda gurau ialah memperolokkan agama itu mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi laranganNya dengan dasar main-main dan tidak sungguh-sungguh.


ذَلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آَيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ [الجاثية/35]

Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat. (QS Al-Jatsiyah/ 45: 35).

Inilah berita tentang saran buruk Masdar F Mas’udi yang paling anyar gres:

Masdar F Mas’udi: Berjudi di Negara Sendiri Lebih Kecil Dosanya

Jakarta (voa-islam.com) – Sejak dibuka dua bulan lalu, Marina Bay Sands telah menjadi daya tarik wisata baru bagi Singapura. Yang mencengangkan adalah Warga negara Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai orang yang paling banyak berjudi di Singapura. Mencermati fenomena ini, agar devisa tidak hilang, pemerintah pun disarankan membuat lokalisasi judi oleh Rois Syuriah PBNU Masdar F Mas’udi.

“Pemerintah sebaiknya membuat lokalisasi judi di pulau terpencil,” kata Rois Syuriah PBNU, Masdar F Mas’udi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakpus, Kamis (1/7/2010).

Masdar menilai, lokalisasi itu lebih baik daripada uang keluar ke negara lain. “Ada dua masalah, pertama judi haram, kedua ada uang keluar dari negara kita. Daripada judi di luar negeri, itu ada 2 kerugian. Rugi yang pertama berdosa, rugi yang kedua membawa uang kita ke negara lain. Yang paling sedikit dosanya itu berjudi di negeri sendiri,” tambahnya.

…Rugi yang pertama berdosa, rugi yang kedua membawa uang kita ke negara lain. Yang paling sedikit dosanya itu berjudi di negeri sendiri,” tambahnya…

Soal lokalisasi judi itu, nanti di tempat judi tersebut ditulis besar-besar bahwa berjudi itu dosa. Selain itu ditulis imbauan dengan ayat Al Quran berjudi haram.

“Kalau di dalam negeri dosanya satu, kalau di luar negeri dua. Kalau di dalam negeri yang mengelola pemerintah. Selain itu kenakan juga pajak yang tinggi, karena dengan pajak yang tinggi bisa bikin jalan-jalan di pulau-pulau kecil di Indonesia. Pokoknya uang bisa ke sektor-sektor di luar, misalnya pembersihan kali atau sungai,” tutupnya.

Penjudi Indonesia Terbesar Ketiga

Marina Bay Sands memang telah menjadi daya tarik wisata baru bagi Singapura. Sekitar 600 ribu pengunjung telah datang, dan menginap di Marina Bay Sands hingga saat ini.

Dari seluruh pengunjung yang datang 30-40 persennya bertujuan  untuk mengadu keberuntungannya di Kasino.

Dari awal, tujuan dibukanya Kasino di Marina Bay Sands adalah untuk menyasar para penjudi di Singapura, Malaysia juga Indonesia. Terbukti dari jumlah keanggotaan yang ada, 3 negara tersebutlah yang mendominasi.

“Indonesia (penjudi) masuk tiga besar untuk keanggotaan kelas VIP. Di urutan pertama Singapura, kemudian Malaysia, dan disusul Indonesia,” demikian ujar President and Chief Operating Officer Las Vegas Sand Corp, Michael Leven, dalam acara Grand Opening Marina Bay Sands beberapa waktu lalu.

Leven optimis jumlah itu akan terus bertambah mengingat letak geografis Singapura dan Indonesia tidak jauh. Dengan pesawat terbang, perjalanan dari Jakarta menuju Singapura hanya menghabiskan waktu 1 jam 40 menit.

Kasino ini berdiri di lahan 15 ribu meter persegi itu terdiri dari empat lantai. Sebanyak 600 meja permainan bisa dinikmati para pengunjung. Permainan judi klasik seperti blackjack dan roulette masih menjadi daya tarik. Namun Para pengunjung juga akan dimanjakan dengan mesin permainan yang lebih modern seperti roulette elektronik dan video poker.

MUI Menolak Lokalisasi Judi Walau di Pulau Terpencil

Menanggapi wacana lokalisasi judi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap tidak setuju kalau judi dilokalisasi di pulau terpencil. Apapun alasannya, MUI menegaskan bahwa judi diharamkan.

“Tidak setuju melegalisasi yang haram. Karena judi bisa bermuka macam-macam, negatifnya lebih besar” kata Ketua MUI Amidhan saat dihubungi detikcom, Kamis (1/7/2010).

Dia menjelaskan, beberapa puluh tahun lalu pernah ada 40 ulama Jawa Timur datang mengunjungi tempat judi Genting di Malaysia. Kemudian juga ulama DKI Jakarta berkunjung ke tempat yang sama, terkait rencana menjadikan pulau seribu sebagai tempat lokalisasi judi.

“Akhirnya kesepakatan ulama mereka keberatan adanya lokalisasi judi,” imbuhnya.

Amidhan menegaskan, biasanya lokalisasi judi itu justru menumbuhkan kejahatan yang lain. Mulai dari prostitusi, narkoba, sampai jual beli senjata.

“Kalau alasan membangun jalan itu sejak dahulu diungkapkan, tetap saja judi lebih besar mudaratnya,” tutupnya.(Ibnudzar/det)

Sumber: voaislam, Kamis, 01 Jul 2010

Masdar Lebih Berani karena Mengikuti Jejak Said Agil Siradj?

