Masjid Dibakar untuk Alihkan Isu

masjid-dibakar-untuk-alihkan-isu

foto: asahannews.com

Metrotvnews.com, Asahan: Sebuah masjid di Kecamatan AE, Asahan, Sumatera Utara, terbakar Kamis (31/1) dini hari. Tempat ibadah itu diduga sengaja dibakar untuk memicu isu SARA dan perhatian polisi yang lagi gencar memberantas judi dan pencurian.

Kabakaran terjadi pukul 02.00 dini hari. Masjid Nur Hikmah itu kini tinggal puing-puing. Kubah masjid yang cukup besar jatuh. Tiang penyangganya hancur dilalap api. Yang tersisa hanya dinding.

Warga menduga kebakaran itu disengaja. Masjid Nur Hikmah tak pernah bermasalah. Kebakaran diduga untuk mengalihkan perhatian polisi yang tengah sibuk melakukan penangkapan kasus perjudian togel, serta kasus pencurian CPO kelapa sawit di Asahan.

Namun, polisi belum bersedia memberikan keterangan. Polisi Masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebabnya.(****)

Sumber: http://www.metrotvnews.com, Metro Hari Ini / Nusantara / Kamis, 31 Maret 2011 17:17 WIB

Berita yang senada sebagai berikut:

Masjid di Asahan Terbakar

MEDAN (Pos Kota) – Sebuah masjid Nur Hikmah, di Kecamatan Aek Kuasan, Asahan, Sumatera Utara, terbakar, Kamis (31/3) dinihari. Akibat kejadian itu kubah masjid yang cukup besar jatuh. Tiang penyangganya hancur dilalap api dan tersisa hanya dinding.

Kepala Polresta Asahan AKBP J Didik, ketika dihubungi Pos Kota, Kamis (31/3) sore, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Namun, diduga kuat masjid tersebut terbakar akibat arus pendek listrik. “Sejumlah saksi telah kita periksa dan kami masih intensif melakukan penyelidikan,”ujarnya.

Sementara informasi lain menyebutkan, terbakarnya masjid tersebut diduga untuk mengalihkan perhatian polisi yang akhir-akhir ini tengah gencar melakukan penangkapan kasus judi togel serta kasus pencurian CPO kepala sawit di Asahan.

Sementara Bupati Asahan Taufan Gama meminta warga tetap tenang dan tak bereaksi keras akibat kejadian itu. Terlebih lagi aparat tengah melakukan penyelidikan.

Kejadian itu sekitar pukul 02.00 Wib dinihari. Di mana warga setempat sedang lelap tertidur. Kobaran api membesar sehingga usaha warga memadamkan api sia-sia. Api baru dapat dipadamkan setelah beberapa unit mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi. Warga tak mengetahui pasti motif pembakaran itu karena tak satupun saksi mata yang melihat kejadian tersebut.

(samosir/sir)

Sumber: poskota.co.id , Kamis, 31 Maret 2011 – 19:35 WIB

Berita lebih lengkapnya sebagai berikut:

Dua Masjid di Asahan Terbakar

AEKKANOPAN (Waspada) : Dua masjid di Kecamatan Aekkuasan, Kabupaten Asahan, diduga dibakar orang tak dikenal, Kamis (31/3) dinihari.

Masjid Jami’ At Taqwa yang terletak di Jalinsum Kelurahan Aekloba Pekan hangus pada bagian mihrab dan mimbar serta sejumlah sajadah dan Al Quran hangus terbakar. Masjid Nur Hikmah yang terletak di Dusun V Desa Aekloba mengalami kerusakan lebih parah. Kerugian lebih seratus juta.

Menurut Nazir Masjid Jami’ At Taqwa, Khairul Hasbi di TKP, dirinya mengetahui terjadinya kebakaran sekitar pukul 01:15, karena diberi tahu oleh warga yang mendapatkan informasi dari seorang warga Aekkanopan bernama Fauzan yang melintas di sana.

“Kebakaran mengakibatkan mimbar, perangkat sound system, VCD berikut sejumlah sajadah dan kitab Al Quran hangus. Sedangkan mihrab dan langit-langit masjid menjadi hitam karena asap. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan Rp20 juta,” katanya.

Menurut Khairul, pelaku diduga masuk melalui jendela setelah membuka kaca nako yang tidak memiliki jerjak. Baru setelah di dalam masjid, pelaku yang belum diketahui identitasnya itu melakukan aksinya yang membuat heboh masyarakat setempat.

Sementara di Masjid Nur Hikmah, kondisinya lebih parah lagi. Seluruh sajadah dan kitab Al Quran sekitar 50 buku habis terbakar. Bahkan karena besarnya api, kubah masjid tersebut rubuh dan jatuh ke tengah lantai masjid yang ruangannya cukup besar itu.