Dari pihak NU, walau ada pentolan-pentolannya yang memain-mainkan Islam, tidak pernah ada berita tentang tindakan tegas mengenainya. Bahkan Said Agil Siradj yang telah menulis makalah yang sangat lancang mengkafirkan para sahabat, justru dipilih jadi ketua umum NU oleh muktamirin NU ke-32 di aula Asrama Haji Embarkasi Sudiang, Makassar, Maret 2010. Padahal Said Agil Siradj punya catatan buruk seperti berikut ini:

Dr. Said Agil Siradj, Wakil Katib Syuriah PBNU menulis makalah berjudul ”Latar Kultur dan Politik Kelahiran ASWAJA” (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, red). Tulisan itu pernah menjadi heboh di kalangan umat Islam, terutama NU. Betapa beraninya Said Agil Siradj itu dalam mengkafirkan para sahabat, seperti dalam tulisannya yang kami kutip ini:

“Sejarah mencatat, begitu tersiar berita Rasulullah wafat dan digantikan oleh Abu bakar (b kecil dari pemakalah), hampir semua penduduk jazirah Arab menyatakan keluar dari Islam. Seluruh suku-suku di tanah Arab membelot seketika itu juga. Hanya Madinah, Makkah dan Thaif yang tidak menyatakan pembelotannya. Ini pun, kalau dikaji secara saksama, bukan karena agama, bukan didasari keimanan, tapi karena kabilah. Pikiran yang mendasari sikap orang Makkah untuk tetap memeluk Islam adalah logika bahwa kemenangan Islam adalah kemenangan Muhammad; sedang Muhammad adalah Quraisy, penduduk asli kota Makkah; dengan demikian, kemenangan Islam adalah kemenangan suku Quraisy; kalau begitu tidak perlu murtad. Artinya, tidak murtadnya Makkah itu bukan karena agama, tapi karena slogan yang digunakan oleh Abu Bakar di Bani Saqifah; _al-aimmatu min quraisy_, bahwa pemimpin itu berasal dari Quraisy. Dan itu sangat ampuh bagi orang Quraisy.” (Dr. Said Agil Siradj, makalah berjudul Latar Kultur dan Politik Kelahiran ASWAJA, hlm. 3-4).

Sebegitu sengitnya terhadap para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sampai berani menulis:

“Hanya Madinah, Makkah dan Thaif yang tidak menyatakan pembelotannya. Ini pun, kalau dikaji secara saksama, bukan karena agama, bukan didasari keimanan, tapi karena kabilah.

Artinya, tidak murtadnya Makkah itu bukan karena agama, tapi karena slogan yang digunakan oleh Abu Bakar di Bani Saqifah; _al-aimmatu min quraisy_, bahwa pemimpin itu berasal dari Quraisy. Dan itu sangat ampuh bagi orang Quraisy.”

Amat sangat lancang. Masalah keimanan adalah masalah yang tidak dapat dilihat. Ketika orang masih memeluk Islam, apakah kleislamannya itu karena keimanan atau karena kekabilahan/ kesukuan, sama sekali bukan urusan manusia. Karena manusia sama sekali tidak berhak dan bahkan tidak tahu apa isi hati seseorang. Sampai-sampai ketika ada sahabat yang membunuh orang kafir dalam perang, ketika si kafir ini sudah mengucapkan syahadat, maka ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengarnya langsung bertanya dan diulang-ulang: Sudahkah engkau membelah dadanya sehingga kamu tahu dia benar-benar mengucapkan Kalimah Syahadat atau tidak ؟. Inilah haditsnya.

60 حَدِيث أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ فَصَبَّحْنَا الْحُرَقَاتِ مِنْ جُهَيْنَةَ فَأَدْرَكْتُ رَجُلًا فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَطَعَنْتُهُ فَوَقَعَ فِي نَفْسِي مِنْ ذَلِكَ فَذَكَرْتُهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَقَتَلْتَهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِنَ السِّلَاحِ قَالَ أَفَلَا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لَا فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي أَسْلَمْتُ يَوْمَئِذٍ

60. Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengutus kami dalam suatu pasukan. Kami sampai di al-Huruqat, suatu tempat di daerah Juhainah pada waktu pagi. Aku berjumpa seorang lelaki, lelaki tersebut menyebut لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ lalu aku menikamnya. Aku menceritakan peristiwa itu kepada Rasulullah. Rasulullah bertanya dengan sabdanya: Adakah kamu membunuhnya sedangkan dia telah mengucapkan kalimah syahadat لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ Aku menjawab: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya lelaki itu mengucap demikian karena takut akan ayunan pedang. Rasulullah bertanya lagi: Sudahkah engkau membelah dadanya sehingga kamu tahu dia benar-benar mengucapkan Kalimah Syahadat atau tidak ؟ Rasulullah mengulangi soal itu kepadaku sampai-sampai aku berangan-angan seandainya aku baru masuk Islam pada hari itu. (Muttafaq ‘alaih).

Kembali ke sikap Masdar F Mas’udi, ketika dia duduk jadi salah seorang petinggi di PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) sekarang ini dia dipimpin oleh Said Agil Siradj yang seperti tersebut. Sikap lancang Masdar F Mas’udi dalam melontarkan saran-saran buruk itu apakah mengikuti jejak Said Agil Siradj, atau punya “bakat” sendiri-sendiri, atau justru saling berlomba dalam hal keburukan seperti itu, wallahu a’lam. Itu urusan mereka. Yang jelas, ketika NU diam saja, bahkan kenyataannya justru yang dipilih adalah di antaranya orang-orang seperti itu, maka Ummat Islam perlu kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar. Bukan pemahaman seperti orang-orang NU yang merusak agama dan masyarakat seperti itu! (nahimunkar.com)