Menurut Johan, nazir di masjid itu, dia tahu ada kebakaran dari para pemuda setempat. “Saat saya melihat, api sudah berkobar hingga ke bagian atas masjid,” katanya.

Kepala Desa Aekloba Ponimin mengaku terkejut atas kejadian itu. Karena selama ini daerahnya itu aman dan tenteram dan tidak pernah terjadi gesekan baik intern maupun ekstern umat beragama. Akibat kebakaran itu, kondisi masjid tidak layak dipakai lagi.

Wakil Bupati Asahan H Surya bersama Kapolres Asahan AKBP J Didiek Dwi Priantono dan Dandim 0208/AS Letkol Inf Handoko Nurseta serta Kepala Kemenag Asahan H Syafii turun ke lokasi melihat keadaan.

Kapolres Asahan meminta warga tetap menjaga suasana kondusif dan tidak terpancing oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana. Pihaknya berjanji mengungkap kasus itu secepatnya.

“Saat ini kami sedang melakukan penyidikan dan meminta keterangan dari berbagai pihak,” katanya. Dalam keterangan tambahan sore hari yang diterima Waspada, pukul 17:00.

Dalam kaitan ini, Kapolres menegaskan, kebakaran itu kecelakaan murni karena ada dua kali pemadaman aliran listrik.

Sedangkan, Ketua MUI Asahan Usman Effendi mengajak masyarakat Asahan sekitarnya agar bersabar dan menyerahkan proses ini kepada aparat penegak hukum.

“Di balik yang tidak kita sukai pasti ada hikmahnya. Jadi percayakan saja masalah ini kepada pihak aparat. Jangan kita terpancing,” kata ustadz alumnus Mesir itu.

Pantauan Waspada, masyarakat dari berbagai kecamatan dan dari kabupaten sekitarnya banyak yang datang untuk menyaksikan masjid yang terbakar itu. Sementara pihak kepolisian sudah memasang police line dan berjaga-jaga di dua lokasi terpisah dibantu petugas dari TNI AD.

Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian itu mengungkapkan kecurigaan mereka atas peristiwa tersebut. Pasalnya, selain kejadiannya yang hampir bersamaan waktunya, barang-barang di dalam masjid juga berada di tempat yang tidak biasanya. Apalagi setiap malam, kedua masjid itu dikunci oleh nazir masjid.

Kapolres Asahan AKBP J Didiek Dwi Priantono ditemui Waspada di ruang kerjanya mengatakan, berdasarkan penyidikan awal kebakaran yang terjadi di Masjid At Taqwa dan Masjid Nur Hikmah, Kamis (31/3) dini hari disebabkan konsleting listrik, namun ada dugaan disebabkan lilin yang jatuh saat listrik padam, sehingga membakar sejadah dan Al Quran.

Masalah ini kata Kapolres, telah dibicarakan dengan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang melalui wakilnya Surya. Sehingga kesimpulannya masjid itu akan diperbaiki.

(a16/a15/c08)

Sumber: http://waspadamedan.com, Articles Sumut,

Written by Wantana on Friday, 01 April 2011 02:30

Kronologi kejadian. Inilah beritanya:

Dua Masjid di Aek Loba Terbakar

Aek Loba- Masjid Jami’ at-Taqwa serta Masjid Nur Hikmah terbakar di Kebun Sayur, Kelurahan Aek Loba Pekan, Kecamatan Aek Kuasan, Asahan, Kamis (31/3)

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar, bernama Fauzan, lalu melaporkannya kepada Khairul Hasbi (50), nazir Masjid Jami’ at- Taqwa sekitar pukul 01.15 WIB dinihari.

Setelah sampai di masjid, Khairul melihat sejumlah inventaris masjid seperti Al Quran, 4 lembar sajadah sepanjang 72  meter, mimbar, kipas angin, dan 1 unit sound system rusak, sebagian barang lain sudah gosong.  “Semua barang itu disimpan di mihrab,” ujarnya.

Sedangkan kebakaran di Masjid Nur Hikmah, terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, dan pertama sekali diketahui M Amin, petugas nazir masjid tersebut. Dia terjaga dari tidurnya setelah Johan, seorang warga memukul bedug pertanda kebakaran. Sayangnya, mereka malam itu tidak menghubungi petugas pemadam, sehingga hampir 90 persen bangunan masjid itu hangus. Pemadaman dilakukan warga, dengan peralatan seadanya.

Akibat peristiwa itu, kubah masjid Nur hikmah runtuh. Sejumlah barang inventaris seperti Al Quran, sajadah, sound system serta barang-barang lainya juga hangus.

(ing/put/smg/adl)

Sumber: hariansumutpos.com, 11:01, 01/04/2011

(nahimunkar.com)